Kompas.com - 02/06/2016, 13:34 WIB
Musisi Ahmad Dhani beserta Aktivis perempuan, Ratna Sarumpaet saat di Mapolda Metro Jaya, Kamis (2/6/2016). Akhdi martin pratamaMusisi Ahmad Dhani beserta Aktivis perempuan, Ratna Sarumpaet saat di Mapolda Metro Jaya, Kamis (2/6/2016).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi melarang aksi unjuk rasa di depan gedung lama KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas yang kerap terjadi di lokasi tersebut karena adanya aksi unjuk rasa.

Untuk itu, polisi kini hanya memperkenankan masyarakat untuk melakukan kegiatan penyampaian aspirasi di gedung baru KPK.

Menanggapi hal tersebut, aktivis perempuan, Ratna Sarumpaet, menyesali pelarangan tersebut. Menurut dia, tidak ada aksi unjuk rasa yang tidak menimbulkan kemacetan.

"Mana ada demo yang enggak macet sih?" ujar Ratna dengan nada kesal di Mapolda Metro Jaya, Kamis (2/6/2016).

Ratna mengatakan bahwa gedung baru KPK tidak berpenghuni. Untuk itu, tidak ada gunanya melakukan aksi penyampaian pendapat di lokasi tersebut.

"Kalau dialihkan ke gedung baru KPK buat apa? Isinya setan doang," ucap dia.

Ia pun mengutuk keputusan dari Presiden Joko Widodo yang membuat pelarangan aksi unjuk rasa di Gedung KPK. Menurut Ratna, hal itu melanggar hak warga negara untuk berpendapat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ada yang menyatakan ada pelarangan Presiden untuk demo di depan KPK, kalau ini benar terjadi, saya sebagai WNI yang memperjuangkan demokarasi, marah sama Presiden, ada hak apa?" kata Ratna.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 24 Juli: Depok Tambah 712 Kasus Positif Covid-19

UPDATE 24 Juli: Depok Tambah 712 Kasus Positif Covid-19

Megapolitan
Kemenkes Akui Tak Semua WNA Bisa Ikut Vaksinasi

Kemenkes Akui Tak Semua WNA Bisa Ikut Vaksinasi

Megapolitan
Tambah 333 Kasus Baru, Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor Capai 30.425

Tambah 333 Kasus Baru, Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor Capai 30.425

Megapolitan
UPDATE 24 Juli Tambah 286 Kasus Baru, Total Kasus Positif Covid-19 di Tangsel 20.681

UPDATE 24 Juli Tambah 286 Kasus Baru, Total Kasus Positif Covid-19 di Tangsel 20.681

Megapolitan
Tingkat Kematian Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Bogor Terima Bantuan Peti Jenazah

Tingkat Kematian Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Bogor Terima Bantuan Peti Jenazah

Megapolitan
UPDATE 24 Juli: Tambah 554 Kasus di Kota Tangerang, 6.885 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 24 Juli: Tambah 554 Kasus di Kota Tangerang, 6.885 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE 24 Juli: Kasus Covid-19 Jakarta Bertambah 8.360

UPDATE 24 Juli: Kasus Covid-19 Jakarta Bertambah 8.360

Megapolitan
BP2MI Protes, Beberkan Perlakuan Imigrasi Malaysia yang Sita Barang TKI

BP2MI Protes, Beberkan Perlakuan Imigrasi Malaysia yang Sita Barang TKI

Megapolitan
Dua Pencuri Motor Babak Belur Dihajar Massa di Pagedangan Tangerang

Dua Pencuri Motor Babak Belur Dihajar Massa di Pagedangan Tangerang

Megapolitan
Depok Punya Mobil Tes Swab Covid-19, Idris Targetkan 20.000 Pemeriksaan per Bulan

Depok Punya Mobil Tes Swab Covid-19, Idris Targetkan 20.000 Pemeriksaan per Bulan

Megapolitan
Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini 4.534 Orang

Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini 4.534 Orang

Megapolitan
Tren Covid-19 di Jakarta Jelang Berakhirnya PPKM Level 4: Kasus Harian Melandai, Testing Menurun, hingga Rekor Angka Kematian

Tren Covid-19 di Jakarta Jelang Berakhirnya PPKM Level 4: Kasus Harian Melandai, Testing Menurun, hingga Rekor Angka Kematian

Megapolitan
Sopir Ojol di Jakbar Sepakat Tak Ikut Aksi 'Jokowi End Game'

Sopir Ojol di Jakbar Sepakat Tak Ikut Aksi "Jokowi End Game"

Megapolitan
Ketika Sindikat Tes PCR Palsu Beroperasi di Bandara Halim, 8 dari 11 Surat Lolos Pemeriksaan

Ketika Sindikat Tes PCR Palsu Beroperasi di Bandara Halim, 8 dari 11 Surat Lolos Pemeriksaan

Megapolitan
Viral Video Bendera Putih di Pasar Tanah Abang, Satpol PP: Kami Sisir Sudah Kosong

Viral Video Bendera Putih di Pasar Tanah Abang, Satpol PP: Kami Sisir Sudah Kosong

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X