Anak-anak Sering Abaikan Keselamatan Saat Memburu Suara "Telolet" Bus

Kompas.com - 23/05/2016, 21:24 WIB
Anak-anak di Ungaran, Kabupaten Semarang tengah menunggu bus malam yang lewat di Jl Diponegoro Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (11/5/2016) sore. Mereka menantikan bus yang membunyikan klakson telolet untuk direkam dan diunggah ke media sosial. Kompas.com/ Syahrul MunirAnak-anak di Ungaran, Kabupaten Semarang tengah menunggu bus malam yang lewat di Jl Diponegoro Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (11/5/2016) sore. Mereka menantikan bus yang membunyikan klakson telolet untuk direkam dan diunggah ke media sosial.
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com — Anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) di berbagai kota di Jawa, termasuk di sekitar Jakarta, punya hobi baru, yaitu memburu suara klakson bus antarkota. Suara klakson bus itu dikenal dengan sebutan "telolet".

Maka dari itu, jangan heran jika di pinggir jalan atau di dalam terminal bus, ada segerombolan anak kecil "menodongkan" telepon genggam mereka untuk merekam suara "telolet" bus yang sangat unik.

Namun, sering kali hobi tersebut membahayakan nyawa mereka. Saat keasyikan merekam suara klakson bus, anak-anak tersebut sering mengabaikan keselamatannya sendiri.

Akmal, seorang penjaga gerbang Terminal Poris Plawad di Tangerang, Banten, menuturkan bahwa sering sekali anak-anak tersebut berlari-lari di dalam ataupun di depan pintu keluar terminal hanya untuk mengabadikan suara "teolet" bus. Padahal, ada banyak bus yang berlalu lalang di terminal dengan kecepatan tinggi.


"Mereka di sini memang tidak mengganggu, tetapi keselamatannya itu loh. Kadang mereka gak nengok-nengok kalau ada bus yang lewat. Padahal, bus-bus itu melaju kencang, tetapi alhamdulillah belum pernah ada korban," ujar Akmal kepada Kompas.com, Sabtu (21/5/2016).

Ia menuturkan, tidak ada larangan untuk anak-anak tersebut membuat video bus-bus yang melintas di dalam atau di luar terminal. Tak jarang, Akmal melihat anak-anak itu diantar atau dijemput oleh orangtua mereka sendiri.

Menurut dia, Sabtu dan Minggu merupakan puncak anak-anak berkumpul di terminal untuk memburu suara "telolet" klakson bus. Sejak pukul 12.00 WIB, puluhan anak memadati terminal dengan smartphone di tangan mereka.

Di Terminal Poris, aktivitas semacam itu dimulai sekitar setahun yang lalu. "Dulu banyak orang dewasa dan anak kuliah yang sering ngerekam, tetapi sekarang-sekarang ini anak kuliahnya pergi. Sekarang mereka (anak-anak SD/SMP) yang ngerekam di sini," ujar Akmal.

Kegiatan merekam suara "telolet" bus oleh anak-anak usia SD saat ini menjadi fenomena di berbagai tempat. Berbagai video hasil rekaman mereka tersebar di media sosial.

Jika penasaran, masukkan kata kunci "telolet" di YouTube, sejumlah video tentang "telolet" pun akan muncul.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Ojol Datangi Polres Jaktim Minta Polisi Tindak Mata Elang

Puluhan Ojol Datangi Polres Jaktim Minta Polisi Tindak Mata Elang

Megapolitan
Diperiksa Polisi, Tas Mencurigakan di Kembangan Berisi Buku hingga Kerupuk

Diperiksa Polisi, Tas Mencurigakan di Kembangan Berisi Buku hingga Kerupuk

Megapolitan
Dua Dosen Ditangkap Disangka Cemarkan Nama Baik Rektor Unima

Dua Dosen Ditangkap Disangka Cemarkan Nama Baik Rektor Unima

Megapolitan
Kronologi Keributan Kelompok Ojol dengan 2 Mata Elang di Rawamangun

Kronologi Keributan Kelompok Ojol dengan 2 Mata Elang di Rawamangun

Megapolitan
Polisi Periksa Tas Hitam Mencurigakan yang Tergeletak di Jalan Mawar Kembangan

Polisi Periksa Tas Hitam Mencurigakan yang Tergeletak di Jalan Mawar Kembangan

Megapolitan
Saksi: Seorang Pengemudi Ojol Terluka Sayat Saat Ribut dengan Mata Elang

Saksi: Seorang Pengemudi Ojol Terluka Sayat Saat Ribut dengan Mata Elang

Megapolitan
Kasus Pemukulan Kucing hingga Mati di Bekasi Berakhir Damai

Kasus Pemukulan Kucing hingga Mati di Bekasi Berakhir Damai

Megapolitan
Sidang Dugaan Kriminalisasi Sopir Taksi Online, Saksi Bantah Keterangan dalam BAP

Sidang Dugaan Kriminalisasi Sopir Taksi Online, Saksi Bantah Keterangan dalam BAP

Megapolitan
Polisi Anjurkan Sopir Taksi Online Ari Darmawan Serahkan Uang Jutaan Rupiah untuk Berdamai

Polisi Anjurkan Sopir Taksi Online Ari Darmawan Serahkan Uang Jutaan Rupiah untuk Berdamai

Megapolitan
BMKG: Wilayah Jabotabek Diprediksi Hujan Disertai Angin Kencang Malam Ini

BMKG: Wilayah Jabotabek Diprediksi Hujan Disertai Angin Kencang Malam Ini

Megapolitan
DPR Panggil Ketua DPRD DKI untuk Diskusi soal Revitalisasi TIM

DPR Panggil Ketua DPRD DKI untuk Diskusi soal Revitalisasi TIM

Megapolitan
Dipicu Masalah Kredit Motor, Mata Elang dan Pengemudi Ojol Ribut di Rawamangun

Dipicu Masalah Kredit Motor, Mata Elang dan Pengemudi Ojol Ribut di Rawamangun

Megapolitan
Pembuat Kosmetik Ilegal di Depok Racik Bahan Kimia Berdasar Pengalaman Kerja

Pembuat Kosmetik Ilegal di Depok Racik Bahan Kimia Berdasar Pengalaman Kerja

Megapolitan
Pemukul Kucing hingga Mati di Bekasi Tidak Ditahan

Pemukul Kucing hingga Mati di Bekasi Tidak Ditahan

Megapolitan
Kosmetik Ilegal Produksi di Depok Diedarkan ke Dokter Kulit hingga Klinik Kecantikan di Jakarta

Kosmetik Ilegal Produksi di Depok Diedarkan ke Dokter Kulit hingga Klinik Kecantikan di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X