Ahok Nilai Sistem ERP Paling Tepat untuk Menekan Kemacetan

Kompas.com - 19/05/2016, 15:45 WIB
Perangkat ERP di Kuningan, Jakarta Selatan Kompas.com/Kurniasari AzizahPerangkat ERP di Kuningan, Jakarta Selatan
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan, cara paling ampuh untuk menekan kemacetan di Jakarta adalah dengan penerapan jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP).

"Kamu bisa enggak ngelarang orang beli mobil masuk ke Jakarta? Enggak bisa," kata Ahok di Jakarta, Kamis (19/5/2016).

Namun, ERP belum dapat dilaksanakan segera. Untuk itu, pihaknya mewacanakan penerapan sistem pengendalian berdasarkan nomor pelat, yaitu ganjil dan genap.

Pada hari tertentu, misalnya, mobil berpelat nomor ganjil boleh melintas di jalanan dan yang bernomor genap dilarang. Demikian sebaliknya, saat yang berpelat genap boleh jalan, yang berpelat ganjil dilarang.


Sistem pelat nomor polisi ganjil genap itu merupakan kebijakan yang akan dilakukan sebelum pelaksanaan ERP. Namun, sistem itu pun harus dikaji terlebih dahulu.

"Makanya, kebijakan paling benar tetap ERP dan uang ERP itu bisa buat membantu naik bus (subsidi silang)," kata Ahok.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi tak sepakat dengan wacana pengendalian berdasarkan nomor pelat itu untuk menggantikan peraturan three in one yang telah dihapus.

Prasetio menyarankan untuk menegakkan Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi. Pasal 140 perda itu menyatakan, orang atau badan usaha yang membeli mobil harus memiliki garasi. 

"Jadi, tinggal implementasinya saja. Kalau mau punya 10 mobil ya silakan, tetapi harus ada garasi yang muat 10 mobil. Kalau enggak punya, jangan beli," ujar Prasetio.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Optimistis Akan Lampaui Target Terciptanya 200.000 Wirausaha Baru

Pemprov DKI Optimistis Akan Lampaui Target Terciptanya 200.000 Wirausaha Baru

Megapolitan
Kerap Masuk ke Permukiman, Kawanan Monyet Liar Resahkan Warga Bogor

Kerap Masuk ke Permukiman, Kawanan Monyet Liar Resahkan Warga Bogor

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemalsu KTP PSK di Bawah Umur

Polisi Tangkap Pemalsu KTP PSK di Bawah Umur

Megapolitan
4 Pelajar Ditangkap, Diduga Keroyok Korban hingga Tewas Saat Tawuran

4 Pelajar Ditangkap, Diduga Keroyok Korban hingga Tewas Saat Tawuran

Megapolitan
BK DPRD Depok Akan Beri Seragam agar Anggota Dewan Disiplin

BK DPRD Depok Akan Beri Seragam agar Anggota Dewan Disiplin

Megapolitan
Tanpa Pelampung dan Tak Pandai Berenang, Fitra Tenggelam Usai Tolong Teman

Tanpa Pelampung dan Tak Pandai Berenang, Fitra Tenggelam Usai Tolong Teman

Megapolitan
Tawuran Pelajar di Kebayoran Baru, Sejumlah Pelajar Dibawa Polisi

Tawuran Pelajar di Kebayoran Baru, Sejumlah Pelajar Dibawa Polisi

Megapolitan
Sudinkes Pastikan Obat Keras Hexymer Tidak Beredar di Puskesmas Kawasan Jakarta Utara

Sudinkes Pastikan Obat Keras Hexymer Tidak Beredar di Puskesmas Kawasan Jakarta Utara

Megapolitan
Dato Sri Tahir: Banjir Era Anies Lebih Cepat Surut Dibanding Gubernur Sebelumnya

Dato Sri Tahir: Banjir Era Anies Lebih Cepat Surut Dibanding Gubernur Sebelumnya

Megapolitan
Atap SMKN 24 Jaktim Roboh, DPRD DKI Cium Indikasi Kecurangan Saat Rehab

Atap SMKN 24 Jaktim Roboh, DPRD DKI Cium Indikasi Kecurangan Saat Rehab

Megapolitan
Tolak Tawaran Damai, Keluarga Korban Pemerkosaan Minta Polisi Tindak Oknum PNS Papua

Tolak Tawaran Damai, Keluarga Korban Pemerkosaan Minta Polisi Tindak Oknum PNS Papua

Megapolitan
Anies Klaim Pemprov DKI Telah Ciptakan 111.000 Wirausaha hingga Akhir 2019

Anies Klaim Pemprov DKI Telah Ciptakan 111.000 Wirausaha hingga Akhir 2019

Megapolitan
Oknum PNS Papua yang Diduga Perkosa Remaja Putri Sudah Diperiksa Polisi

Oknum PNS Papua yang Diduga Perkosa Remaja Putri Sudah Diperiksa Polisi

Megapolitan
Sudinkes Jakut Pastikan Klinik yang Miliki Jutaan Butir Psikotropika di Koja Ilegal

Sudinkes Jakut Pastikan Klinik yang Miliki Jutaan Butir Psikotropika di Koja Ilegal

Megapolitan
Polsek Tanjung Duren Kejar Perampok Bercelurit yang Bawa Kabur Tempe Goreng dari Warteg

Polsek Tanjung Duren Kejar Perampok Bercelurit yang Bawa Kabur Tempe Goreng dari Warteg

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X