Kompas.com - 13/05/2016, 18:52 WIB
Suasana arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (20/4/2016). Pemprov DKI Jakarta pada tahun ini berencana menghapus jalur lambat di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin untuk digantikan menjadi jalur bus dan memperlebar trotoar demi mengakomodasi pejalan kaki. TRIBUNNEWS / HERUDINSuasana arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (20/4/2016). Pemprov DKI Jakarta pada tahun ini berencana menghapus jalur lambat di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin untuk digantikan menjadi jalur bus dan memperlebar trotoar demi mengakomodasi pejalan kaki.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelarangan sepeda motor di jalur Jalan Sudirman hingga Jalan MH Thamrin akan diberlakukan setelah penerapan electronic road pricing (ERP). ERP sendiri akan mulai diterapkan pada 2017 di dua jalur antara lain Jalan Rasuna Said dan Jalan Sudirman - Jalan MH Thamrin.

"Penerapan penambahan (pelarangan sepeda motor) setelah ERP jalan. Jadi adil, roda dua gak boleh masuk, roda empat boleh masuk, tapi bayar," kata Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah saat dihubungi Kompas.com di Jakarta, Jumat (13/5/2016).

Langkah itu dianggap adil, sekaligus menepis anggapan keberpihakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap pengendara mobil setelah sistem "three in one" dihapus.

"Enggak pake mihak gue. Enggak kenal. Kalau mihak susah," tambah Andri. (Baca: Ahok: Perluasan Larangan Sepeda Motor Tunggu Pelebaran Trotoar Rampung)

Sosialisasi pelarangan sepeda motor jalur Jalan Sudirman hingga Jalan MH Thamrin akan dilakukan sebelum ERP diluncurkan. Sehingga pengendara sepeda motor di Jakarta mengetahui aturan baru tersebut.

ERP sendiri disiapkan Pemprov DKI Jakarta terkait solusi dari penghapusan three in one. Dengan adanya ERP dan pelarangan sepeda motor di jalur Sudirman - Thamrin, diharapkan dapat mengurai kemacetan di Jakarta. (Baca: Sepeda Motor Dilarang Lintasi Jalan Sudirman Setelah Pembatas Jalur Cepat Dibongkar)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bersaksi di Sidang Rizieq Shihab, Dokter RSCM Jelaskan Pemeriksaan Sampel Swab hingga Positif Covid-19

Bersaksi di Sidang Rizieq Shihab, Dokter RSCM Jelaskan Pemeriksaan Sampel Swab hingga Positif Covid-19

Megapolitan
Kebakaran di Taman Sari Hanguskan Ratusan Rumah, Gulkarmat DKI: Warga Terlambat Melapor

Kebakaran di Taman Sari Hanguskan Ratusan Rumah, Gulkarmat DKI: Warga Terlambat Melapor

Megapolitan
Sekda Tangerang Selatan Ditunjuk Jadi Plh Wali Kota Gantikan Airin Rachmi Diany

Sekda Tangerang Selatan Ditunjuk Jadi Plh Wali Kota Gantikan Airin Rachmi Diany

Megapolitan
Sidang Lanjutan Rizieq Shihab Hari Ini, JPU Hadirkan Saksi dari RSCM, RS Ummi, hingga Mer-C

Sidang Lanjutan Rizieq Shihab Hari Ini, JPU Hadirkan Saksi dari RSCM, RS Ummi, hingga Mer-C

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Sayembara Desain Jalur Sepeda Terproteksi, Total Hadiah Rp 52 Juta

Pemprov DKI Buka Sayembara Desain Jalur Sepeda Terproteksi, Total Hadiah Rp 52 Juta

Megapolitan
Kebakaran Taman Sari: Polisi Gelar Olah TKP dan Bantah Penyebab Musibah akibat Pertengkaran Suami Istri

Kebakaran Taman Sari: Polisi Gelar Olah TKP dan Bantah Penyebab Musibah akibat Pertengkaran Suami Istri

Megapolitan
Kasus KDRT Serpong: Suami Paksa Istri Pompa ASI, Lakukan Kekerasan hingga Larang Bertemu Anak

Kasus KDRT Serpong: Suami Paksa Istri Pompa ASI, Lakukan Kekerasan hingga Larang Bertemu Anak

Megapolitan
Kapten Fierda Panggabean dan Tragedi Merpati CN-235 di Gunung Puntang

Kapten Fierda Panggabean dan Tragedi Merpati CN-235 di Gunung Puntang

Megapolitan
2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakarta Rabu Dini Hari

2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakarta Rabu Dini Hari

Megapolitan
Menelusuri Masjid Jami Tangkuban Perahu di Setiabudi

Menelusuri Masjid Jami Tangkuban Perahu di Setiabudi

Megapolitan
Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

Megapolitan
Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19, Selasa Kemarin

Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19, Selasa Kemarin

Megapolitan
Depok Catat 10 Kematian akibat Covid-19, Jumlah Terbanyak dalam Sehari

Depok Catat 10 Kematian akibat Covid-19, Jumlah Terbanyak dalam Sehari

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Cara Ganti E-KTP yang Hilang atau Rusak bagi Warga Luar Domisili

[POPULER JABODETABEK] Cara Ganti E-KTP yang Hilang atau Rusak bagi Warga Luar Domisili

Megapolitan
[Update 20 April]: Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang Sebanyak 26, Pasien Aktif 216

[Update 20 April]: Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang Sebanyak 26, Pasien Aktif 216

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X