Kompas.com - 16/05/2016, 09:43 WIB
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, penghapusan three in one yang diterapkan hari ini setidaknya akan memberikan satu dampak positif.

Tidak ada lagi anak-anak dan wanita yang dieksploitasi untuk menjadi joki three in one.

"Intinya pasti satu yang berhasil, kita tidak melihat lagi orang yang dieksploitasi. Anak-anak dikasih obat tidur, ya kan? Kita ini ada nilainya loh jadi orang Jakarta," ujar Ahok di SD Santa Maria, Juanda, Senin (16/5/2016).

Ahok juga berpendapat, three in one memang sudah saatnya dihentikan. Sebab, transportasi massal di Jakarta sudah lebih baik.

Saat ini, jalur bus transjakarta sudah steril dan bus-bus yang digunakan pun bagus. Selain itu, ada juga aplikasi seperti waze yang membantu masyarakat mencari jalan alternatif. Singkat kata, kata Ahok, pencabutan three in one sudah saatnya.

"Sekarang bus yang kita kasih untuk koridor busway kan kelas satu di dunia. Semua kelas dunia punya bus kita berikan. Jadi saya kira tentu udah tepat kita cabut three in one," ujar Ahok.

Meski demikian, dia menekankan, sistem Electronic Road Pricing (ERP) harus segera siap.

Untuk pencabutan three in one, Ahok mengatakan, peraturan gubernur untuk menghapus kebijakan tersebut sudah dia tandatangani. Penghapusan diputuskan setelah adanya kajian dan masa uji coba yang telah dilakukan selama satu bulan.

Kompas TV Pemprov DKI Uji Coba Hilangkan â??3 in 1â??
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soroti Lemahnya Pengawasan Parkir Liar di Jakarta, Pengamat: Penderekan Hanya Asal Saja

Soroti Lemahnya Pengawasan Parkir Liar di Jakarta, Pengamat: Penderekan Hanya Asal Saja

Megapolitan
Pemasangan 'Barcode' Pohon di Depok Dipertanyakan, Pakar: Kalau Hanya untuk Edukasi, Tidak Ada Urgensinya

Pemasangan "Barcode" Pohon di Depok Dipertanyakan, Pakar: Kalau Hanya untuk Edukasi, Tidak Ada Urgensinya

Megapolitan
Saat Kucing Liar jadi 'Pegawai' Ditjen Pajak dan Curi Perhatian Netizen

Saat Kucing Liar jadi "Pegawai" Ditjen Pajak dan Curi Perhatian Netizen

Megapolitan
Ada Demo di Gedung Kementerian Koperasi dan UKM, Begini Kondisi Lalin di Rasuna Said

Ada Demo di Gedung Kementerian Koperasi dan UKM, Begini Kondisi Lalin di Rasuna Said

Megapolitan
Rudolf Tobing Peragakan Rencana Pembunuhan Icha dan Cara Masukan Jenazah ke Mobil

Rudolf Tobing Peragakan Rencana Pembunuhan Icha dan Cara Masukan Jenazah ke Mobil

Megapolitan
Massa Gelar Demo di Depan Gedung Kemenkop-UKM, Minta OJK Tak Awasi Koperasi

Massa Gelar Demo di Depan Gedung Kemenkop-UKM, Minta OJK Tak Awasi Koperasi

Megapolitan
Ada 9 Titik Krisis Air Bersih di Jakarta Barat dan Utara

Ada 9 Titik Krisis Air Bersih di Jakarta Barat dan Utara

Megapolitan
Penjagaan Polres Depok Diperketat Imbas Bom Bunuh Diri di Astanaanyar

Penjagaan Polres Depok Diperketat Imbas Bom Bunuh Diri di Astanaanyar

Megapolitan
Polisi Temukan Buli-buli di TKP Sekeluarga Tewas di Kalideres, Apa Itu?

Polisi Temukan Buli-buli di TKP Sekeluarga Tewas di Kalideres, Apa Itu?

Megapolitan
Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Rudolf Tobing Bunuh Teman Perempuan di Apartemen

Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Rudolf Tobing Bunuh Teman Perempuan di Apartemen

Megapolitan
15 Titik Ruas Jalan Pulau Panggang yang Rusak Diperbaiki dengan Alat Seadanya

15 Titik Ruas Jalan Pulau Panggang yang Rusak Diperbaiki dengan Alat Seadanya

Megapolitan
Alasan Soleh Begitu Dicintai Karyawan Kantor Pajak Serpong hingga Diangkat Jadi 'Pegawai'

Alasan Soleh Begitu Dicintai Karyawan Kantor Pajak Serpong hingga Diangkat Jadi "Pegawai"

Megapolitan
Resmi Direkrut, 1.097 Karyawan Palyja dan Aetra Teken Surat Kerja di Bawah PAM Jaya

Resmi Direkrut, 1.097 Karyawan Palyja dan Aetra Teken Surat Kerja di Bawah PAM Jaya

Megapolitan
Parkir Liar di Ibu Kota Bisa Hasilkan Miliaran Rupiah, ke Mana Mengalirnya?

Parkir Liar di Ibu Kota Bisa Hasilkan Miliaran Rupiah, ke Mana Mengalirnya?

Megapolitan
Detik-detik Pria Gendong Balita Anak Pacar yang Tewas Dianiaya, Buru-buru saat Masuk Lift

Detik-detik Pria Gendong Balita Anak Pacar yang Tewas Dianiaya, Buru-buru saat Masuk Lift

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.