Pembebasan Lahan Waduk di Jakarta Dikebut

Kompas.com - 02/06/2016, 17:21 WIB
Kondisi Taman Kota Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara Jumat (15/5/2015). Kompas.com/Tangguh Sipria RiangKondisi Taman Kota Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara Jumat (15/5/2015).
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS — Proses pembebasan lahan waduk di DKI Jakarta masih jauh dari target yang ditentukan. Proses pembayaran lahan baru bernilai sekitar Rp 40 miliar dari total anggaran Rp 360 miliar. Masalah surat-surat tanah yang belum jelas atau tumpang tindih sertifikat terus menjadi kendala.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui Dinas Tata Air, menargetkan pembebasan lahan di 12 lokasi waduk di wilayah Jakarta. Hingga akhir Mei, pembayaran lahan untuk waduk-waduk itu baru Rp 40 miliar, atau sekitar 11 persen dari total anggaran yang diajukan.

Kepala Bidang Pembebasan Lahan Dinas Tata Air DKI Triyono, Rabu (1/6), mengungkapkan, pihaknya optimistis proses pembebasan lahan waduk bisa sesuai target yang ditentukan. Akhir Juni ini, sejumlah proses pembayaran waduk akan dilakukan.

"Kami upayakan sampai akhir Juni bisa mencapai 50 persen untuk pembebasan lahannya. Dari total 12 (lahan) waduk yang menjadi target, kami berharap semuanya selesai tahun ini. Setidaknya ada tiga waduk yang jika pembayarannya lancar (pembebasan lahan) bisa total selesai tahun ini," kata Triyono.

Tiga lokasi waduk yang dimaksud, yakni Waduk Rambutan di Jakarta Timur, Waduk Brigif di Jakarta Selatan, dan Waduk Pondok Rangon di Jakarta Timur. Untuk Waduk Rambutan, masih ada sekitar 2 hektar lahan yang diharapkan bisa diselesaikan tahun ini.

Luas lahan yang hampir sama juga akan dibebaskan di Waduk Brigif, sementara di Pondok Rangon masih ada sekitar 3 hektar lahan yang belum dibebaskan.

Dua waduk lain yang diupayakan selesai pengadaan lahannya adalah Waduk Marunda dan Rawa Kendal di Jakarta Utara.

Sementara itu, terkait pembuatan Waduk Gunung Balong di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Triyono mengatakan, prosesnya baru akan dijalankan pada tahun 2017.

Berdasarkan pantauan di kawasan yang disebut bakal menjadi Waduk Gunung Balong, Selasa (31/5), lokasi yang dibelah Kali Grogol itu masih berupa tanah lapang yang dipakai para pengepul barang bekas.

"Katanya di sini akan dibangun waduk dan taman, tetapi enggak tahu kapan," ujar Andy (28), petugas kebersihan kali di lokasi itu.

Masalah klasik

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selain karena Digugat Cerai Istri, Ini Motif Lain HF Nekat Bakar Diri

Selain karena Digugat Cerai Istri, Ini Motif Lain HF Nekat Bakar Diri

Megapolitan
Kasatpol PP Jakbar Benarkan Ada Anak Buahnya Diduga Bobol Dana Bank DKI

Kasatpol PP Jakbar Benarkan Ada Anak Buahnya Diduga Bobol Dana Bank DKI

Megapolitan
Tak ingin Terburu-buru, DPRD DKI Belum Jadwalkan Rapat Anggaran

Tak ingin Terburu-buru, DPRD DKI Belum Jadwalkan Rapat Anggaran

Megapolitan
Warga Korban Penggusuran di Sunter Mengaku Tidak Pernah Ditawari Rusun

Warga Korban Penggusuran di Sunter Mengaku Tidak Pernah Ditawari Rusun

Megapolitan
Perjalanan Kereta Ditambah Mulai Desember 2019, Selang Waktu Tiba KRL Bekasi pada Jam Sibuk 11 Menit

Perjalanan Kereta Ditambah Mulai Desember 2019, Selang Waktu Tiba KRL Bekasi pada Jam Sibuk 11 Menit

Megapolitan
Per Desember 2019, KCI Tambah 112 Perjalanan KRL secara Bertahap

Per Desember 2019, KCI Tambah 112 Perjalanan KRL secara Bertahap

Megapolitan
Punya Anak Berkebutuhan Khusus, Keluarga Korban Kebakaran di Tangsel Sempat Sulit Cari Kontrakan

Punya Anak Berkebutuhan Khusus, Keluarga Korban Kebakaran di Tangsel Sempat Sulit Cari Kontrakan

Megapolitan
Kadishub DKI: Semua Ruas Jalan Protokol di Jakarta Layak Diterapkan ERP

Kadishub DKI: Semua Ruas Jalan Protokol di Jakarta Layak Diterapkan ERP

Megapolitan
Pelaku Penyiraman Air Keras Diduga Sasar Perempuan karena Kurang Perhatian sang Kakak

Pelaku Penyiraman Air Keras Diduga Sasar Perempuan karena Kurang Perhatian sang Kakak

Megapolitan
Polresta Tangerang Bentuk Satgas untuk Cegah Judi Pilkades

Polresta Tangerang Bentuk Satgas untuk Cegah Judi Pilkades

Megapolitan
Anggota Fraksi PDI-P Sebut Penggusuran di Sunter Tak Sesuai Janji Kampanye Anies

Anggota Fraksi PDI-P Sebut Penggusuran di Sunter Tak Sesuai Janji Kampanye Anies

Megapolitan
Pembongkaran di Sunter Agung Terus Berlangsung, Warga dan Satpol PP Terlibat Cekcok

Pembongkaran di Sunter Agung Terus Berlangsung, Warga dan Satpol PP Terlibat Cekcok

Megapolitan
Iuran BPJS Kesehatan Naik Tahun 2020, Ini Syarat dan Cara Pindah Kelas

Iuran BPJS Kesehatan Naik Tahun 2020, Ini Syarat dan Cara Pindah Kelas

Megapolitan
Pemkot Tangerang Alokasikan 25 Persen APBD di Sektor Pendidikan

Pemkot Tangerang Alokasikan 25 Persen APBD di Sektor Pendidikan

Megapolitan
Kepala Bapenda Bekasi Irit Bicara Usai Dipanggil DPRD soal Kisruh Ormas Kelola Parkir

Kepala Bapenda Bekasi Irit Bicara Usai Dipanggil DPRD soal Kisruh Ormas Kelola Parkir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X