Kompas.com - 29/06/2016, 20:59 WIB
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Sekretaris Kelurahan (Sekel) Cengkareng Barat, Jakarta Barat, Jufrianto Amin, heran bahwa Toeti Noeziar Soekarno punya sertifikat lahan di Jalan Kamal Raya, lokasi yang kini akan dijadikan rusun oleh Pemprov DKI.

Menurut data yang dia punya, tidak ada satupun pemilik lahan sebelumnya di lokasi itu yang menjual lahannya kepada Toeti. Jufrianto menjelaskan, sekitar tahun 1965, ada sembilan orang pemilik lahan di Jalan Kamal Raya itu, yaitu Oei Eang Nio, Ayani Ahyar, Iskandar, H Achayar, Mugeni B Muhamad, Oei Pek Liang, Lie Geo Thiam, Thio Tjoe Nio, dan Tan Babah.

Jufrianto, Rabu (29/6/2016) mengatakan, pada tahun tersebut, Pemprov DKI Jakarta melalui Departemen Pertanian menyewa lahan enam orang pemilik girik, yaitu Oei, Ayani, Iskandar, H Achayar, Mugeni, dan Oei Pek Liang.

Baru pada 1967, Pemda DKI melalui Dinas Pertanian Rakyat Provinsi DKI Jakarta 1967 membeli keenam lahan tersebut.

Rinciannya, lahan yang dijual Oei di persil 82b seluas 2.000 meter persegi (m2), Ayani di persil 120 dengan luas 840 m2 dan persil 83a seluas 1.420 m2, Iskandar di persil 83b seluas 1.630 m2 dan persil 30 seluas 4.420 m2, H Achayar di persil 83b seluas 2.660 m2, Mugeni B Muhamad di persil 60 seluas 940 m2, dan Oei Pek Liang di persil 76 SIII seluas 32.850 dan persil 76 SII seluas 17.700 m2.

Sisa lahan tidak dijual kepada Dinas Pertanian Rakyat DKI, kata Jufrianto. Sampai saat ini tidak ada pemilik awal itu yang jual lahannya termasuk kepada Kun Soekarno, Ayah Toeti.

"Yang beli itu Dinas Pertanian Rakyat, ada surat belinya. Saya bingung kenapa tiba-tiba ada nama Toeti Soekarno dan di situ juga ada surat pernyatan dari keluarga Iskandar bahwa mereka tidak menjual girik kepada Kun Soekarno," ujar Jufrianto.

Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebelumnya mengatakan, ada dugaan sertifikat ganda di lahan itu, yaitu dimiliki oleh Pemda DKI melalui Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPKP) DKI Jakarta dan seorang warga, Toeti Noeziar Soekarno. Menurutnya ada dugaan gratifikasi dalam pembuatan sertifikat itu.

Namun, hari ini, Kepala Badan Pertanahan Negara (BPN) Jakarta Barat, Sumanto mengatakan, bahwa lahan di Cengkareng Barat merupakan milik Toeti atas nama ayahnya, Kun Soekarno. Pernyataan Sumanto sebelumnya menyebutkan, lahan itu milik Pemprov DKI.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Kecamatan, Kelurahan dan Kode Pos di Kabupaten Tangerang

Daftar Kecamatan, Kelurahan dan Kode Pos di Kabupaten Tangerang

Megapolitan
Pengamat Harap Revitalisasi Trotoar di Jakarta Dilanjutkan Penerus Anies

Pengamat Harap Revitalisasi Trotoar di Jakarta Dilanjutkan Penerus Anies

Megapolitan
Cara Beli Tiket Kapal Pelabuhan Muara Angke-Kepulauan Seribu

Cara Beli Tiket Kapal Pelabuhan Muara Angke-Kepulauan Seribu

Megapolitan
 Buntut Insiden Penusukan, Warga Pasang Spanduk Tolak Rentenir di Sukmajaya Depok

Buntut Insiden Penusukan, Warga Pasang Spanduk Tolak Rentenir di Sukmajaya Depok

Megapolitan
Soroti Penanganan Banjir, DPRD: Tangsel Tak Memiliki Master Plan Drainase yang Terintegrasi

Soroti Penanganan Banjir, DPRD: Tangsel Tak Memiliki Master Plan Drainase yang Terintegrasi

Megapolitan
Bukan Senpi, Pelaku Penembakan Linmas Dipastikan Pakai Air Soft Gun

Bukan Senpi, Pelaku Penembakan Linmas Dipastikan Pakai Air Soft Gun

Megapolitan
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Dalam Bengkel di Tebet, Korban Diduga Sakit

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Dalam Bengkel di Tebet, Korban Diduga Sakit

Megapolitan
Marak Kasus Pemerkosaan di Jakut, Pemkot Didesak Bentuk Sparta

Marak Kasus Pemerkosaan di Jakut, Pemkot Didesak Bentuk Sparta

Megapolitan
Empat Tersangka Anggota Khilafatul Muslimin Segera Disidang, Ditempatkan di Sel Khusus

Empat Tersangka Anggota Khilafatul Muslimin Segera Disidang, Ditempatkan di Sel Khusus

Megapolitan
Cerita Warga Kapuk Lihat Kebakaran Melahap Rumah: Seperti Empang Penuh Api

Cerita Warga Kapuk Lihat Kebakaran Melahap Rumah: Seperti Empang Penuh Api

Megapolitan
Langsung Kerja Lagi Usai Deklarasi Nasdem, Anies: Saya Masih Fokus Urus Jakarta

Langsung Kerja Lagi Usai Deklarasi Nasdem, Anies: Saya Masih Fokus Urus Jakarta

Megapolitan
Baim Wong dan Paula Dilaporkan Pakai Pasal 220 KUHP, Ancamannya 1 Tahun 4 Bulan Penjara

Baim Wong dan Paula Dilaporkan Pakai Pasal 220 KUHP, Ancamannya 1 Tahun 4 Bulan Penjara

Megapolitan
Spanduk Tolak Rentenir Terpasang di Kawasan Sukmajaya Depok, Ketua RT: Karena Sudah Meresahkan Warga

Spanduk Tolak Rentenir Terpasang di Kawasan Sukmajaya Depok, Ketua RT: Karena Sudah Meresahkan Warga

Megapolitan
20 Rumah Semi Permanen Hangus Terbakar di Kapuk, Cengkareng

20 Rumah Semi Permanen Hangus Terbakar di Kapuk, Cengkareng

Megapolitan
Kesulitan Identifikasi Penembak Linmas di Tambora, Polisi: Pelaku Gunakan Plat Bodong

Kesulitan Identifikasi Penembak Linmas di Tambora, Polisi: Pelaku Gunakan Plat Bodong

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.