Kompas.com - 16/06/2016, 12:06 WIB
Penulis Nursita Sari
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Operasional Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat, di lahan yang telah dibeli Pemprov DKI Jakarta pada akhir 2014 lalu masih berjalan.

Pantauan Kompas.com, pada Kamis (16/6/2016), aktivitas di rumah sakit tersebut berjalan seperti biasanya.

Banyak warga yang datang ke rumah sakit untuk mendaftar ke loket BPJS dan bagian umum untuk berobat. Ada pula warga yang tampak lalu lalang untuk menjenguk kerabatnya yang dirawat inap di rumah sakit.

Direktur Utama RS Sumber Waras Abraham Tedjanegara mengatakan, saat perjanjian pembelian dengan Pemprov DKI, pengosongan bangunan akan dilakukan dua tahun setelah pembelian.

Dalam waktu dua tahun itu, RS Sumber Waras masih dapat menggunakan lahan yang sudah beralih kepemilikannya ke Pemprov DKI.

"Operasional berjalan dari dulu karena dari awal kami sudah bilang bahwa kami enggak akan jual kepada DKI apabila kami enggak dikasih kesempatan melakukan itu," ujar Abraham saat dihubungi Kompas.com, Kamis.

Pada perjanjian saat itu, RS Sumber Waras meminta Pemprov DKI memberi waktu pengosongan dan penyerahan lahan agar operasional rumah sakit bisa tetap berjalan dan pasien tetap dapat ditangani.

"Karena kalau kami tidak dikasih kesempatan, terpaksa rumah sakit kami tutup, dan itu bukan konsep kami," kata dia.

Sesuai perjanjian, pengosongan dan penyerahan lahan baru akan dilakukan pada Desember 2016. Oleh karena itulah, operasional RS Sumber Waras di lahan yang telah menjadi milik Pemprov DKI itu hingga kini masih berjalan.

Untuk dapat masuk ke RS Sumber Waras, semua akses hanya menggunakan akses masuk di Jalan Kyai Tapa. Tidak ada pintu masuk lain yang bisa dilalui untuk datang ke RS Sumber Waras.

Dalam kasus pembelian lahan Sumber Waras, audit BPK menemukan adanya merugian negara. Namun, pada Selasa (14/6/2016), Ketua KPK Agus Rahardjo telah menyatakan tidak menemukan adanya tindak pidana dalam kasus pembelian lahan milik Rumah Sakit Sumber Waras.

Dalam penyidikannya, KPK menggandeng para ahli untuk memberikan keterangan seputar kasus pembelian lahan RS Sumber Waras. Di antaranya yakni dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan MAPI.

Hasil perbandingan data-data dan pemaparan para ahli menyebutkan tidak ada indikasi kerugian negara dalam hasil audit BPK terkait pembelian lahan Sumber Waras.

Kompas TV Ahok: Sumber Waras Punya 2 Sertifikat
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Selidiki Pencurian Uang Rp 44 Juta di 'Pet Shop' Ciracas, Pelakunya Diduga Karyawan

Polisi Selidiki Pencurian Uang Rp 44 Juta di "Pet Shop" Ciracas, Pelakunya Diduga Karyawan

Megapolitan
Selain Buruh, Mahasiswa Juga Demo di Depan Gedung DPR Terkait UU Cipta Kerja

Selain Buruh, Mahasiswa Juga Demo di Depan Gedung DPR Terkait UU Cipta Kerja

Megapolitan
Diresmikan Ridwan Kamil Pekan Lalu, Panggung Apung Situ Rawa Kalong Belum Dapat Diakses

Diresmikan Ridwan Kamil Pekan Lalu, Panggung Apung Situ Rawa Kalong Belum Dapat Diakses

Megapolitan
Petugas PPSU Aniaya Pacar, Korban Enggan Bikin Laporan Polisi: Itu Calon Suami Saya

Petugas PPSU Aniaya Pacar, Korban Enggan Bikin Laporan Polisi: Itu Calon Suami Saya

Megapolitan
10 Sekolah Negeri di Jakarta Diduga Intoleran, Paksa Pakai Jilbab hingga Larang Pilih Ketua OSIS Nonmuslim

10 Sekolah Negeri di Jakarta Diduga Intoleran, Paksa Pakai Jilbab hingga Larang Pilih Ketua OSIS Nonmuslim

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Gelar Upacara HUT Ke-77 RI di Plaza Selatan Monas

Pemprov DKI Akan Gelar Upacara HUT Ke-77 RI di Plaza Selatan Monas

Megapolitan
HUT Ke-77 RI, Pemkot Jakpus Gelar Lomba 'Urban Farming' hingga Kebersihan Lingkungan

HUT Ke-77 RI, Pemkot Jakpus Gelar Lomba "Urban Farming" hingga Kebersihan Lingkungan

Megapolitan
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Jayanti Tangerang, Diduga Tenggelam

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Jayanti Tangerang, Diduga Tenggelam

Megapolitan
Pembangunan Rampung, Jembatan Antilope yang Baru Diuji Coba Rabu Sore Ini

Pembangunan Rampung, Jembatan Antilope yang Baru Diuji Coba Rabu Sore Ini

Megapolitan
Terjebak Kerumunan Pedemo di DPR, Pengendara Motor Terobos dan Lindas Tanaman di Flyover Ladokgi

Terjebak Kerumunan Pedemo di DPR, Pengendara Motor Terobos dan Lindas Tanaman di Flyover Ladokgi

Megapolitan
Serikat Ojol Ikut Demo di Gedung DPR: Lelah jadi 'Sapi Perah' Aplikator

Serikat Ojol Ikut Demo di Gedung DPR: Lelah jadi 'Sapi Perah' Aplikator

Megapolitan
Anies: Jika Lihat Tindak Kekerasan, Usahakan Langsung Cegah atau Lapor Pihak Berwenang

Anies: Jika Lihat Tindak Kekerasan, Usahakan Langsung Cegah atau Lapor Pihak Berwenang

Megapolitan
Demo Tolak UU Cipta Kerja, Massa Buruh Panjat Gerbang Utama DPR/MPR RI

Demo Tolak UU Cipta Kerja, Massa Buruh Panjat Gerbang Utama DPR/MPR RI

Megapolitan
Sidang Kasus Pengeroyokan Ade Armando Kembali Digelar, 6 Terdakwa Akan Berikan Keterangan

Sidang Kasus Pengeroyokan Ade Armando Kembali Digelar, 6 Terdakwa Akan Berikan Keterangan

Megapolitan
Petugas PPSU yang Aniaya Pacarnya di Bangka Ditahan Polisi

Petugas PPSU yang Aniaya Pacarnya di Bangka Ditahan Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.