Kompas.com - 29/06/2016, 21:27 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com — Lurah Cengkareng Barat dan camat Cengkareng yang menjabat ketika pembelian lahan untuk Rumah Susun Cengkareng Barat berlangsung pada 2015 dinilai kecolongan.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Heru Budi Hartono menilai, lurah dan camat seharusnya mengetahui bahwa lahan yang dibeli seharga Rp 648 miliar itu bermasalah.

"Harusnya lurah dan camat mengetahui itu tanah sengketa. Enggak harus BPKAD yang dipanggil karena dinas perumahan kan udah ngundang camat dan lurah," kata Heru di Balai Kota, Rabu (29/6/2016).

(Baca juga: Kisruh Lahan Cengkareng Barat, mulai dari Saling Klaim hingga Dugaan Gratifikasi)

Lahan di Cengkareng Barat adalah lahan yang dibeli Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk pembangunan rumah susun. Transaksi jual beli lahan ini terjadi pada 2015.

Menurut Heru, pihaknya sejak awal tidak dilibatkan dalam pembelian lahan. Oleh karena itu, ia menganggap seharusnya lurah dan camat yang melakukan pengecekan.

"Harusnya mereka jadi kunci 'Pak, ini bermasalah' atau 'ini mungkin masih bermasalah' atau 'jangan deh (beli) ini karena bermasalah'," ujar Heru.

Kepala BPN Jakbar Soemanto menyatakan bahwa satu-satunya sertifikat yang mereka terbitkan atas lahan yang kini bermasalah di Cengkareng Barat itu adalah sertifikat atas nama Toeti Noeziar Soekarno.

Sertifikat yang dikeluarkan pada tahun 2014 itu mengacu pada dokumen girik atas nama ayah Toeti, Kun Soekarno.

(Baca juga: Sertifikat Lahan Cengkareng Barat Atas Nama Toeti Noeziar, Bukan Pemprov DKI)

Soemanto sendiri mengaku tidak tahu perihal adanya putusan Mahkamah Agung tahun 2012 yang menyatakan bahwa lahan tersebut milik Pemprov DKI.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan Darjamuni saat dikonfirmasi mengakui, pihaknya belum memiliki sertifikat atas lahan tersebut.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara ke Stasiun Gambir dari Bogor Naik Transportasi Umum

Cara ke Stasiun Gambir dari Bogor Naik Transportasi Umum

Megapolitan
Stasiun KRL Terdekat dengan Stasiun Gambir

Stasiun KRL Terdekat dengan Stasiun Gambir

Megapolitan
Luncurkan Program Wirausaha Baru, DKUM Depok Ingin Bangkitkan 2.000 UMKM Terdampak Pandemi

Luncurkan Program Wirausaha Baru, DKUM Depok Ingin Bangkitkan 2.000 UMKM Terdampak Pandemi

Megapolitan
Kasus Pencurian Cokelat di Alfamart Tangerang Berujung Damai

Kasus Pencurian Cokelat di Alfamart Tangerang Berujung Damai

Megapolitan
100.135 Butir Ekstasi Gagal Diselundupkan ke Jakarta, di Pasar Gelap Nilainya Rp 50 Miliar

100.135 Butir Ekstasi Gagal Diselundupkan ke Jakarta, di Pasar Gelap Nilainya Rp 50 Miliar

Megapolitan
Mayat Pria Ditemukan di Toko Ponsel di Serpong, Diduga Meninggal karena Sakit

Mayat Pria Ditemukan di Toko Ponsel di Serpong, Diduga Meninggal karena Sakit

Megapolitan
Narkoba Jaringan Internasional Diselundupkan Lewat Sungai di Sumatera, lalu Diangkut Jalur Darat ke Jakarta

Narkoba Jaringan Internasional Diselundupkan Lewat Sungai di Sumatera, lalu Diangkut Jalur Darat ke Jakarta

Megapolitan
Sedang Cari Barang Rongsokan, Warga Bogor Temukan Mayat Bayi di dalam Kantong Plastik

Sedang Cari Barang Rongsokan, Warga Bogor Temukan Mayat Bayi di dalam Kantong Plastik

Megapolitan
Ridwan Kamil Dorong Tokoh Cibarusah Bekasi jadi Pahlawan Nasional

Ridwan Kamil Dorong Tokoh Cibarusah Bekasi jadi Pahlawan Nasional

Megapolitan
2 Kelompok Tawuran dan Keroyok Pemuda hingga Tewas, Bermula dari Saling Tantang di Medsos

2 Kelompok Tawuran dan Keroyok Pemuda hingga Tewas, Bermula dari Saling Tantang di Medsos

Megapolitan
DPRD DKI Bentuk Pansus Jakarta Pasca-perpindahan IKN, Wagub Riza: Silakan Saja

DPRD DKI Bentuk Pansus Jakarta Pasca-perpindahan IKN, Wagub Riza: Silakan Saja

Megapolitan
2 Kurir Narkoba Jaringan Malaysia Ditangkap, Diupah Rp 66 Juta

2 Kurir Narkoba Jaringan Malaysia Ditangkap, Diupah Rp 66 Juta

Megapolitan
Tebet Eco Park Kembali Beroperasi, Wagub DKI: PKL Dilarang Berjualan di Sekitarnya

Tebet Eco Park Kembali Beroperasi, Wagub DKI: PKL Dilarang Berjualan di Sekitarnya

Megapolitan
Mobil Boks Hilang Kendali dan Tabrak Separator Busway di Kebon Jeruk

Mobil Boks Hilang Kendali dan Tabrak Separator Busway di Kebon Jeruk

Megapolitan
Remaja 17 Tahun Tewas Dikeroyok di Bekasi, Polisi Tetapkan 5 Tersangka

Remaja 17 Tahun Tewas Dikeroyok di Bekasi, Polisi Tetapkan 5 Tersangka

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.