Ahmad Dhani Mengaku Ditelepon Krishna Murti, Sebut Presiden Larang Demo di Depan KPK

Kompas.com - 02/06/2016, 12:32 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Musisi Ahmad Dhani mengaku dirinya ditelepon Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti terkait rencana aksi unjuk rasa di Gedung KPK hari ini, Kamis (2/6/2016).

Menurut Dhani, Dirkrimum Polda Metro melarang untuk melakukan demo atas instruksi dari Presiden RI.

"Saya kemarin ditelepon Dirkrimum. Pak Dir bicara ke saya, katanya, instruksi Presiden enggak boleh demo di KPK," kata Dhani di samping gedung lama KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis siang.

Dhani menyatakan keheranannya dengan larangan tersebut, apalagi larangan itu berasal dari Presiden langsung.

"Kenapa Presiden ngurusin demo di KPK?" ucap Dhani.

Dhani menceritakan, mobil sound system miliknya yang hendak digunakan dalam unjuk rasa "Panggung Rakyat Tangkap Ahok" disita pihak kepolisian.

Tak hanya mobil sound system tersebut, sebuah mobil APV dan lima orang kru-nya turut dibawa polisi. Ia menilai, tindakan itu saja sudah bentuk pelarangan.

"Enggak jadi demo hari ini, dibatalkan oleh kepolisian. (Saya mau) ke Polda. Nanti habis ini (balik lagi)," ucapnya.

Kompas TV Pedemo Minta Ahok Copot Jabatannya
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPBD: 4 RT di Jakarta Utara Dilanda Banjir Rob, Ini Daftarnya

BPBD: 4 RT di Jakarta Utara Dilanda Banjir Rob, Ini Daftarnya

Megapolitan
Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Induk Kramat Jati Tembus Rp 50.000 Per Kg

Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Induk Kramat Jati Tembus Rp 50.000 Per Kg

Megapolitan
Masih Banyak Pengendara Motor Lawan Arus di Pelintasan KA Mangga Dua Raya Usai Peristiwa Motor Tertabrak KRL

Masih Banyak Pengendara Motor Lawan Arus di Pelintasan KA Mangga Dua Raya Usai Peristiwa Motor Tertabrak KRL

Megapolitan
Minibus Terguling Usai Tabrak Pembatas Jalan di Tanjung Duren

Minibus Terguling Usai Tabrak Pembatas Jalan di Tanjung Duren

Megapolitan
Polda Metro Minta BPOM Awasi Penjualan Liquid Vape, Pastikan Tak Mengandung Sabu

Polda Metro Minta BPOM Awasi Penjualan Liquid Vape, Pastikan Tak Mengandung Sabu

Megapolitan
Polda Metro: Pengedar Belum Sempat Jual Liquid Vape Sabu Asal Iran

Polda Metro: Pengedar Belum Sempat Jual Liquid Vape Sabu Asal Iran

Megapolitan
Kondisi Kali Ciliwung Saat Ini, Banyak Sampah Rumah Tangga hingga Karung di Aliran Sungai

Kondisi Kali Ciliwung Saat Ini, Banyak Sampah Rumah Tangga hingga Karung di Aliran Sungai

Megapolitan
PPKM Level 1 Jabodetabek Diperpanjang, Perusahaan Boleh WFO 100 Persen

PPKM Level 1 Jabodetabek Diperpanjang, Perusahaan Boleh WFO 100 Persen

Megapolitan
Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Penumpang Bus AKAP di Terminal Kalideres Masih Sepi

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Penumpang Bus AKAP di Terminal Kalideres Masih Sepi

Megapolitan
Polda Metro Tangkap Pengedar Liquid Vape Berbahan Baku Sabu

Polda Metro Tangkap Pengedar Liquid Vape Berbahan Baku Sabu

Megapolitan
Ditanya Heru Budi soal Bawang, Pedagang di Kramat Jati: Saya Enggak Tahu itu Siapa

Ditanya Heru Budi soal Bawang, Pedagang di Kramat Jati: Saya Enggak Tahu itu Siapa

Megapolitan
Jadwal Vaksinasi Covid-19 Dosis 1, 2, 3 dan 4 di Bintaro Plaza Pekan Ini

Jadwal Vaksinasi Covid-19 Dosis 1, 2, 3 dan 4 di Bintaro Plaza Pekan Ini

Megapolitan
Protes Jalur Sepeda Sering Dicaplok, Bike to Work: Seolah Kita Kasta Terendah di Jalan Raya

Protes Jalur Sepeda Sering Dicaplok, Bike to Work: Seolah Kita Kasta Terendah di Jalan Raya

Megapolitan
Ibu Asyik Ngobrol dengan Tetangga, Bayinya Tewas Mengambang di Bak Mandi

Ibu Asyik Ngobrol dengan Tetangga, Bayinya Tewas Mengambang di Bak Mandi

Megapolitan
Polisi Tegur Rombongan Road Bike yang 'Gowes' di Luar Jalur Sepeda Sudirman

Polisi Tegur Rombongan Road Bike yang "Gowes" di Luar Jalur Sepeda Sudirman

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.