Lurah Kebon Melati Belum Laporkan Rencana Pemberhentian Ketua RW 12 ke Camat

Kompas.com - 30/05/2016, 12:31 WIB
Lurah Kebon Melati, Winetrin KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYALurah Kebon Melati, Winetrin
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Lurah Kebon Melati, Winetrin mengungkapkan rencana pemberhentian Ketua RW 12, Agus Iskandar belum dilaporkan ke atasannya, Camat Tanah Abang. Rencana itu setelah ia melakukan pertemuan dengan Agus pada Jumat (27/5/2016).

Dalam pertemuan itu, Winetrin memberikan teguran kepada Agus lantaran menolak kewajiban menggunakan via Qlue sebagai laporan lingkungannya.

"Untuk itu sampai saat ini saya belum laporkan ke atasan. Karena atasan jadwal rapat ya. Kan saya tidak bisa dong ambil langkah sendiri," kata Winetrin saat ditemui Kompas.com di Jakarta, Senin (30/5/2016).

Dalam laporan itu, Winetrin akan membeberkan perihal pertemuan dengan Agus. Saat pertemuan itu, Agus juga menerima sanksi jika tak mau menggunakan Qlue sebagai aplikasi laporan lingkungan. (Baca: Lurah Kebon Melati Benarkan Beri Teguran kepada Ketua RW 12)

Winetrin juga mengungkapkan saat ini Agus masih menjabat sebagai Ketua RW 12 Kebon Melati. Pasalnya, dirinya belum mengeluarkan SK pemberhentian.

"Saya nunggu (perintah) dong dari atasan saya. Hari ini saya akan laporan pertemuan itu (rapat dengan Agus)," kata Winetrin. (Baca: Menentang Qlue, Ketua RW Ini Mengaku Dipecat)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pohon Tumbang di Jalur Rel, Perjalanan KRL dari Tanah Abang Tak Tersedia

Pohon Tumbang di Jalur Rel, Perjalanan KRL dari Tanah Abang Tak Tersedia

Megapolitan
Pohon Tumbang di Jalur Rel Kebayoran Lama, KRL Tak Bisa Melintas

Pohon Tumbang di Jalur Rel Kebayoran Lama, KRL Tak Bisa Melintas

Megapolitan
Kritik Tugu Sepeda, Anggota DPRD: Pemprov DKI Tak Peka Kebutuhan Pesepeda

Kritik Tugu Sepeda, Anggota DPRD: Pemprov DKI Tak Peka Kebutuhan Pesepeda

Megapolitan
Ajaran Lia Eden Disebut Sesat, Mulai dari Halalkan Babi hingga Izinkan Shalat Dua Bahasa

Ajaran Lia Eden Disebut Sesat, Mulai dari Halalkan Babi hingga Izinkan Shalat Dua Bahasa

Megapolitan
Jenazah Lia Eden Akan Dikremasi

Jenazah Lia Eden Akan Dikremasi

Megapolitan
Lia Eden Meninggal Dunia pada Jumat 9 April 2021

Lia Eden Meninggal Dunia pada Jumat 9 April 2021

Megapolitan
Mengenal Lia Eden yang Mengaku Dapat Wahyu dari Malaikat Jibril

Mengenal Lia Eden yang Mengaku Dapat Wahyu dari Malaikat Jibril

Megapolitan
Seorang Karyawan Curi 14 Ponsel Dari Gerai yang Dia Jaga, Kerugian Korban Capai Rp 100 Juta

Seorang Karyawan Curi 14 Ponsel Dari Gerai yang Dia Jaga, Kerugian Korban Capai Rp 100 Juta

Megapolitan
Cara Daftar Kartu Lansia Jakarta 2021

Cara Daftar Kartu Lansia Jakarta 2021

Megapolitan
Wagub DKI Ingatkan Ada Sanksi ASN yang Nekat Mudik Lebaran

Wagub DKI Ingatkan Ada Sanksi ASN yang Nekat Mudik Lebaran

Megapolitan
Sopir Fortuner Pelaku Tabrak Lari di Bintaro Menyerahkan Diri ke Polisi

Sopir Fortuner Pelaku Tabrak Lari di Bintaro Menyerahkan Diri ke Polisi

Megapolitan
Keputusan Anies soal Kerja Sama Pengelolaan Air dengan Aetra Dipertanyakan

Keputusan Anies soal Kerja Sama Pengelolaan Air dengan Aetra Dipertanyakan

Megapolitan
Mohammed bin Zayed, Pemimpin Arab Paling Berpengaruh yang Namanya Dipakai untuk Tol Layang Japek

Mohammed bin Zayed, Pemimpin Arab Paling Berpengaruh yang Namanya Dipakai untuk Tol Layang Japek

Megapolitan
Buka Puasa Bersama di Tengah Pandemi Covid-19, Warga: Gue Pilih secara Online

Buka Puasa Bersama di Tengah Pandemi Covid-19, Warga: Gue Pilih secara Online

Megapolitan
Mudik Dilarang, AP II Tata Personel, Operasional Bandara, dan Sistem Penerbangan

Mudik Dilarang, AP II Tata Personel, Operasional Bandara, dan Sistem Penerbangan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X