Polda Metro Batal Limpahkan Kasus Temuan 10.000 Ponsel ke Bea Cukai

Kompas.com - 14/06/2016, 05:38 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono saat diwawancarai para awak media di Mapolda Metro Jaya, Senin (23/5/2016). Akhdi martin pratamaKabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono saat diwawancarai para awak media di Mapolda Metro Jaya, Senin (23/5/2016).
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Polda Metro Jaya batal melimpahkan kasus temuan 10.000 telepon selular ke Bea Cukai. Pasalnya, setelah melakukan gelar perkara Polda Metro merasa sanggup menangani kasus tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono mengatakan bahwa kasus temuan 10.000 posel tersebut akan ditangani Subdit Industri dan Perdagangan Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya.

"Intinya kemarin setelah kami dalami dan gelar perkara di depan Kapolda, kami bisa tangani sendiri. Ini masih proses nanti untuk perbuatan pidananya kami masih konstruksikan," ujar Awi, di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/6/2016).

Awi melanjutkan, pihaknya belum bisa memastikan apakah ponsel-ponsel yang telah disita itu masuk ke Indonesia secara legal atau ilegal. Polisi sejauh ini baru memeriksa dokumen pengiriman barang tersebut.


"Iya ini lagi proses. Tidak bisa langsung begitu saja kan. Asal-usulnya barang kami cari dari mana kan. Bukan langsung dipanggil dan langsung ketemu muaranya," ucapnya.

Sebelumnya, Awi mengatakan Polda Metro Jaya akan melimpahkan kasus temuan 10.000 ponsel yang disita di Jakarta Barat beberapa waktu lalu kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Hal itu dilakukan karena pihak pemilik ponsel telah menunjukkan surat administrasi pengiriman barang tersebut.

"Pemilik sudah datang dan menunjukkan (dokumen) delivery order-nya ya, pada intinya si pemilik ini adalah pedagang handphone. Jadi kalau ditanya administrasinya, kelengkapannya surat-suratnya secara legal ya sudah menunjukkan DO, polisi sudah tidak bisa berbuat apa-apa," ujar Awi di Mapolda Metro Jaya, Kamis (9/6/2016).

Awi menambahkan, rencananya ribuan ponsel tersebut akan diserahkan kepada Ditjen Bea dan Cukai pada Jumat (10/6/2016). Penyerahan barang sitaan itu dilakukan karena Ditjen Bea dan Cukai adalah pihak yang berwenang untuk menyelidiki asal-asul pengiriman ribuan ponsel merek iPhone dan Xiaomi tersebut.

Kasus ini bermula saat dua mobil boks yang mengangkut 10.000 ponsel diamankan polisi di Jalan S Parman, Jakarta Barat, Selasa (7/6/2016). Kedua mobil tersebut diduga digunakan untuk membawa ponsel ilegal.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Peduli Sampah, Anies Minta Masyarakat Ubah Pola Pikir Tentang Sampah

Hari Peduli Sampah, Anies Minta Masyarakat Ubah Pola Pikir Tentang Sampah

Megapolitan
Banjir di Bidara Cina Surut, Pengungsi Kembali ke Rumah

Banjir di Bidara Cina Surut, Pengungsi Kembali ke Rumah

Megapolitan
Pengakuan Eksekutor Suami Aulia Kesuma, Dibayar Rp 2 Juta dan Bantah Membunuh

Pengakuan Eksekutor Suami Aulia Kesuma, Dibayar Rp 2 Juta dan Bantah Membunuh

Megapolitan
Jalan Cikunir Raya Ditutup hingga Oktober 2020, Ini Jalan Alternatifnya

Jalan Cikunir Raya Ditutup hingga Oktober 2020, Ini Jalan Alternatifnya

Megapolitan
Banjir di Cawang Akibat Luapan Kali Ciliwung Berangsur Surut

Banjir di Cawang Akibat Luapan Kali Ciliwung Berangsur Surut

Megapolitan
Utang Beli Sapi Tak Kunjung Dibayar, Pensiunan PNS di Depok Dicokok Polisi

Utang Beli Sapi Tak Kunjung Dibayar, Pensiunan PNS di Depok Dicokok Polisi

Megapolitan
Kasus Narkoba Menjerat Aulia Farhan 'Anak Jalanan', Positif Sabu dan Ekstasi

Kasus Narkoba Menjerat Aulia Farhan "Anak Jalanan", Positif Sabu dan Ekstasi

Megapolitan
Luapan Kali Ciliwung Sebabkan 13 RW di Jakarta Timur Kebanjiran hingga Ribuan Warga Mengungsi

Luapan Kali Ciliwung Sebabkan 13 RW di Jakarta Timur Kebanjiran hingga Ribuan Warga Mengungsi

Megapolitan
Toko Retail di Bekasi Siap Terapkan Larangan Penggunaan Kantong Plastik

Toko Retail di Bekasi Siap Terapkan Larangan Penggunaan Kantong Plastik

Megapolitan
Terbuai Perhiasan Palsu dan Janji Dinikahi, Anak di Bawah Umur Dicabuli Teman Ayahnya hingga Trauma

Terbuai Perhiasan Palsu dan Janji Dinikahi, Anak di Bawah Umur Dicabuli Teman Ayahnya hingga Trauma

Megapolitan
Ada Aksi 212 di Patung Kuda dan Istana Negara, Ini Rekayasa Lalu Lintas yang Disiapkan Polisi

Ada Aksi 212 di Patung Kuda dan Istana Negara, Ini Rekayasa Lalu Lintas yang Disiapkan Polisi

Megapolitan
Kanitlantas Tamansari Antar Penumpang Bus yang Hendak Melahirkan saat Terjebak Macet di Tol

Kanitlantas Tamansari Antar Penumpang Bus yang Hendak Melahirkan saat Terjebak Macet di Tol

Megapolitan
Babak Baru Kasus Suami Tusuk Istri di Serpong, Divonis Gangguan Jiwa hingga Proses Hukum Berlanjut

Babak Baru Kasus Suami Tusuk Istri di Serpong, Divonis Gangguan Jiwa hingga Proses Hukum Berlanjut

Megapolitan
Wartawan Gadungan di Kota Tangerang, Kabur Sebelum Diserahkan ke Polisi, AJI Minta Usut Tuntas

Wartawan Gadungan di Kota Tangerang, Kabur Sebelum Diserahkan ke Polisi, AJI Minta Usut Tuntas

Megapolitan
Gagalnya Politikus Muda Maju Lewat Jalur Independen di Pilkada Depok 2020

Gagalnya Politikus Muda Maju Lewat Jalur Independen di Pilkada Depok 2020

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X