Kata Lulung soal Rencana Ahok Menertibkan Tenda Bantuan di Pasar Ikan

Kompas.com - 16/05/2016, 08:01 WIB
Senin (9/5/2016), pasca penertiban di Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, ada sekitar 7 tenda serta belasan gubuk berukuran 3x4  yang telah berdiri Kompas.com/David Oliver PurbaSenin (9/5/2016), pasca penertiban di Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, ada sekitar 7 tenda serta belasan gubuk berukuran 3x4 yang telah berdiri
|
EditorIndra Akuntono

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung mengomentari rencana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menertibkan tenda-tenda bantuan yang berdiri di lahan bekas penggusuran, di kawasan Pasar Ikan, Jakarta Utara.

"Ya dia kan pemerintah daerah. Kalau melarang bisa-bisa saja sesuai dengan peraturan daerah, sah-sah saja," kata Lulung, saat ditemui wartawan usai bersosialisasi dengan warga, di kawasan Ragunan Jakarta Selatan, Minggu (15/5/2016).

Hanya saja, lanjut dia, berdirinya tenda-tenda bantuan sebagai tempat pengungsian warga korban penggusuran merupakan kesalahan Ahok. Sebab, menurut Lulung, Ahok menggusur kawasan Pasar Ikan dengan tidak mementingkan nilai-nilai kemanusiaan.

"Kalau saya (jadi gubernur), saya kasih ongkos mereka buat hidup dua tahun. Kemudian saya juga sudah punya konsep ingin membangun apa di lahan gusuran itu, apa mau ada big water (Giant Sea Wall) di sana? (tanggul) penghalang ombak atau memang penghalang abrasi, ya kita bangun dong yang baik," kata Lulung.

Selain itu, lanjut dia, Pemprov DKI Jakarta sudah kehilangan pasar tradisional di Pasar Ikan yang menjadi ciri khas Ibu Kota. Bahkan Lulung mengaku kerap mengajak turis asal Jepang dan China ke pasar tradisional di Pasar Ikan.

Padahal, lanjut dia, pasar tradisional di Pasar Ikan bisa diubah seperti "Bugis Street" seperti di Singapura.

"Kalau saya saya lihat penertiban harus ada konsep penataan yang kemudian masyarakat ini dikawal diawasi sampai mereka benar-benar hidup mapan dan tingkat kesejahteraan naik. Jangan dilepas di rusunawa, entar (nanti) tiga bulan ada tanggungan listrik, bayar air," kata Lulung.

Salah satu tenda yang akan ditertibkan dari lahan bekas gusuran di Pasar Ikan merupakan pemberian Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Ya mau tenda siapapun ya, kalau dia enggak mau pergi. Pasti (tenda) kami tertibkan," kata Ahok, di Balai Kota, Kamis (12/5/2016) lalu. Tenda-tenda itu berdiri diperuntukkan bagi warga-warga yang memilih bertahan. Selain sebagai tempat tinggal, tenda juga dipergunakan sebagai penyimpan bantuan logistik kebutuhan sehari-hari. Tak hanya dari Prabowo, tenda-tenda banyak didirikan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat.

Kompas TV Pasca Digusur Warga Tinggal di Perahu




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga di Depok Dinilai Patuh Pakai Masker di Jalan Raya, Giliran di Permukiman Malah Dilepas

Warga di Depok Dinilai Patuh Pakai Masker di Jalan Raya, Giliran di Permukiman Malah Dilepas

Megapolitan
Kota Bekasi Disebut Paling Taat Protokol Kesehatan di Jabar, Ini Respons Wali Kota

Kota Bekasi Disebut Paling Taat Protokol Kesehatan di Jabar, Ini Respons Wali Kota

Megapolitan
Warga Depok Disebut Paling Tak Patuh Jaga Jarak, Data Ridwan Kamil Dipertanyakan

Warga Depok Disebut Paling Tak Patuh Jaga Jarak, Data Ridwan Kamil Dipertanyakan

Megapolitan
Penduduk di Luar DKI Bisa Melamar Tenaga Ahli Jakarta Smart City, Ini Syaratnya

Penduduk di Luar DKI Bisa Melamar Tenaga Ahli Jakarta Smart City, Ini Syaratnya

Megapolitan
Berkas yang Perlu Dipersiapkan Untuk Melamar Kerja di Jakarta Smart City

Berkas yang Perlu Dipersiapkan Untuk Melamar Kerja di Jakarta Smart City

Megapolitan
Bekasi Jadi Zona Merah Covid-19 Lagi, Ini Kata Wali Kota

Bekasi Jadi Zona Merah Covid-19 Lagi, Ini Kata Wali Kota

Megapolitan
Terkendala Cuaca Buruk, Penyelam Belum Bisa Lanjutkan Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Terkendala Cuaca Buruk, Penyelam Belum Bisa Lanjutkan Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
Proyek Terowongan Silaturahmi, Jalan Sekitar Istiqlal dan Katedral Dialihkan 20 Januari-31 Maret 2021

Proyek Terowongan Silaturahmi, Jalan Sekitar Istiqlal dan Katedral Dialihkan 20 Januari-31 Maret 2021

Megapolitan
Tim DVI Ungkap Kendala Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182

Tim DVI Ungkap Kendala Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
Update 19 Januari: Berkurang 139, Kini Ada 4.722 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

Update 19 Januari: Berkurang 139, Kini Ada 4.722 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

Megapolitan
Membandingkan Pelanggaran Prokes Rizieq Shihab Vs Raffi Ahmad-Ahok

Membandingkan Pelanggaran Prokes Rizieq Shihab Vs Raffi Ahmad-Ahok

Megapolitan
Gudang Dekorasi Pernikahan di Kembangan Terbakar

Gudang Dekorasi Pernikahan di Kembangan Terbakar

Megapolitan
Polisi Akan Cari Pelaku Tawuran di Manggarai Lewat Video di Medsos

Polisi Akan Cari Pelaku Tawuran di Manggarai Lewat Video di Medsos

Megapolitan
Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad, Polisi: Tamu Tidak Diundang, Datang Sendiri

Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad, Polisi: Tamu Tidak Diundang, Datang Sendiri

Megapolitan
Pegawai Positif Covid-19, Kantor Kecamatan Pasar Rebo Ditutup 3 Hari

Pegawai Positif Covid-19, Kantor Kecamatan Pasar Rebo Ditutup 3 Hari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X