Kompas.com - 21/06/2016, 20:22 WIB
Para penumpang rangkaian KRL commuter line relasi Bogor-Tanah Abang-Jatinegara saat diminta untuk berpindah ke rangkaian KRL, di Stasiun Manggarai, Rabu (30/9/2015). Penumpang diminta untuk berpindah kereta karena adanya gangguan wesel di jalur lima Stasiun Manggarai. Kompas.com/Alsadad RudiPara penumpang rangkaian KRL commuter line relasi Bogor-Tanah Abang-Jatinegara saat diminta untuk berpindah ke rangkaian KRL, di Stasiun Manggarai, Rabu (30/9/2015). Penumpang diminta untuk berpindah kereta karena adanya gangguan wesel di jalur lima Stasiun Manggarai.
Penulis Nursita Sari
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Humas Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Joice Hutajulu, Selasa (21/6/2016), membantah pembangunan di Stasiun Manggarai menjadi penyebab keterlambatan perjalanan KRL (kereta rel listrik).

Senin kemarin, Direktur utama PT KCJ, Muhammad Nurul Fadhila, menyatakan bahwa keterlambatan perjalanan KRL terkait dengan pembangunan di Stasiun Manggarai.

(Baca: Pembangunan Stasiun Manggarai Jadi Sebab Keterlambatan Perjalanan KRL.)

"Itu lebih ke arah penyiapan Stasiun Manggarai. Nah, Stasiun Manggarai yang antrean setiap hari, itu sedang dalam proses pembangunan oleh pemerintah," kata Fadhil, kemarin.

Menurut Joice, Ditjen Perkeretaapian belum sampai pada tahapan pembangunan fisik di Stasiun Manggarai.

"Pekerjaan di Stasiun Manggarai masih tahap persiapan, yaitu untuk pemindahan stabling KA ke Bungur dan Tanah Abang. Kami masih fokus untuk pembangunan stabling di dua lokasi tersebut. Sehingga, belum ada pekerjaan fisik di stasiun tersebut (Manggarai)," kata Joice melalui pesan singkat kepada Kompas.com.

Karena belum adanya pembangunan fisik di sana, Joice menyebut persiapan Ditjen Perkeretaapian tidak menyebabkan gangguan perjalanan KRL.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Hal ini tentunya tidak sebabkan gangguan untuk perjalanan KA," kata dia.

Joice menyatakan, proyek double-double track (DDT) di Stasiun Manggarai milik Kemenhub di bawah Ditjen Perkeretaapian jangan dijadikan alasan untuk keterlambatan perjalanan KRL.

"Untuk penyebab keterlambatan perjalanan KA yang terjadi akhir-akhir ini bisa langsung ditanyakan ke KAI/KCJ. Tapi jangan jadikan pekerjaan DDT di Manggarai sebagai alasan untuk keterlambatan KRL," kata Joice.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Metro Periksa Rachel Vennya Kamis Depan

Polda Metro Periksa Rachel Vennya Kamis Depan

Megapolitan
Jenazah Perempuan Tergeletak di Pinggir Jalan Tol Arah Bandara Soekarno-Hatta

Jenazah Perempuan Tergeletak di Pinggir Jalan Tol Arah Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Anies: IMB Kampung Tanah Merah Jadi Izin untuk Kawasan Pertama di Indonesia

Anies: IMB Kampung Tanah Merah Jadi Izin untuk Kawasan Pertama di Indonesia

Megapolitan
Anies: Jakarta Bersiap untuk Formula E 4 Juni 2022

Anies: Jakarta Bersiap untuk Formula E 4 Juni 2022

Megapolitan
Cek Sumur Resapan, Pemkot Jakpus Akan Inspeksi ke Gedung Pemerintah dan Swasta

Cek Sumur Resapan, Pemkot Jakpus Akan Inspeksi ke Gedung Pemerintah dan Swasta

Megapolitan
Kebakaran Permukiman Padat di Krendang, Ratusan Warga Mengungsi

Kebakaran Permukiman Padat di Krendang, Ratusan Warga Mengungsi

Megapolitan
Jakarta Resmi Ditetapkan Jadi Tuan Rumah Formula E 2022

Jakarta Resmi Ditetapkan Jadi Tuan Rumah Formula E 2022

Megapolitan
Kasus Kabur dari Karantina, Oknum TNI Sudah Ditindak, Rachel Vennya Belum Diperiksa

Kasus Kabur dari Karantina, Oknum TNI Sudah Ditindak, Rachel Vennya Belum Diperiksa

Megapolitan
UPDATE 15 Oktober: 7 Kasus Baru Covid-19 di Depok

UPDATE 15 Oktober: 7 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
Kisah Heroik Petugas Damkar Selamatkan Siswi dari Reruntuhan Beton, Tangis Pecah Saat Misi Selesai

Kisah Heroik Petugas Damkar Selamatkan Siswi dari Reruntuhan Beton, Tangis Pecah Saat Misi Selesai

Megapolitan
Manajemen Subway Citos Diberi Teguran Tertulis karena Timbulkan Kerumunan

Manajemen Subway Citos Diberi Teguran Tertulis karena Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Polres Jakarta Barat Telusuri Legalitas dan Aktivitas 7 Perusahaan Pinjol di Jakbar

Polres Jakarta Barat Telusuri Legalitas dan Aktivitas 7 Perusahaan Pinjol di Jakbar

Megapolitan
Pemerintah Diminta Lindungi Pasar Muamalah bagi Penerima Zakat agar Tak Diserang Buzzer

Pemerintah Diminta Lindungi Pasar Muamalah bagi Penerima Zakat agar Tak Diserang Buzzer

Megapolitan
Korban Kebakaran di Krendang Mengungsi di Dua Lokasi

Korban Kebakaran di Krendang Mengungsi di Dua Lokasi

Megapolitan
Orangtua Belum Izinkan Anaknya Belajar di Sekolah, 5 SMP Swasta di Kota Tangerang Belum Gelar PTM

Orangtua Belum Izinkan Anaknya Belajar di Sekolah, 5 SMP Swasta di Kota Tangerang Belum Gelar PTM

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.