Jaksa Bisa Ubah Sangkaan terhadap RA, Tersangka Pembunuh EF

Kompas.com - 27/05/2016, 13:15 WIB
RA (16), tersangka pembunuh EF (19) di Kejaksaan Negeri Tangerang, Jumat (27/5/2016). KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYARA (16), tersangka pembunuh EF (19) di Kejaksaan Negeri Tangerang, Jumat (27/5/2016).
|
EditorEgidius Patnistik

TANGERANG, KOMPAS.com - Kejaksaan punya wewenang mengubah sangkaan terhadap RA (16), tersangka pembunuhan terhadap ER, seorang karyawati di Tangerang, Banten. Dia bisa dikenakan sangkaan melakukan pembunuhan atau pembunuhan berancana.

Perubahan bisa dilakukan setelah jaksa mendapat limpahan tahap dua berkas beserta barang bukti dan tersangka dari penyidik polisi.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang Andri Wiranofa mengungkapkan, kejaksaan akan meneliti kembali berkas RA. Saat ini, RA diketahui disangkakan dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

"Bisa (diubah sangkaan). Bisa semuanya kami kenakan (pasal 338 dan 340 KUHP)," kata Andri di Kejari Tangerang, Jumat (27/5/2016).

Jaksa memiliki waktu lima hari untuk memeriksa kembali berkas dan RA. Pemeriksaan demi memastikan dakwaan yang tepat sebelum diajukan ke pengadilan untuk disidang. Namun, Andri menegaskan, meskipun bisa mengubah sangkaan yang kemudian akan menjadi dakwaan, putusan tetap di tangan majelis hakim.

Dakwaan dan putusan dipastikan akan  mempertimbangkan RA yang masih dikategorikan sebagai anak di bawah umur. Saat ini, RA sendiri masih menjalani pemeriksaan sebelum resmi diserahkan ke kejaksaan.

Dari rangkaian rekonstruksi, RA diketahui merupakan orang yang membunuh EF setelah Arifin dan Imam memerkosa serta menyiksa EF terlebih dahulu. RA menggunakan gagang pacul  sebagai alat pembunuhan.

Polisi telah menjerat ketiga tersangka dengan Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Kampung Pulo Saat Banjir, Pernah Terperosok hingga Menyusui di Atas Lemari

Kisah Warga Kampung Pulo Saat Banjir, Pernah Terperosok hingga Menyusui di Atas Lemari

Megapolitan
Kuasa Hukum: Bukti Tidak Kuat, John Kei Harus Bebas

Kuasa Hukum: Bukti Tidak Kuat, John Kei Harus Bebas

Megapolitan
Varian Baru Corona Masuk Indonesia, Wagub DKI Minta Masyarakat Waspada

Varian Baru Corona Masuk Indonesia, Wagub DKI Minta Masyarakat Waspada

Megapolitan
Kota Bekasi Catat 781 Kasus Baru Covid-19, 21 Pasien Meninggal

Kota Bekasi Catat 781 Kasus Baru Covid-19, 21 Pasien Meninggal

Megapolitan
Satu Tahun Covid-19, Saat Warga Sudah Capek dan Berharap Pandemi Segera Berlalu..

Satu Tahun Covid-19, Saat Warga Sudah Capek dan Berharap Pandemi Segera Berlalu..

Megapolitan
Siswa SMA Racik Ganja Sintetis, Polisi: Diedarkan ke Para Remaja

Siswa SMA Racik Ganja Sintetis, Polisi: Diedarkan ke Para Remaja

Megapolitan
Guru di Depok Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19: Biar Bisa Tatap Muka dengan Murid

Guru di Depok Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19: Biar Bisa Tatap Muka dengan Murid

Megapolitan
Dihubungi Anak Buah John Kei, Putra Nus Kei: Bung John Mau Bunuh Bapak

Dihubungi Anak Buah John Kei, Putra Nus Kei: Bung John Mau Bunuh Bapak

Megapolitan
Pemkot Tangerang Siap Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Juli Mendatang

Pemkot Tangerang Siap Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Juli Mendatang

Megapolitan
Pimpinan DPRD DKI: Anggota Dewan Minta Keluarga Ikut Divaksin Covid-19

Pimpinan DPRD DKI: Anggota Dewan Minta Keluarga Ikut Divaksin Covid-19

Megapolitan
Wagub DKI Bersyukur Jakarta Keluar dari Zona Merah

Wagub DKI Bersyukur Jakarta Keluar dari Zona Merah

Megapolitan
Mimpi Ibu Guru Siti Noorzanah, Bisa Mengajar Tatap Muka Sebelum Pensiun

Mimpi Ibu Guru Siti Noorzanah, Bisa Mengajar Tatap Muka Sebelum Pensiun

Megapolitan
Pemprov DKI Tolak Permintaan Vaksinasi Covid-19 untuk Keluarga Anggota DPRD

Pemprov DKI Tolak Permintaan Vaksinasi Covid-19 untuk Keluarga Anggota DPRD

Megapolitan
Mantan Anak Buah Mengaku Pernah Diperintah John Kei Tagih Rp 1 Miliar ke Nus Kei

Mantan Anak Buah Mengaku Pernah Diperintah John Kei Tagih Rp 1 Miliar ke Nus Kei

Megapolitan
Ketika Keluarga Anggota DPRD DKI Jakarta Turut Masuk Vaksinasi Tahap 2 saat Vaksin Covid-19 Masih Terbatas...

Ketika Keluarga Anggota DPRD DKI Jakarta Turut Masuk Vaksinasi Tahap 2 saat Vaksin Covid-19 Masih Terbatas...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X