Kompas.com - 29/05/2016, 15:21 WIB
Jajaran aparat kepolisian dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menggelar Operasi Patuh Jaya 2016 di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta pada Jumat (20/5/2016). Akhdi martin pratamaJajaran aparat kepolisian dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menggelar Operasi Patuh Jaya 2016 di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta pada Jumat (20/5/2016).
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 100.000 pelanggar lalu lintas ditilang selama 13 hari operasi patuh berlangsung.

Sampai Sabtu (28/5), tercatat total sudah sebanyak 100.447 pelanggar yang ditilang.

Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budiyanto, mengatakan, selain menilang, polisi juga memberikan teguran kepada 8.495 pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas lainnya.

Sementara dari 100.447 pelanggar yang ditilang, polisi menyita barang bukti 36.684 lembar Surat Izin Mengemudi (SIM), 63.348 lembar Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), 408 motor dan 7 unit mobil pribadi karena tidak dilengkapi surat-surat yang sah.

"Pelanggar tertinggi masih motor," kata Budiyanto.

Sampai 28 Mei ini, sudah ada 72.471 pemotor yang ditilang, disusul kendaraan pribadi sebanyak 8.914, Mikrolet sebanyak 7.397, taksi 5.028 pelanggar, kendaraan barang 3.080, bus 1.923 pelanggar serta Metro Mini aebanyak 1.634 pelanggar.

Sementara jenis pelanggaran lalu lintas yang paling banyak adalah melanggar rambu-rambu seperti stop line, busway, lawan arus dan lainnya, dengan angka 68.357. Di samping itu, banyak pelanggar juga yang tidak melengkapi surat-surat kendaraan sebanyak 11.241 pelanggar.

Jenis pelanggaran ketiga tertinggi yakni pemotor yang tidak memakai helm sebanyak 7.551. Masih pelanggaran oleh pemotor yakni tidak menyalakan lampu pada siang hari sebanyak 4.621 pelanggaran.

Selama 13 hari operasi, kecelakaan lalu lintas tercatat ada 130 kejadian. Dari angka tersebut, 140 orang jadi korban dengan perincian 14 orang tewas, 34 luka berat dan 92 luka ringan dan kerugian materi akibat kecelakaan sebesar Rp 415.450.000.

Kecelakaan itu paling banyak melibatkan motor yaitu 110 motor, 8 unit angkutan umum, 40 mobil pribadi, 31 kendaraan barang, 6 bus, dan sepeda angin 2 unit. (Theo Yonathan Simon Laturiuw)



Sumber Warta Kota
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan PNS Jakarta Ogah Naik Jabatan, Ketua Komisi A: Mereka Malas

Ratusan PNS Jakarta Ogah Naik Jabatan, Ketua Komisi A: Mereka Malas

Megapolitan
Pemudik Ini Tak Kapok Dipaksa Putar Balik 5 Kali di Kedungwaringin Demi Jumpa Anak di Tegal

Pemudik Ini Tak Kapok Dipaksa Putar Balik 5 Kali di Kedungwaringin Demi Jumpa Anak di Tegal

Megapolitan
Kapolda Metro: 310 Kilogram Sabu yang Diselundupkan dari Iran Bernilai Rp 400 Miliar

Kapolda Metro: 310 Kilogram Sabu yang Diselundupkan dari Iran Bernilai Rp 400 Miliar

Megapolitan
Wali Kota Tangerang: Pemudik yang Kembali Harus Bawa Surat Bebas Covid-19, atau Pulang Lagi

Wali Kota Tangerang: Pemudik yang Kembali Harus Bawa Surat Bebas Covid-19, atau Pulang Lagi

Megapolitan
Selama Larangan Mudik, Sekitar 400 Calon Penumpang Kereta Api Ditolak

Selama Larangan Mudik, Sekitar 400 Calon Penumpang Kereta Api Ditolak

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Imbau Warganya Tidak Takbiran Keliling

Wali Kota Tangerang Imbau Warganya Tidak Takbiran Keliling

Megapolitan
Transjakarta Siapkan 11 Layanan Tambahan 14-16 Mei

Transjakarta Siapkan 11 Layanan Tambahan 14-16 Mei

Megapolitan
Kasus Penyelundupan 310 Kilogram Sabu, Polisi: Produsen dari Iran, Jaringan Pengedar dari Nigeria

Kasus Penyelundupan 310 Kilogram Sabu, Polisi: Produsen dari Iran, Jaringan Pengedar dari Nigeria

Megapolitan
Baznas Kota Tangerang Terima Pembayaran Zakat hingga Rabu Malam

Baznas Kota Tangerang Terima Pembayaran Zakat hingga Rabu Malam

Megapolitan
Beragam Antisipasi demi Cegah Takbiran Keliling di Jakarta, Ada Filterisasi hingga Penindakan dengan Sanksi

Beragam Antisipasi demi Cegah Takbiran Keliling di Jakarta, Ada Filterisasi hingga Penindakan dengan Sanksi

Megapolitan
Preman Minta THR ke Pedagang Pasar Ciputat, Korban: 5 Orang Datang dalam 5 Menit

Preman Minta THR ke Pedagang Pasar Ciputat, Korban: 5 Orang Datang dalam 5 Menit

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Penyekatan di Bekasi-Karawang Dibuka |Pangdam Jaya Bertekad Tumpas Premanisme

[POPULER JABODETABEK] Penyekatan di Bekasi-Karawang Dibuka |Pangdam Jaya Bertekad Tumpas Premanisme

Megapolitan
Fauzi dan Siasat Lolos dari Pos Penyekatan Mudik

Fauzi dan Siasat Lolos dari Pos Penyekatan Mudik

Megapolitan
UPDATE: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 202 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 202 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 76 Kasus di Depok, Seorang Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE: Tambah 76 Kasus di Depok, Seorang Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X