Tidak Ada Pengasuh Anak yang Bertahan Lama dengan Ivan Haz

Kompas.com - 22/06/2016, 22:09 WIB
Mantan Anggota DPR RI, Fanny Safriansyah alias Ivan Haz, menjalani persidangan kasus kekerasan terhadap asisten rumah tangganya, T di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (8/6/2016). KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYAMantan Anggota DPR RI, Fanny Safriansyah alias Ivan Haz, menjalani persidangan kasus kekerasan terhadap asisten rumah tangganya, T di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (8/6/2016).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam sidang pemeriksaan saksi kasus penganiayaan pembantu rumah tangga oleh Ivan Haz, Ivan terus dicecar oleh Jaksa Penuntut Umum dan hakim alasan ia tega menyiksa T (21) hingga melarikan diri.

Ivan menyebut kecerobohan T menjadi pemicu ia sering memukul dan menendang gadis itu. Ia mengaku selama ini kerap berganti-ganti pembantu dan pengasuh anak atau babysitter karena tidak ada yang betah.

"Saya mengambil babysitter dari yayasan banyak sekali enggak ada yang lama paling 2-3 hari atau seminggu," ujar Ivan.

Ivan sendiri menyebut bahwa T langsung meminta berhenti setelah semalam bekerja. Ivan mengaku ia tak paham mengapa T sampai kabur dan meminta pulang keesokan paginya. Sebab, saat itu Ivan belum keras terhadap T dan menduga T kabur karena mendengar ia dan istrinya cekcok.

"Dari berbagai yayasan tidak ada yang tahan. Menurut saya yang salah di mana, kalau saya merasa dari awal tidak ada yang salah tapi selalu ada yang begitu (meminta pulang)," katanya. (Baca: Di Depan Hakim, Korban Ivan Haz Paparkan Kekerasan yang Dialaminya)

Ivan pun kesal dan menghajar T setelah T terus-terusan meminta pulang. Ivan membantah disebut menahan-nahan T untuk berhenti kerja dengan dalih, ia selalu menepati janji untuk memulangkan pembantunya.

Selama ini, Ivan membiarkan pembantu yang pernah bekerja padanya pulang dengan catatan mereka dijemput langsung oleh yayasan.

"Intinya saya janjikan pada akhir bulan pasti pulang, sama kok seperti yang dulu-dulu juga selalu saya pulangkan," kata Ivan.

Namun karena belum menemukan pengganti dari yayasan tempat T terdaftar, Ivan meminta agar T bertahan dulu. Sebelum akhir bulan yang dijanjikan, T kabur dengan melompati pagar apartemen tempat keluarga Ivan tinggal pada 30 September 2015 lalu. (Baca: Ini Kronologi Kekerasan yang Dilakukan Ivan Haz hingga Dilaporkan ke Polda Metro)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Polisi Gadungan Peras Pemuda di Bintaro, Selipkan Bubuk Tawas Dianggap Sabu

5 Polisi Gadungan Peras Pemuda di Bintaro, Selipkan Bubuk Tawas Dianggap Sabu

Megapolitan
Taufik Dukung Penerapan New Normal Jakarta dengan Pengawasan Ketat

Taufik Dukung Penerapan New Normal Jakarta dengan Pengawasan Ketat

Megapolitan
Mobil Suzuki Swift Terbakar di Dekat Gerbang Tol Halim, Sopir Selamat

Mobil Suzuki Swift Terbakar di Dekat Gerbang Tol Halim, Sopir Selamat

Megapolitan
Calon Penumpang Harus Punya SIKM untuk Beli Tiket Kereta Api dari dan Menuju Gambir

Calon Penumpang Harus Punya SIKM untuk Beli Tiket Kereta Api dari dan Menuju Gambir

Megapolitan
Pemkot Jaksel Bangun 14 Pos untuk Periksa SIKM, Ini Daftar Lokasinya

Pemkot Jaksel Bangun 14 Pos untuk Periksa SIKM, Ini Daftar Lokasinya

Megapolitan
Menuju New Normal, Pemkot Bekasi Siapkan Aturan buat Masyarakat dan Pelaku Usaha

Menuju New Normal, Pemkot Bekasi Siapkan Aturan buat Masyarakat dan Pelaku Usaha

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Dukung New Normal, tapi Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Ketua DPRD DKI Dukung New Normal, tapi Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Megapolitan
Aturan Baru, Syarat Keluar Masuk Depok seperti Jakarta

Aturan Baru, Syarat Keluar Masuk Depok seperti Jakarta

Megapolitan
Penyebab Mobil Terbakar di Dekat Gerbang Tol Halim

Penyebab Mobil Terbakar di Dekat Gerbang Tol Halim

Megapolitan
3 Penumpang KA Tanpa SIKM Tak Lanjutkan Isolasi di Gelanggang Remaja Gambir

3 Penumpang KA Tanpa SIKM Tak Lanjutkan Isolasi di Gelanggang Remaja Gambir

Megapolitan
Tiba di Bandara Soetta Tanpa SIKM, Siap-siap Biayai Karantina Sendiri

Tiba di Bandara Soetta Tanpa SIKM, Siap-siap Biayai Karantina Sendiri

Megapolitan
TPA Rawa Kucing Kebakaran Sepanjang 20 Meter

TPA Rawa Kucing Kebakaran Sepanjang 20 Meter

Megapolitan
Satu Penumpang KA Luar Biasa Tanpa SIKM Dipulangkan ke Yogyakarta

Satu Penumpang KA Luar Biasa Tanpa SIKM Dipulangkan ke Yogyakarta

Megapolitan
Tips Pencegahan Covid-19 bagi Warga Usai Pergi ke Luar Rumah

Tips Pencegahan Covid-19 bagi Warga Usai Pergi ke Luar Rumah

Megapolitan
BPOM Beri Panduan Menjaga Keamanan Pangan di Restoran

BPOM Beri Panduan Menjaga Keamanan Pangan di Restoran

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X