Kompas.com - 14/06/2016, 15:25 WIB
Spanduk letunjuk arah keberadaan loket bus AKAP Terminal Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur. Loket tiket berada di lantai mezzanine. Senin (13/6/2016) Kompas.com/Robertus BelarminusSpanduk letunjuk arah keberadaan loket bus AKAP Terminal Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur. Loket tiket berada di lantai mezzanine. Senin (13/6/2016)
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Terminal Terpadu Pulo Gebang, yang berlokasi di Cakung, Jakarta Timur, merupakan terminal terbesar se-Asia Tenggara. Terminal ini lebih modern dibandingkan terminal bus antarkota antarprovinsi (AKAP) lainnya di Jakarta.

Bentuk dalamnya terkesan lebih menyerupai mal ketimbang terminal. Terminal ini bertingkat empat yang memiliki sarana lift, eskalator, pintu otomatis, dan kamera pengawas atau CCTV. Lantainya berkeramik dan punya fasilitas pendingin (AC) di ruang tunggu penumpang.

Dibangun pada 2010, Terminal Pulo Gebang memiliki empat blok gedung di paling atas. Tiap blok punya fungsi berbeda.

Pertama, Blok A. Gedung ini diperuntukkan bagi tempat istirahat awak bus AKAP. Luasnya mencapai 996,1 meter persegi.

Selanjutnya Blok B, yang difungsikan sebagai ruang tunggu penumpang. Di sini juga merupakan area keberangkatan bus AKAP. Blok ini memiliki 9 pintu dengan jumlah jalur 28 unit bus, dan memiliki luas 1.824 meter persegi.

Blok C merupakan gedung bagi area kedatangan bus AKAP dan bus dalam kota. Luasnya 2.880 meter persegi, memiliki 14 pintu, dan 16 jalur bus dalam kota. Di sini dapat menampung 58 bus dalam kota.

Blok D merupakan gedung bagi area bus transjakarta yang memiliki dua jalur. Luasnya mencapai 409,15 meter persegi. Blok itu merupakan tempat beroperasinya transjakarta koridor 11, yang melayani rute Kampung Melayu-Pulogebang.

Total terminal ini memiliki empat lantai dan lantai mezzanine. Setiap lantai berbeda-beda peruntukannya.

Lantai satu, misalnya, terdapat Masjid Darul Musyafirin. Lokasinya bersamaan dengan sejumlah fasilitas lain, seperti area komersial, ruang loker, toilet, dan lainnya.

Di atasnya adalah lantai mezzanine. Di situlah tempat untuk loket tiket bus AKAP, bus transjakarta, ruang pengumuman, dan fasilitas umum lainnya.

Berikutnya, lantai dua, merupakan ruang tunggu penumpang dengan fasilitas posko terminal, posko kesehatan, dan ruang laktasi (ibu menyusui). Lengkap pula dengan fasilitas mengisi ulang daya ponsel.

Lantai tiga, nantinya merupakan lokasi bagi foodcourt dan tempat untuk 54 kios, ruangan toilet, dan lainnya. Lantai empat jadi kantor pengelola terminal, bersamaan dengan ruang perwakilan untuk PO bus dan control room.

Terminal ini memiliki area parkir yang tersedia untuk mobil, park and ride, sepeda motor, dan taksi. Untuk kapasitas bus AKAP, terminal ini dapat menampung lebih kurang 80 bus.

Kompas.com/Robertus Belarminus Salah satu pemandangan lantai bertingkat di Blok C di Terminal Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur. Pemandangan di terminal yang digadang-gadang terbesar se-Asia Tenggara itu layaknya berada di mal. Senin (13/6/2016)

Belum dapat digunakan

Sayangnya, kemegahan terminal ini belum seutuhnya bisa dinikmati publik. Pengoperasian terminal tersebut kerap molor karena dirundung kendala.

Contoh akses menuju tol Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JLJ) atau Jakarta Outer Ring Road (JORR). Baru tahun 2016 ini akhirnya akses bus dari terminal ke tol terhubung.

Selama kendala teknis tersebut, terminal dengan luas lahan 12,6 hektar dengan luas bangunan 5,4 hektar itu layaknya hanya gedung kosong.

Saat ini, dari pengamatan Kompas.com, bus AKAP yang lewat bisa dihitung dengan jari. Lebih sering muncul angkutan KWK dan metromini yang melintas lalu keluar lagi terminal. Kondisi loket-loket terminal AKAP banyak kosong.

Begitu juga dengan keadaan terminal yang sepi penumpang. Hanya pegawai Dishub dan satpam saja yang terlihat. Banyak sudut ruangan di lantai bawah terminal yang sengaja dipadamkan listriknya, termasuk eskalator, karena sepi. Kamera CCTV di terminal tersebut belakangan semuanya rusak.

Kepala Unit Pelayanan Teknis Terminal Pulo Gebang, Nurhayati Sianaga, Senin (6/6/2016), berujar, total ada 72 kamera CCTV yang dimiliki. Dari jumlah itu, baru 48 CCTV yang sudah dibetulkan. Sisanya masih proses perbaikan.

Layani mudik

Setelah akses dari terminal tol terhubung, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Provinsi DKI, dan pihak terminal mempersiapkan operasional terminal tersebut menghadapi Lebaran tahun ini.

Meski begitu, persiapan operasional terminal terkesan dadakan. Masalah pengisian loket malah berujung keributan. Ratusan pengurus PO bus menggeruduk terminal itu, Senin (13/6/2016). Mereka menuntut masalah keterbatasan loket, angkutan kota, dan terminal bayangan dituntaskan.

