Kini, Warga Bisa Lapor soal Listrik Padam via Qlue

Kompas.com - 07/06/2016, 17:10 WIB
Infographic permasalahan yang dikeluhkan warga Jakarta yang masuk melalui laporan-laporan warga yang masuk melalui aplikasi sosial media QLUE sepanjang tahun 2015. QLUEInfographic permasalahan yang dikeluhkan warga Jakarta yang masuk melalui laporan-laporan warga yang masuk melalui aplikasi sosial media QLUE sepanjang tahun 2015.
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Aplikasi laporan warga, Qlue, telah bekerja sama dengan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menampung laporan warga terkait layanan PLN.

Salah satu masalah yang dapat dilaporkan warga dari kerja sama Qlue dengan PLN ini adalah soal listrik padam.

"Kini Qlueers (pengguna Qlue) dapat melaporkan kejadian tidak mengenakan seperti gangguan listrik kepada PLN. Karena, PLN telah aktif menggunakan Qlue untuk menampung segala keluhan terkait mati lampu, pemadaman listrik bergilir, gangguan listrik, kabel listrik putus, dan lain-lain," demikian tulis surel dari Qlue yang diterima Kompas.com, Selasa (7/6/2016).

(Baca juga: Pihak Qlue Akui, Aduan Berulang Bisa Saja Terjadi)

Laporan terhadap PLN di dalam aplikasi Qlue tersebut masuk dalam kategori laporan swasta.

Cara melaporkannya pun hampir sama seperti cara melaporkan keluhan yang warga DKI Jakarta rasakan di lingkungan tempatnya berada, yakni dengan menyertakan foto, keterangan lokasi, dan deskripsi singkat dari laporan yang disampaikan.

Nantinya, Qlue akan meneruskan laporan tersebut kepada pihak PLN agar bisa segera ditindaklanjuti.

(Baca juga: Mengapa Aduan Lewat Qlue yang Sudah Ditindaklanjuti Bisa Jadi Merah Lagi)

Pihak Qlue mengungkapkan, warga bisa melaporkan apa saja yang berkaitan dengan layanan PLN, atau tidak harus mengenai listrik padam.

"Selain laporanmu dapat ditindak lanjuti, pihak PLN juga dapat mendeteksi lokasi pemadaman listrik di sekitarmu secara tepat," tambah keterangan tertulis itu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengacara Tak Punya Surat Kuasa, Raffi Ahmad Dinilai Tak Serius Jalani Sidang

Pengacara Tak Punya Surat Kuasa, Raffi Ahmad Dinilai Tak Serius Jalani Sidang

Megapolitan
Sidang Perdana Raffi Ahmad Ditunda karena Pengacara Tak Punya Surat Kuasa

Sidang Perdana Raffi Ahmad Ditunda karena Pengacara Tak Punya Surat Kuasa

Megapolitan
Aksi Pencuri di Rumah Kontrakan Koja Terekam CCTV, 2 Motor Raib

Aksi Pencuri di Rumah Kontrakan Koja Terekam CCTV, 2 Motor Raib

Megapolitan
Epidemiolog Sebut Penggunaan GeNose untuk Tes Covid-19 Terburu-buru dan Tabrak Prosedur

Epidemiolog Sebut Penggunaan GeNose untuk Tes Covid-19 Terburu-buru dan Tabrak Prosedur

Megapolitan
Korsleting, Mobil Toyota Corolla DX Terbakar di Depan Rumah Cilandak

Korsleting, Mobil Toyota Corolla DX Terbakar di Depan Rumah Cilandak

Megapolitan
Saat Anies Diminta Mundur oleh Kader Partai Pengusungnya

Saat Anies Diminta Mundur oleh Kader Partai Pengusungnya

Megapolitan
27 RS Menunggu Stok Plasma Kovalesen di PMI Kabupaten Bekasi

27 RS Menunggu Stok Plasma Kovalesen di PMI Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Jadi Syarat Naik Kereta, Apa Beda GeNose, Rapid Test, dan Swab?

Jadi Syarat Naik Kereta, Apa Beda GeNose, Rapid Test, dan Swab?

Megapolitan
Cerita Dokter di RS Wisma Atlet, Jungkir Balik karena Klaster Liburan...

Cerita Dokter di RS Wisma Atlet, Jungkir Balik karena Klaster Liburan...

Megapolitan
3 Fakta Kasus Prostitusi Anak, Muncikari Jual 4 Korban hingga Kronologi Penangkapan

3 Fakta Kasus Prostitusi Anak, Muncikari Jual 4 Korban hingga Kronologi Penangkapan

Megapolitan
Saat Ini Ada 4.826 Pasien Covid-19 di Depok, Ini Sebaran Kelurahannya

Saat Ini Ada 4.826 Pasien Covid-19 di Depok, Ini Sebaran Kelurahannya

Megapolitan
4 Fakta Seputar Penangkapan Komplotan Perampok Minimarket di Ciputat

4 Fakta Seputar Penangkapan Komplotan Perampok Minimarket di Ciputat

Megapolitan
Dalam 2 Pekan, 8.000 Tenaga Kesehatan di Jakpus Disuntik Vaksin

Dalam 2 Pekan, 8.000 Tenaga Kesehatan di Jakpus Disuntik Vaksin

Megapolitan
Tersangka Terakhir yang Membegal Perwira Marinir di Medan Merdeka Selatan Ditangkap

Tersangka Terakhir yang Membegal Perwira Marinir di Medan Merdeka Selatan Ditangkap

Megapolitan
5 Hal yang Perlu Diketahui soal GeNose, Mulai dari Harga hingga Tingkat Akurasi

5 Hal yang Perlu Diketahui soal GeNose, Mulai dari Harga hingga Tingkat Akurasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X