Kompas.com - 15/06/2016, 15:36 WIB
Para jurnalis kerap bekerja melampaui waktu kerja normal. Seperti saat melakukan 'doorstop' Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, M Sanusi, jurnalis tetap bertahan hingga dini hari. KOMPAS.com/ABBA GABRILLINPara jurnalis kerap bekerja melampaui waktu kerja normal. Seperti saat melakukan 'doorstop' Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, M Sanusi, jurnalis tetap bertahan hingga dini hari.
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat memberikan kesaksian kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), anggota DPRD DKI Jakarta, Muhammad Guntur, mengungkapkan bahwa Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi bukanlah pemain utama.

Guntur mengatakan, ada pihak-pihak lain yang turut terlibat terkait pembahasan Raperda Reklamasi Pantai Uutara Jakarta yang berbuntut suap itu.

"Saya sudah katakan, Saudara Sanusi itu bukan pemain utama," kata Guntur usai diperiksa di KPK, Jakarta, Rabu (15/6/2016).

Politikus Partai Hanura itu enggan merinci soal keterlibatan pihak lain itu. Guntur mengaku sudah mengungkapkannya kepada penyidik lembaga antirasuah itu.

"Tanya penyidik saja, saya udah sampaikan itu kepada penyidik KPK. Mudah-mudahan KPK dapat carilah,"' kata dia.

Soal keterlibatan anggota DPRD DKI Jakarta selain Sanusi sudah pernah diungkapkan oleh Wakil Ketua KPK Saut Situmorang sebelumnya.

Sejumlah anggota DRPD DKI Jakarta telah menghadiri pertemuan di rumah Chairman Agung Sedayu Grup, Sugianto Kusuma alias Aguan. Dalam pertemuan itu turut hadir Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik, Anggota Balegda DKI Jakarta Muhamad 'Ongen' Sangaji, Ketua Pansus Reklamasi Selamat Nurdin, Presiden Direktur PT Ariesman Widjaja dan Ketua Komisi D DPRD DKI M. Sanusi.

Saut mengatakan pertemuan tersebut juga membahas mengenai uang pelicin atau fee untuk memulusksan pembahasan Raperda tersebut.

"Saya belum dalami detail soal jumlahnya," kata Saut sebelumnya.

Pada kasus tersebut, KPK menetapkan tiga tersangka yakni M Sanusi, Ariesman Widjaja dan pegawai PT Agung Podomoro Land, Trinanda Prihantoro.

(Eri Komar Sinaga/Warta Kota)

Kompas TV Sanusi Kembali Diperiksa KPK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Warta Kota
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Identifikasi Pelaku yang Lempar 2 Mobil dengan Batu di Kebayoran Lama

Polisi Identifikasi Pelaku yang Lempar 2 Mobil dengan Batu di Kebayoran Lama

Megapolitan
Wali Kota Jakarta Utara Berharap Kios 'Mama is My Hero' Bantu Para Ibu Tulang Punggung Keluarga

Wali Kota Jakarta Utara Berharap Kios "Mama is My Hero" Bantu Para Ibu Tulang Punggung Keluarga

Megapolitan
Kedubes Belarus Terima Teror Bom, Polisi Selidiki dan Ini Hasilnya...

Kedubes Belarus Terima Teror Bom, Polisi Selidiki dan Ini Hasilnya...

Megapolitan
Belakang Kantor Wali Kota Jakarta Timur Jadi Lokasi Pembuangan Tinja Ilegal

Belakang Kantor Wali Kota Jakarta Timur Jadi Lokasi Pembuangan Tinja Ilegal

Megapolitan
Pemprov DKI Lakukan Cara Ini sebagai Pencegahan Penyebaran Penyakit Hepatitis

Pemprov DKI Lakukan Cara Ini sebagai Pencegahan Penyebaran Penyakit Hepatitis

Megapolitan
Saksi Pembunuhan Laki-laki di Cibitung: Korban Sudah seperti Anak Saya Sendiri

Saksi Pembunuhan Laki-laki di Cibitung: Korban Sudah seperti Anak Saya Sendiri

Megapolitan
'Mama is My Hero' Bantu Ibu-ibu Tulang Punggung Keluarga di Jakarta Utara

"Mama is My Hero" Bantu Ibu-ibu Tulang Punggung Keluarga di Jakarta Utara

Megapolitan
Anies Tinggal 5 Bulan Menjabat Gubernur, Komisi D DPRD DKI Soroti PR yang Belum Rampung

Anies Tinggal 5 Bulan Menjabat Gubernur, Komisi D DPRD DKI Soroti PR yang Belum Rampung

Megapolitan
Dua Mobil di Kebayoran Lama Dilempari Batu, Polisi Sisir Lokasi dan Periksa Tiga Saksi

Dua Mobil di Kebayoran Lama Dilempari Batu, Polisi Sisir Lokasi dan Periksa Tiga Saksi

Megapolitan
Saat Neneng Umaya Nekat Bunuh si Pelakor akibat Terbakar Api Cemburu

Saat Neneng Umaya Nekat Bunuh si Pelakor akibat Terbakar Api Cemburu

Megapolitan
Meski Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Pengguna KRL Tetap Wajib Pakai Masker di Area Stasiun dan Kereta

Meski Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Pengguna KRL Tetap Wajib Pakai Masker di Area Stasiun dan Kereta

Megapolitan
Rumah Warga Sukmajaya Depok Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Rumah Warga Sukmajaya Depok Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Berselang 15 Menit 2 Mobil Dilempari Batu hingga Kacanya Pecah di Kebayoran Lama

Berselang 15 Menit 2 Mobil Dilempari Batu hingga Kacanya Pecah di Kebayoran Lama

Megapolitan
Laporkan Ormas yang Meresahkan ke Polisi, Warga: Kami Minta Ormas Ini Dipindah

Laporkan Ormas yang Meresahkan ke Polisi, Warga: Kami Minta Ormas Ini Dipindah

Megapolitan
Cerita Siswa Asal Purwakarta Atasi Kegugupan Jelang UTBK di UI

Cerita Siswa Asal Purwakarta Atasi Kegugupan Jelang UTBK di UI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.