"Teman Ahok": Kalau Kami Diaudit, maka Partai Juga Harus Diaudit

Kompas.com - 20/06/2016, 06:32 WIB
Relawan teman Ahok mengumpulkan berkas dukungan warga Jakarta untuk pasangan bakal calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Heru Budi Hartono di gerai Mal Kuningan City, Jakarta, Minggu (15/5/2016). KOMPAS/YUNIADHI AGUNGRelawan teman Ahok mengumpulkan berkas dukungan warga Jakarta untuk pasangan bakal calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Heru Budi Hartono di gerai Mal Kuningan City, Jakarta, Minggu (15/5/2016).
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com — Relawan pendukung Gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama, "Teman Ahok", mengaku siap jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ingin mengaudit keuangan mereka.

Hal itu dikemukakan Juru Bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas, untuk menanggapi tudingan mengenai aliran dana Rp 30 miliar dari salah satu pengembang proyek reklamasi Teluk Jakarta yang masuk ke Teman Ahok.

"Kami siap jika tim penegak hukum butuh mengaudit keuangan Teman Ahok," ujar Amalia di Markas Teman Ahok di Graha Pejaten, Jakarta Selatan, Minggu (19/6/2016).

(Baca juga: Dituding Terima Rp 30 Miliar, "Teman Ahok" Siap Buka Data Keuangan)

Amalia dengan tegas membantah adanya dana sebesar itu masuk ke rekening Teman Ahok.

Ia pun meminta kepada pihak yang melontarkan pernyataan tersebut untuk bisa membuktikannya.

Amalia juga menyatakan, jika Teman Ahok diaudit keuangannya, maka keuangan partai politik juga harus diaudit.

"Jika memang ngotot dengan itu (suap Rp 30 miliar), ya buktikan saja, kita siap lho diaudit. Kalau Teman Ahok diaudit, maka partai lain juga nanti diaudit juga," ucap dia. 

(Baca juga: "Teman Ahok": Kalau Kami Terima Dana Rp 30 Miliar, Kami Beli Satu Gerbong Kereta)

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Junimart Girsang menyebutkan, ada aliran dana Rp 30 miliar yang mengalir ke Teman Ahok dari perusahaan pengembang reklamasi Pantai Utara, Jakarta.

Pernyataan tersebut disampaikan Junimart dalam rapat kerja Komisi III dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Ruang Rapat Komisi III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/6/2016).

"Kami dapat info ada dana pengembang reklamasi sebesar Rp 30 miliar untuk Teman Ahok. Dana tersebut disalurkan lewat Sunny dan Cyrus," kata Junimart di ruang rapat Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu siang.

"Salah satu orangnya Cyrus. Kan dipecat. Kami bilang ke KPK biar ini berkembang," lanjut dia.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu mengaku memiliki dokumen terkait informasi tersebut. Namun, ia enggan menyebutkan dari mana informasi tersebut didapatkannya.

Tudingan tersebut telah dibantah staf Gubernur DKI Jakarta Basuki, Sunny Tanuwidjaja.

Sementara itu, pendiri lembaga survei Cyrus Network, Hasan Nasbi, menantang Junimart untuk membuktikan ucapannya. (Baca juga: Ini Jawaban Hasan "Cyrus" Disebut Junimart Terima Rp 30 Miliar dari Pengembang untuk "Teman Ahok")

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Hanya Permukiman, Banjir Juga Rendam 10 Ruas Jalan di Jakarta

Tak Hanya Permukiman, Banjir Juga Rendam 10 Ruas Jalan di Jakarta

Megapolitan
Banjir Rendam Rel KRL, Berikut Rekayasa Perjalanan Commuter Line

Banjir Rendam Rel KRL, Berikut Rekayasa Perjalanan Commuter Line

Megapolitan
Empat Kali di Jakarta Meluap Sebabkan Banjir di 14 RW

Empat Kali di Jakarta Meluap Sebabkan Banjir di 14 RW

Megapolitan
55 RW di Jakarta Terendam Banjir Minggu Pagi, Berikut Rinciannya...

55 RW di Jakarta Terendam Banjir Minggu Pagi, Berikut Rinciannya...

Megapolitan
Banjir, Ini Kondisi Sejumlah Pintu Air di Jakarta

Banjir, Ini Kondisi Sejumlah Pintu Air di Jakarta

Megapolitan
Keluarkan Peringatan Dini Hujan dan Angin Kencang, BPBD DKI Imbau Antisipasi Banjir

Keluarkan Peringatan Dini Hujan dan Angin Kencang, BPBD DKI Imbau Antisipasi Banjir

Megapolitan
Sejumlah Wilayah di Jakarta Banjir, Termasuk Menteng dan Tebet

Sejumlah Wilayah di Jakarta Banjir, Termasuk Menteng dan Tebet

Megapolitan
Kucurkan Anggaran Rp 400 Miliar, Bank DKI Bantu Program Pangan Murah Setiap Bulannya

Kucurkan Anggaran Rp 400 Miliar, Bank DKI Bantu Program Pangan Murah Setiap Bulannya

Megapolitan
Maret, Ditlantas Polda Metro Jaya Bakal Tambah 45 Kamera ETLE

Maret, Ditlantas Polda Metro Jaya Bakal Tambah 45 Kamera ETLE

Megapolitan
Polisi Tangkap 8 Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Daerah Jelambar

Polisi Tangkap 8 Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Daerah Jelambar

Megapolitan
1.732 Pengendara Motor Melanggar Rambu Lalu Lintas dan Terekam ETLE

1.732 Pengendara Motor Melanggar Rambu Lalu Lintas dan Terekam ETLE

Megapolitan
Soal Voting Terbuka untuk Pilih Wagub DKI, F-Gerindra Sebut Anies Pernah Inginkan Itu

Soal Voting Terbuka untuk Pilih Wagub DKI, F-Gerindra Sebut Anies Pernah Inginkan Itu

Megapolitan
Anies Sebut Bank DKI Berkontribusi Besar dalam Penerapan MRT hingga LRT Jakarta

Anies Sebut Bank DKI Berkontribusi Besar dalam Penerapan MRT hingga LRT Jakarta

Megapolitan
Sandiaga Uno Berharap Tidak Ada Muatan Kepentingan dalam Pemilihan Wagub DKI

Sandiaga Uno Berharap Tidak Ada Muatan Kepentingan dalam Pemilihan Wagub DKI

Megapolitan
Tukang Ojek Pangkalan yang Peras Penumpang hingga Ratusan Ribu Menyesali Perbuatannya

Tukang Ojek Pangkalan yang Peras Penumpang hingga Ratusan Ribu Menyesali Perbuatannya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X