Ahok: Jakarta Bisa Jadi Pusat Belanja Internasional, Syaratnya Jangan Macet

Kompas.com - 04/06/2016, 12:12 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat meresmikan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) Vila Taman Sawo, di Cipete Utara, Jakarta Selatan, Selasa (31/5/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat meresmikan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) Vila Taman Sawo, di Cipete Utara, Jakarta Selatan, Selasa (31/5/2016).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengimpikan Jakarta menjadi pusat belanja internasional sehingga warga tidak perlu pergi ke Singapura atau negara lain untuk berbelanja. Namun, ada satu hal yang menghambat impiannya itu.

"Jakarta bisa jadi pusat belanja internasional. Satu syaratnya, jangan macet deh. Ampun ke sini macetnya," kata Basuki saat membuka pagelaran Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2016 di Lotte Shopping Avenue, Jakarta Selatan, Jumat (3/6/2016) malam.

Sambil menunggu realisasi proyek mass rapid transit (MRT) dan light rail transit (LRT), Pemprov DKI Jakarta terus membenahi bus transjakarta.

Basuki mengatakan, kini jalur transjakarta sudah tak steril lagi. Semua kendaraan ikut melintas ke dalam jalur khusus tersebut. Akibatnya, penumpang transjakarta juga terkena macet.

"Daripada berdiri di bus, lebih enak duduk di mobil sendiri. Kalau jalur transjakarta steril, saya yakin semua orang mau pindah (dari kendaraan pribadi ke transjakarta)," kata Basuki.

Ia berharap tilang bagi kendaraan yang melintas di jalur transjakarta terealisasi.

Basuki menargetkan koridor pertama LRT yang menghubungkan Kebayoran Lama-Kelapa Gading rampung pada 2018. Dengan begitu, jalur tersebut bisa menunjang penyelenggaraan Asian Games 2018. Adapun pengerjaan MRT diprediksi rampung pada 2019.

"Minimal sampai akhir tahun, enggak ada lagi bus jelek. Kami sedang atur kerja sama dengan Metromini, Kopami, Kopaja untuk menggunakan kartu e-money," kata Basuki.

Apresiasi FJGS

Pada kesempatan itu, Basuki mengapresiasi penyelenggaraan FJGS 2016 karena tidak menggunakan APBD DKI. Anggaran pemerintah, kata dia, akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur, regulasi, serta pemberian subsidi.

"Kami mendukung semua acara yang tidak pakai duit Pemda (APBD). Ini penting memotong anggaran ratusan miliar untuk festival dan dialihkan untuk hal yang lebih penting," kata Basuki.

Ketua Pelaksana FJGS 2016 Ellen Hidayat mengatakan, kegiatan FJGS tahun ini diikuti oleh sebanyak 78 pusat belanja serta 20 pasar tradisional di bawah pengelolaan PD Pasar Jaya.

Target penjualan ritel tahun ini sebesar Rp 15,74 triliun. Adapun tema yang diambil pada penyelenggaraan FJGS tahun ini adalah shop more, less plastic.

"Kami harap masyarakat bisa mulai mengurangi penggunaan kantong plastik dalam kehidupan sehari-hari," kata Ellen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Bocah Tersengat Tawon, Petugas Damkar Singkirkan Sarang

Dua Bocah Tersengat Tawon, Petugas Damkar Singkirkan Sarang

Megapolitan
Rampok Nasabah Bank Bermodus Gembos Ban, Seorang Residivis Ditangkap

Rampok Nasabah Bank Bermodus Gembos Ban, Seorang Residivis Ditangkap

Megapolitan
PKL Sudah 3 Tahun Minta Direlokasi ke Pasar Senen Blok III

PKL Sudah 3 Tahun Minta Direlokasi ke Pasar Senen Blok III

Megapolitan
PKS Akan Pilih 1 dari 4 Nama Cawagub DKI yang Diajukan Gerindra

PKS Akan Pilih 1 dari 4 Nama Cawagub DKI yang Diajukan Gerindra

Megapolitan
Pamit Nobar Persita Tangerang Vs Sriwijaya FC, Remaja Tewas Dibacok

Pamit Nobar Persita Tangerang Vs Sriwijaya FC, Remaja Tewas Dibacok

Megapolitan
Berbulan-bulan Pelaku Remas Payudara di Bintaro Belum Tertangkap, Ini Kendala Polisi

Berbulan-bulan Pelaku Remas Payudara di Bintaro Belum Tertangkap, Ini Kendala Polisi

Megapolitan
Satpol PP Jaring 14 Terapis Griya Pijat di Serpong, Diduga Melakukan Asusila

Satpol PP Jaring 14 Terapis Griya Pijat di Serpong, Diduga Melakukan Asusila

Megapolitan
Polisi Tangkap 13 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Seorang Pemuda di Bekasi

Polisi Tangkap 13 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Seorang Pemuda di Bekasi

Megapolitan
Polisi Buru Pembuat Dollar AS Palsu yang Dilengkapi Tanda Air seperti Asli

Polisi Buru Pembuat Dollar AS Palsu yang Dilengkapi Tanda Air seperti Asli

Megapolitan
Taufik Tidak Masalah Tak Gajian 6 Bulan jika RAPBD 2020 Tak Selesai Dibahas

Taufik Tidak Masalah Tak Gajian 6 Bulan jika RAPBD 2020 Tak Selesai Dibahas

Megapolitan
Akankah Anies-DPRD DKI Mengulangi Era Ahok Telat Sahkan APBD?

Akankah Anies-DPRD DKI Mengulangi Era Ahok Telat Sahkan APBD?

Megapolitan
Enggan Komentar, Anies Serahkan Kasus Satpol PP yang Bobol ATM ke OJK dan Polisi

Enggan Komentar, Anies Serahkan Kasus Satpol PP yang Bobol ATM ke OJK dan Polisi

Megapolitan
Gara-gara Komentar di Facebook, Dua Karyawan JICT Cekcok Berujung Penganiayaan

Gara-gara Komentar di Facebook, Dua Karyawan JICT Cekcok Berujung Penganiayaan

Megapolitan
Tolak Relokasi, PKL Ancam Tetap Bertahan di Bahu Jalan Raya Senen

Tolak Relokasi, PKL Ancam Tetap Bertahan di Bahu Jalan Raya Senen

Megapolitan
Banyak Dilintasi Motor, JPO Dekat Sudinhub Jakut Kini Dipasang Beton

Banyak Dilintasi Motor, JPO Dekat Sudinhub Jakut Kini Dipasang Beton

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X