Kompas.com - 28/05/2016, 07:51 WIB
Sampah menumpuk di pintu masuk terowongan Sungai Buaran yang berada di bawah Kalimalang, Jakarta Timur, seperti terlihat, Rabu (18/5/2016). Masih banyaknya sampah dan limbah rumah tangga yang dibuang ke sungai memicu kerusakan lingkungan dan banjir. KOMPAS/HARRY SUSILOSampah menumpuk di pintu masuk terowongan Sungai Buaran yang berada di bawah Kalimalang, Jakarta Timur, seperti terlihat, Rabu (18/5/2016). Masih banyaknya sampah dan limbah rumah tangga yang dibuang ke sungai memicu kerusakan lingkungan dan banjir.
EditorTri Wahono

Sebagian alur Kali Cakung menghilang setelah terpotong Kanal Timur. Alur sungai kembali terlihat sekitar 300 meter dari Kanal Timur, tepatnya di kawasan Rawa Bebek, Kelurahan Pulogebang. Bentuknya serupa selokan selebar 1 meter.

Alur Kali Cakung kembali melebar di Kelurahan Penggilingan yang berada di sebelah barat Pulogebang. Lebar alur sungai itu mencapai 4 meter-5 meter.

Dikatakan Iskandar, hilangnya alur akibat pembangunan kanal itu tak mengganggu sungai. Namun, untuk selanjutnya, sungai-sungai itu tetap harus ditata agar terjaga dari perubahan fungsi lahan untuk hunian.

Karena fungsinya sebagai drainase, air di Kali Cakung dan Buaran setelah terpotong Kanal Timur pun lebih hitam. Sampah juga semakin banyak karena permukiman kian padat dibandingkan dengan di hulu. Dengan air yang hitam, Kali Cakung masih jadi sumber pengairan hampir 1 hektar sawah di Ujung Menteng.

Tak semua alur ketiga sungai itu kondisinya buruk. Alur Kali Jati Kramat di belakang kompleks Kavling DKI Pondok Kelapa masih terjaga keasriannya. Kanan dan kiri sungai itu masih hijau dan aliran airnya jernih. Tak ditemukan sampah mengambang di atas aliran itu.

Ristomo, ketua RW di kompleks itu, mengungkapkan, Kali Jati Kramat tetap terjaga karena warga kompleks mengelola sampah secara mandiri. "Kami menggunakan tenaga kebersihan untuk mengangkut sampah rumah tangga sehingga tak ada yang buang sampah ke kali," katanya.

Sebaliknya, di hilir tempat bertemunya Kali Buaran dan Kali Cakung, tepatnya di Kelurahan Rawa Terate, Cakung, air kedua sungai bercampur menjadi hitam pekat dan berbau menyengat. Di sekitar kedua sungai itu berdiri industri dan permukiman. Gelontoran limbah industri dan rumah tangga berkontribusi atas kerusakan itu.

"Dulu air masih jernih dan banyak ikan. Sejak banyak pabrik dan rumah, air jadi hitam begini," kata Edi Martadi (57), warga Rawa Terate, yang tinggal di tepi Kali Buaran.

Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana mengakui belum memantau pencemaran di Kali Buaran dan Kali Cakung. "Sementara ini kami konsentrasi pada pengawasan limbah di Pasar Rebo. Nanti akan kami pantau," katanya. (ILO/WAD/IRE/MDN)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 23 Mei 2016, di halaman 25 dengan judul "Tiga Sungai Menghidupkan Timur Jakarta".

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi Hari Ini, 8 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi Hari Ini, 8 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Depok Hari Ini, 8 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Depok Hari Ini, 8 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 8 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 8 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 8 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 8 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 8 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 8 Mei 2021

Megapolitan
Pasar Tanah Abang Tutup 12-18 Mei, Pengelola: Libur Lebaran dan Perawatan

Pasar Tanah Abang Tutup 12-18 Mei, Pengelola: Libur Lebaran dan Perawatan

Megapolitan
UPDATE 7 Mei: Tambah 19 Kasus di Kota Tangerang, 204 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 7 Mei: Tambah 19 Kasus di Kota Tangerang, 204 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Kasus Pria Pukul Bocah Berujung Damai, Kejari Kota Tangerang Terapkan Restorative Justice

Kasus Pria Pukul Bocah Berujung Damai, Kejari Kota Tangerang Terapkan Restorative Justice

Megapolitan
Bentrokan Antar-Kelompok Terjadi di Pejaten Timur

Bentrokan Antar-Kelompok Terjadi di Pejaten Timur

Megapolitan
Dua Skenario Polisi Antisipasi Masuknya Pemudik ke Kota Bogor

Dua Skenario Polisi Antisipasi Masuknya Pemudik ke Kota Bogor

Megapolitan
Hindari Motor, Mobil Pajero Terbalik Setelah Tabrak Lampu Merah di Cideng Timur

Hindari Motor, Mobil Pajero Terbalik Setelah Tabrak Lampu Merah di Cideng Timur

Megapolitan
Hari Kedua Larangan Mudik, Hanya 25 Orang Berangkat dari Terminal Kalideres

Hari Kedua Larangan Mudik, Hanya 25 Orang Berangkat dari Terminal Kalideres

Megapolitan
UPDATE 7 Mei: Tambah 783 Kasus di Jakarta, 22 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE 7 Mei: Tambah 783 Kasus di Jakarta, 22 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Putuskan Tempat Wisata Tetap Dibuka Saat Libur Lebaran

Pemprov DKI Putuskan Tempat Wisata Tetap Dibuka Saat Libur Lebaran

Megapolitan
Polisi Sekat 58 Kendaraan yang Melintas di Posko Penyekatan dan Posko Check Point Kota Tangerang

Polisi Sekat 58 Kendaraan yang Melintas di Posko Penyekatan dan Posko Check Point Kota Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X