Djarot: Pejabat DKI yang Menciptakan Kerugian Negara, Harus Terima Konsekuensi

Kompas.com - 01/07/2016, 11:40 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat memberi sambutan dalam pemusnahan miras di Silang Tenggara Monas, Selasa (28/6/2016). Jessi Carina Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat memberi sambutan dalam pemusnahan miras di Silang Tenggara Monas, Selasa (28/6/2016).
Penulis Jessi Carina
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat mengomentari soal pencopotan Ika Lestari Aji dari jabatan kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta. Menurut Djarot, semua pejabat DKI yang berpotensi melakukan pelanggaran berat memang harus menerima sanksi.

"Kalau kebijakan kami, Pak Gubernur jelas banget ya soal ini, siapa yang ada potensi pelanggaran berat ya harus terima sanksi," ujar Djarot di Parkir Timur Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (1/7/2016).

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebelumnya mengungkap temuan dugaan pembelian lahan sendiri yang dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta pada APBD 2015. Yakni pembelian lahan Cengkareng Barat, dengan indikasi kerugian negara senilai Rp 648 miliar.

Hal ini membuat Basuki marah kepada Ika. Basuki mengatakan, Dinas Perumahan mendapatkan gratifikasi dari penjual lahan terkait pembelian lahan tersebut. Ia mengatakan, si penjual lahan, Toeti Noeziar Soekarno, mengaku baru menerima uang sekitar Rp 400 miliar.

Sementara anggaran pembelian lahan di Cengkareng Barat pada APBD DKI Jakarta 2015 sebesar Rp 648 miliar. Artinya, ada lebih dari Rp 200 miliar yang tidak diberikan kepada penjual. Basuki menduga uang Rp 200 miliar itu dibagi-bagikan oleh anak buahnya. (Baca: Akibat Pembelian Lahan Cengkareng Barat, Ahok Copot Kadis Perumahan Siang Ini)

Ika sebelumnya sempat melaporkan kepada Basuki soal adanya uang gratifikasi sebesar Rp 9,6 miliar. Kata Basuki, Ika berlagak ketakutan menerima uang tersebut dan pernah secara halus dia sempat ditawari uang itu. Basuki pun menyuruh Ika melaporkan uang gratifikasi tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Djarot mengatakan perbuatan Dinas Perumahan yang dipimpin Ika sudah berpotensi menimbulkan kerugian negara. Pemerintah Provinsi DKI akan menindak tegas pejabat-pejabat DKI yang bertindak seperti itu.

"Yang lalai, yang teledor, apalagi bisa menciptakan potensi kerugian negara yang besar, harus terima konsekuensi sebagai seorang pejabat," ujar Djarot. (Baca: Dengan Suara Lirih, Kadis Perumahan Pasrah Bakal Dipecat Ahok)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Fakta Aksi WN Prancis Predator Paedofil, Modus Jadi Fotografer hingga 305 Anak Jadi Korban

5 Fakta Aksi WN Prancis Predator Paedofil, Modus Jadi Fotografer hingga 305 Anak Jadi Korban

Megapolitan
Kisah Arista Peraih Ratusan Penghargaan yang Pilih Putus Sekolah Setelah Gagal PPDB Jakarta

Kisah Arista Peraih Ratusan Penghargaan yang Pilih Putus Sekolah Setelah Gagal PPDB Jakarta

Megapolitan
Sedang Dorong Sepeda karena Ban Bocor, Lansia di Depok Meninggal

Sedang Dorong Sepeda karena Ban Bocor, Lansia di Depok Meninggal

Megapolitan
Ibu dan Anak Tewas Setelah Mobil Tercebur ke Kalimalang

Ibu dan Anak Tewas Setelah Mobil Tercebur ke Kalimalang

Megapolitan
Kisah Petugas Kebersihan KRL Temukan Uang Rp 500 Juta, Mengira Sampah hingga Kembalikan ke Pemilik

Kisah Petugas Kebersihan KRL Temukan Uang Rp 500 Juta, Mengira Sampah hingga Kembalikan ke Pemilik

Megapolitan
Mobil Tercebur Kalimalang, Satu Orang Meninggal Terseret Arus

Mobil Tercebur Kalimalang, Satu Orang Meninggal Terseret Arus

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kejujuran Petugas Stasiun Bogor Kembalikan Uang Rp 500 Juta | Ironi Siswi Berprestasi Gagal dalam PPDB

[POPULER JABODETABEK] Kejujuran Petugas Stasiun Bogor Kembalikan Uang Rp 500 Juta | Ironi Siswi Berprestasi Gagal dalam PPDB

Megapolitan
Ini 13 Lokasi Layanan Perpanjangan SIM di Jakarta Hari Ini

Ini 13 Lokasi Layanan Perpanjangan SIM di Jakarta Hari Ini

Megapolitan
Ibadah Haji 2020 Batal, Penjualan Sapi Kurban Diprediksi Meningkat

Ibadah Haji 2020 Batal, Penjualan Sapi Kurban Diprediksi Meningkat

Megapolitan
PJA Perkirakan Investasi Pengembangan Ancol Habiskan Rp 4.528 Triliun

PJA Perkirakan Investasi Pengembangan Ancol Habiskan Rp 4.528 Triliun

Megapolitan
Satu Keluarga di Duri Kepa Positif Covid-19, Sempat Cekcok Saat Dievakuasi

Satu Keluarga di Duri Kepa Positif Covid-19, Sempat Cekcok Saat Dievakuasi

Megapolitan
Tempat Karaoke di Cilandak Didenda Rp 25 Juta, Pegawai dan Pengunjung Juga Kena Denda

Tempat Karaoke di Cilandak Didenda Rp 25 Juta, Pegawai dan Pengunjung Juga Kena Denda

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Depok dan Bogor Kemungkinan Hujan Sejak Siang

Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Depok dan Bogor Kemungkinan Hujan Sejak Siang

Megapolitan
Polisi Tangkap Anak Wakil WalI Kota Terkait Kasus Narkoba

Polisi Tangkap Anak Wakil WalI Kota Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Karyawan Terpapar Covid-19, Perusahaan Hitachi di Kawasan Industri Cikarang Ditutup Sementara

Karyawan Terpapar Covid-19, Perusahaan Hitachi di Kawasan Industri Cikarang Ditutup Sementara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X