Kompas.com - 03/06/2016, 14:48 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto saat diwawancarai awak media di Mapolda Metro Jaya, Selasa (24/5/2016). Akhdi martin pratamaKapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto saat diwawancarai awak media di Mapolda Metro Jaya, Selasa (24/5/2016).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com — Kapolda Metro Jaya Irjen Moechgiyarto membantah ada perjanjian dengan Pemerintah Australia bahwa Jessica Kumala Wongso tidak akan dihukum mati. Jessica merupakan tersangka tunggal dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin. Keduanya berteman dan pernah tinggal di Australia.

Menurut Moechgiyarto, tidak ada perjanjian seperti itu dengan Kepolisian Federal Australia (Australian Federal Police/AFP).

"Enggak ada, enggak ada itu," kata Moechgiyarto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (3/6/2016).

Ia menambahkan, pihaknya bekerja secara profesional dalam pengungkapan kasus kematian Mirna.

"Kami kan profesional mencari data dan fakta-fakta itu, jadi itulah yang kami masukkan dalam berkas, itu saja," ucapnya.

Pihak Polda Metro Jaya pernah ke Australia dan meminta bantuan AFP untuk mendapatkan catatan kepolisian tentang Jessica. Media Australia, Sydney Morning Herald (SMH), pada akhir Februari lalu memberitakan bahwa Jessica tak akan dihukum mati. Hal itu, kata media tersebut, telah menjadi persyaratan kesepakatan kerja sama antara AFP dan Polda Metro Jaya.

 Jessica masih tercatat sebagai penduduk tetap negeri kanguru itu.

"Itu kata siapa yang ngomong? Jangan berpersepsilah, kami ini apa adanya saja," kata Moechgiyarto.

Masih menurut laporan SMH, Tito Karnavian, Kapolda Metro Jaya sebelum Moechgiyarto, bertemu Menteri Kehakiman Australia Michael Keenan saat pergi ke Australia. Seorang juru bicara Keenan mengatakan, menteri itu setuju Australia memberikan bantuan, tetapi harus sesuai dengan hukum Australia, yaitu tidak boleh ada hukuman mati terhadap terpidana.

"Pemerintah Indonesia telah memberikan jaminan kepada Pemerintah Australia bahwa hukuman mati tidak akan dituntut atau diterapkan dalam dugaan pembunuhan itu," kata juru bicara tersebut.

(Baca: Australia Tuntut Jessica Tidak Dihukum Mati)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Megapolitan
Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Megapolitan
Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Megapolitan
Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Megapolitan
Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Megapolitan
UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Megapolitan
Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Megapolitan
Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Megapolitan
Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Megapolitan
Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Megapolitan
Sembilan Kios di Pasar Rebo Terbakar

Sembilan Kios di Pasar Rebo Terbakar

Megapolitan
Resmi Diluncurkan, Angkot Ber-AC di Jakarta Dilengkapi Kamera CCTV hingga Emergency Button

Resmi Diluncurkan, Angkot Ber-AC di Jakarta Dilengkapi Kamera CCTV hingga Emergency Button

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.