PT Transjakarta Berencana Beli 250 Bus dan Akan Dioperasikan Gratis

Kompas.com - 23/05/2016, 18:57 WIB
Warga rusun Marunda antre untuk naik bus pengumpan atau feeder di halte Rusunawa Marunda, Jakarta Utara, Senin (18/1/2016). 



Andri Donnal PuteraWarga rusun Marunda antre untuk naik bus pengumpan atau feeder di halte Rusunawa Marunda, Jakarta Utara, Senin (18/1/2016).
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berencana membeli 250 unit bus dengan desain dek rendah (lower deck). Bus-bus itu akan dioperasikan di jalur kiri, bukan di busway, sebagai bus gratis untuk warga.

"Rencananya, kami mau membeli 250 unit bus lower deck. Dengan begitu, kami bisa mengakomodasi kebutuhan transportasi bagi para penyandang disabilitas," kata Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama di Jakarta, Senin (23/5/2016).

Bus-bus itu juga akan dioperasikan di jalur kiri, bukan di jalur khusus bus transjakarta (busway).

"Selain itu, rencananya, bus-bus lower deck tersebut akan kami gratiskan. Jadi, penumpang tidak perlu bayar untuk menaikinya. Makanya, kami operasikan di jalur kiri, bukan di busway," ujar Basuki.

Dengan demikian, dia mengharapkan akan semakin banyak warga yang meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono mengungkapkan, pihaknya telah menyediakan anggaran Rp 750 miliar untuk pembelian bus lower deck.

Lebih lanjut, dia menuturkan, untuk proses pembelian, saat ini pihaknya masih menunggu proses di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

"Pembelian akan dilakukan melalui katalog elektronik atau e-katalog LKPP. Kami menargetkan pada akhir 2016 atau awal 2017, bus-bus lower deck itu sudah bisa dioperasikan," ungkap Budi.



Sumber ANTARA
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Megapolitan
Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

Megapolitan
Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Megapolitan
Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Megapolitan
Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Megapolitan
Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Megapolitan
FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

Megapolitan
Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

Megapolitan
MER-C Sebut Rizieq Shihab Dapat Perlakuan Tak Beretika dari Bima Arya

MER-C Sebut Rizieq Shihab Dapat Perlakuan Tak Beretika dari Bima Arya

Megapolitan
Kasus Meningkat, Pusat Karantina Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Hampir Penuh

Kasus Meningkat, Pusat Karantina Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Hampir Penuh

Megapolitan
RS Ummi Dapat Teguran Keras, MER-C: Seharusnya Bima Arya Percaya Penuh pada RS

RS Ummi Dapat Teguran Keras, MER-C: Seharusnya Bima Arya Percaya Penuh pada RS

Megapolitan
Di Tengah Polemik Tes Swab, Rizieq Shihab Pergi Tinggalkan RS Ummi

Di Tengah Polemik Tes Swab, Rizieq Shihab Pergi Tinggalkan RS Ummi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X