PD Pasar Jaya Minta Pasar Takjil Tak Tutupi Akses Masuk Pasar Benhil

Kompas.com - 24/05/2016, 12:38 WIB
Aneka makanan untuk berbuka puasa dijual di Pasar Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta, Selasa (23/6/2015). Setiap bulan Ramadhan, pasar tersebut selalu padat dengan pengunjung yang berburu santapan untuk berbuka puasa. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESAneka makanan untuk berbuka puasa dijual di Pasar Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta, Selasa (23/6/2015). Setiap bulan Ramadhan, pasar tersebut selalu padat dengan pengunjung yang berburu santapan untuk berbuka puasa.
|
EditorIndra Akuntono

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan Daerah (PD) Pasar Jaya berharap pasar takjil yang beroperasi pada Bulan Ramadhan tidak menutupi akses masuk ke Pasar Bendungan Hilir (Benhil).

Pasalnya, kondisi tempat penampungan sementara Pasar Benhil saat ini cukup sempit dan hanya memiliki satu jalan sebagai akses masuk.

"Kalau pun ada (pasar takjil), kami berharap jangan ganggu akses kami. Mulai dari parkir motor sampai pintu masuk," kata Kepala Humas PD Pasar Jaya, Gatra Vagaza saat dihubungi Kompas.com di Jakarta, Selasa (23/5/2016).

Keberadaan pasar takjil Benhil menurutnya bukan urusan PD Pasar Jaya. Para pedagang berada di luar area Pasar Benhil dan diurus pemegang wilayah, yakni kelurahan, kecamatan dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat.

"Karena yang kita kelola hanya dibatas pagar kita. Kalau lewat batas pagar, itu lingkungan (kelurahan, kecamatan dan pemkot) punya," kata Gatra.

Kendati demikian, PD Pasar Jaya berharap ada koordinasi jika pasar takjil Benhil tetap diadakan. Pasalnya, kondisi Pasar Benhil semakin sempit.

"Sampai saat ini belum ada surat apapun di Benhil itu. Sekarang kondisinya memang agak berbeda. Dulu tempat parkirannya ada. Kalau sekarang, enggak," kata Gatra.

Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede sebelumnya menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menertibkan pedagang takjil di Bendungan Hilir, yang biasanya menjamur pada saat Bulan Ramadhan.

Hampir setiap Bulan Ramadhan, kawasan Benhil akan dipenuhi pedagang hidangan, terutama makanan untuk berbuka puasa, mulai dari jajanan pasar hingga makanan utama.

"Kawasan Benhil itu trade mark-nya kan jajanan takjil Ramadhan. Mereka tidak kami tertibkan, tapi akan kami tata," kata Mangara, di Balai Kota, Senin (23/5/2016).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Megapolitan
Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Megapolitan
Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Megapolitan
Debat Pilkada Depok Memanas, Afifah Merasa Dilecehkan oleh Imam Budi Hartono

Debat Pilkada Depok Memanas, Afifah Merasa Dilecehkan oleh Imam Budi Hartono

Megapolitan
Afifah Sindir Hasil 15 Tahun PKS Berkuasa di Depok, Imam: Jawabnya Terlalu Jauh

Afifah Sindir Hasil 15 Tahun PKS Berkuasa di Depok, Imam: Jawabnya Terlalu Jauh

Megapolitan
Debat Pilkada Depok, Imam dan Pradi Malah Saling Tuduh soal Singkatan

Debat Pilkada Depok, Imam dan Pradi Malah Saling Tuduh soal Singkatan

Megapolitan
Imam Mengaku 20 Tahun Bekerja untuk Depok, Afifah: Yang Terjadi Kita Jauh Tertinggal

Imam Mengaku 20 Tahun Bekerja untuk Depok, Afifah: Yang Terjadi Kita Jauh Tertinggal

Megapolitan
UPDATE 4 Desember: Pasien Covid-19 di Tangerang Kota Tembus 402, Terbanyak dari Karawaci

UPDATE 4 Desember: Pasien Covid-19 di Tangerang Kota Tembus 402, Terbanyak dari Karawaci

Megapolitan
Jelang Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Mengaku Dapat Wejangan dari Ma'ruf Amin

Jelang Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Mengaku Dapat Wejangan dari Ma'ruf Amin

Megapolitan
Debat Pilkada Depok, Pradi Salah Sebut Nomor Urut Sendiri

Debat Pilkada Depok, Pradi Salah Sebut Nomor Urut Sendiri

Megapolitan
TPU Pondok Ranggon Penuh, Pemakaman Jenazah Covid-19 di TPU Tegal Alur Naik Dua Kali Lipat

TPU Pondok Ranggon Penuh, Pemakaman Jenazah Covid-19 di TPU Tegal Alur Naik Dua Kali Lipat

Megapolitan
30 Guru dan Karyawan Positif Covid-19, MAN 22 Baru Adakan Sekolah Tatap Muka Februari 2021

30 Guru dan Karyawan Positif Covid-19, MAN 22 Baru Adakan Sekolah Tatap Muka Februari 2021

Megapolitan
Idris Bantah jika Depok Disebut Kota Intoleran

Idris Bantah jika Depok Disebut Kota Intoleran

Megapolitan
Debat Pilkada Depok, Pradi: Lembaga Banyak Dikuasai Kelompok Pak Idris

Debat Pilkada Depok, Pradi: Lembaga Banyak Dikuasai Kelompok Pak Idris

Megapolitan
Persiapan TPU Rorotan untuk Jenazah Pasien Covid-19 Sudah Capai 70 Persen

Persiapan TPU Rorotan untuk Jenazah Pasien Covid-19 Sudah Capai 70 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X