Ahok Minta Lurah Identifikasi Anak Autis dan "Down Syndrome"

Kompas.com - 24/05/2016, 19:12 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan keluarga menonton konser Joey Alexander di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (22/5/2016) malam. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan keluarga menonton konser Joey Alexander di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (22/5/2016) malam.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meminta semua lurah di Jakarta mengidentifikasi anak-anak penyandang autisme dan down syndrome yang ada di wilayahnya masing-masing.

Ahok mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin menyediakan fasilitas untuk anak-anak tersebut. Pernyataan itu ia sampaikan seusai menerima kunjungan siswa autis dan down syndrome dari Yayasan Harapan Citra Kasih Bangsa di Balai Kota, Selasa (24/5/2016).

Kunjungan dilakukan dalam rangka program belajar sekolah mengenai "Negaraku".

"Sekarang kita harus pikirkan bagaimana anak yang terpencar-terpencar ini bisa kita jemput pakai bus sekolah. Kalau anak yang mampu kan gampang, kalau yang tidak mampu? Bagaimana bisa datang ke sekolah? Nah, kami mau nanti ada bus sekolah yang menjemput mereka," kata Ahok.

Selain itu, Ahok juga meminta agar lurah berperan sebagai orang tua asuh bagi anak-anak penyandang autis dan down syndrome. Jika lurah tidak melakukan hal itu, ia mengancam tidak akan segan-segan mencopot lurah itu dari jabatannya.

"Kalau menghadapi anak keterbelakangan mental tidak boleh nganggap, 'ah ini orang aneh ni'. Mereka itu warga istimewa. Kamu mesti urus," ujar Ahok.

Saat kunjungan para siswa autis dan down syndrome itu ke Balai Kota, Ahok dan para siswa sempat menonton bareng film bertemakan dinosaurus yang memiliki perbedaan dengan saudaranya. Pada momen itu, Ahok mengaku sempat terharu karena jadi teringat anak dari salah satu sahabatnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Ahok, sahabat itu memperlakukan anaknya seperti anak kebanyakan. Tujuannya ialah agar si anak merasa bahwa ia juga sama seperti yang lain.

"Anak pertama teman saya itu lahir dengan kondisi autisme. Itu memang tidak mudah. Pertama, kami juga agak kaget. Kok cuek, apa gitu. Tetapi, lama-lama kami jadi mulai mengerti," kata Ahok.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Akan Libatkan KNKT untuk Audit Kecelakan Berulang Transjakarta

Pemprov DKI Akan Libatkan KNKT untuk Audit Kecelakan Berulang Transjakarta

Megapolitan
Polisi Periksa 4 Saksi untuk Selidiki Penyebab Kebakaran Gedung Cyber

Polisi Periksa 4 Saksi untuk Selidiki Penyebab Kebakaran Gedung Cyber

Megapolitan
Kejari Jakarta Pusat Belum Tentukan Jadwal Sidang Jerinx

Kejari Jakarta Pusat Belum Tentukan Jadwal Sidang Jerinx

Megapolitan
Polisi Penembak 2 Orang di Exit Tol Bintaro Dinonaktifkan dari Satuan PJR Polda Metro Jaya

Polisi Penembak 2 Orang di Exit Tol Bintaro Dinonaktifkan dari Satuan PJR Polda Metro Jaya

Megapolitan
Sumur Resapan Tak Cocok di Jakarta, Ahli BRIN: Nanti Hanya jadi Kolam

Sumur Resapan Tak Cocok di Jakarta, Ahli BRIN: Nanti Hanya jadi Kolam

Megapolitan
Waduk Halim Perdanakusuma Akan Mulai Dikeruk Besok

Waduk Halim Perdanakusuma Akan Mulai Dikeruk Besok

Megapolitan
Atlantis Ancol Dibuka Mulai Besok, Ini Syarat Masuknya

Atlantis Ancol Dibuka Mulai Besok, Ini Syarat Masuknya

Megapolitan
Crane Terguling dan Timpa Rumah di Depok 1,5 Bulan Lalu, Ini Alasan Mengapa Baru Dievakuasi Sekarang

Crane Terguling dan Timpa Rumah di Depok 1,5 Bulan Lalu, Ini Alasan Mengapa Baru Dievakuasi Sekarang

Megapolitan
Atlantis Ancol Kembali Dibuka Mulai Sabtu Besok

Atlantis Ancol Kembali Dibuka Mulai Sabtu Besok

Megapolitan
Kecelakaan Transjakarta Berulang, BP BUMD DKI: Indikasi Direksi Tidak Maksimal

Kecelakaan Transjakarta Berulang, BP BUMD DKI: Indikasi Direksi Tidak Maksimal

Megapolitan
Nasib Naas Dua Siswa SMK, Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber saat PKL

Nasib Naas Dua Siswa SMK, Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber saat PKL

Megapolitan
PN Tangerang Tunda Vonis Cynthiara Alona Terkait Kasus Prostitusi Anak

PN Tangerang Tunda Vonis Cynthiara Alona Terkait Kasus Prostitusi Anak

Megapolitan
Setelah 1,5 Bulan, Crane Terguling dan Timpa Rumah di Depok Akhirnya Dievakuasi

Setelah 1,5 Bulan, Crane Terguling dan Timpa Rumah di Depok Akhirnya Dievakuasi

Megapolitan
WNI yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta dari 11 Negara Ini Wajib Karantina 14 Hari

WNI yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta dari 11 Negara Ini Wajib Karantina 14 Hari

Megapolitan
Pemkab Bekasi Dorong Perangkat Daerah Maksimalkan Serapan APBD

Pemkab Bekasi Dorong Perangkat Daerah Maksimalkan Serapan APBD

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.