Kompas.com/Robertus Belarminus Tempat pengecasan ponsel yang tersedia bagi penumpang di ruang tunggu Terminal Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur. Senin (13/6/2016)
Keterbatasan loket membuat karyawan PO merasa terancam kehilangan kerja. Sebab, di lantai mezzanine hanya tersedia 31 ruang loket bus. Sementara PO bus yang dipindahkan lebih kurang 74, dari Terminal Pulogadung dan Rawamangun.

"Kalau mau pindah, pindah (boleh). Tapi masalah karyawan jangan dikurangi. Yang jelas loketnya kurang di sini," kata salah satu karyawan PO.

Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI menjanjikan memindahkan semua PO bus trayek Jawa Tengah dan Jawa Timur ke loket setempat.

Sampai Senin (13/6/2016), sebanyak 21 PO bus sudah melakukan pengundian loket. Namun, karena ada 74 PO bus yang akan masuk ke terminal ini, meja-meja akan disediakan untuk PO bus yang tak kebagian ruangan loket.

Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Andri Yansyah mengatakan, secara fisik, Terminal Pulo Gebang sudah rampung. Hanya perlu kelengkapan rambu, marka jalan, penerangan, dan membuka kios. Pihaknya mengakui banyak kekurangan kecil yang perlu dilengkapi itu.

Kompas.com/Robertus Belarminus Tempat ibadah umat muslim, Masjid Darul Musyafirin, di lantai 1 Terminal Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur. Senin (13/6/2016)

"(Kekurangan) boleh dibilang banyak, tapi seumpamanya (menunggu) sampai sempurna banget, nanti enggak dibuka-buka," ujar Andri.

Andri menyatakan, bus AKAP sudah beroperasi di teminal tersebut. Meski belum semua PO bus masuk, tetapi pihaknya menargetkan tanggal 20 Juni 2016 semua PO bus sudah dipindahkan ke sana.

Kini tinggal menunggu waktu akankah terminal yang dibangun sejak era Gubernur DKI Fauzi Bowo itu terealisasi melayani mudik Lebaran ini.

Kompas TV Angkot Mogok, Pihak Terminal Sediakan Bus
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

18 Titik Banjir di Kecamatan Benda, Pemkot Tangerang Sebut Drainase Tol JORR II Tak Memadai

18 Titik Banjir di Kecamatan Benda, Pemkot Tangerang Sebut Drainase Tol JORR II Tak Memadai

Megapolitan
Titik Banjir di Jakarta Bertambah Jadi 47 RT, Terbanyak di Jakarta Barat

Titik Banjir di Jakarta Bertambah Jadi 47 RT, Terbanyak di Jakarta Barat

Megapolitan
Pembongkaran Trotoar di Cilandak Diduga Libatkan Oknum PNS

Pembongkaran Trotoar di Cilandak Diduga Libatkan Oknum PNS

Megapolitan
197 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Baru Kembali dari Lima Negara Ini

197 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Baru Kembali dari Lima Negara Ini

Megapolitan
Disdik DKI Sebut Ada Sekolah di Jakarta yang Tolak Dites Pelacakan Covid-19

Disdik DKI Sebut Ada Sekolah di Jakarta yang Tolak Dites Pelacakan Covid-19

Megapolitan
46 RT dan 5 Ruas Jalan Tergenang Banjir di Jakarta Barat Hingga Selasa Sore

46 RT dan 5 Ruas Jalan Tergenang Banjir di Jakarta Barat Hingga Selasa Sore

Megapolitan
Yusuf Mansur Bicara Nilai Sedekah saat Tawarkan Investasi Tabung Tanah

Yusuf Mansur Bicara Nilai Sedekah saat Tawarkan Investasi Tabung Tanah

Megapolitan
Yusuf Mansur Disebut Tawarkan Investasi Tabung Tanah saat Pengajian

Yusuf Mansur Disebut Tawarkan Investasi Tabung Tanah saat Pengajian

Megapolitan
Kriminolog Sebut Penagihan oleh Rentenir Cenderung Timbulkan Kekerasan, Bagaimana Mengatasinya?

Kriminolog Sebut Penagihan oleh Rentenir Cenderung Timbulkan Kekerasan, Bagaimana Mengatasinya?

Megapolitan
Artis FTV Jadi Korban Pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam di Bogor

Artis FTV Jadi Korban Pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam di Bogor

Megapolitan
Pemkot Jaktim Akan Menata Trotoar di Depan RS UKI Setelah PKL Direlokasi

Pemkot Jaktim Akan Menata Trotoar di Depan RS UKI Setelah PKL Direlokasi

Megapolitan
Diperiksa Terkait Laporan Luhut, Haris Azhar dan Fatia Dimintai Keterangan Soal Akun Youtube

Diperiksa Terkait Laporan Luhut, Haris Azhar dan Fatia Dimintai Keterangan Soal Akun Youtube

Megapolitan
Akibat Hujan Deras Hari Ini, Ada 8 Titik Banjir di Jakarta Pusat

Akibat Hujan Deras Hari Ini, Ada 8 Titik Banjir di Jakarta Pusat

Megapolitan
Gugat Yusuf Mansur, 3 Pekerja Migran Tak Pernah Terima Bagi Hasil Program Tabung Tanah yang Dijanjikan

Gugat Yusuf Mansur, 3 Pekerja Migran Tak Pernah Terima Bagi Hasil Program Tabung Tanah yang Dijanjikan

Megapolitan
UPDATE 18 Januari: 856 Kasus Omicron di Jakarta, Kasus Aktif Covid-19 Capai 4.297

UPDATE 18 Januari: 856 Kasus Omicron di Jakarta, Kasus Aktif Covid-19 Capai 4.297

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.