AP II Waspadai Penyelundupan Narkoba Selama Musim Mudik

Kompas.com - 04/07/2016, 16:43 WIB
Antrean penumpang di gerbang keberangkatan penerbangan domestik Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (27/6/2016). Sejak H-10 Lebaran tahun ini, jumlah penumpang meningkat sekitar 20 persen dibanding H-10 Lebaran tahun lalu. KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERAAntrean penumpang di gerbang keberangkatan penerbangan domestik Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (27/6/2016). Sejak H-10 Lebaran tahun ini, jumlah penumpang meningkat sekitar 20 persen dibanding H-10 Lebaran tahun lalu.
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Angkasa Pura II tetap mewaspadai penyelundupan narkoba melalui bandara di musim mudik Lebaran tahun ini. Pemeriksaan dan pengawasan dilakukan secara ketat untuk mencegah masuknya obat terlarang tersebut ke Tanah Air.

Direktur Utama Angkasa Pura II, Budi Karya Sumadi mengatakan, pemeriksaan terhadap penumpang di musim mudik Lebaran tahun ini lebih intensif dari biasanya, untuk mengantisipasi penyelundupan narkoba lewat bandar udara.

"Narkoba ini menjadi suatu musuh kita bersama oleh karenanya kita melakukannya secara lebih intensif (pemeriksaan). Kami kerja sama dengan Bea Cukai yang punya kapasitas untuk melakukan itu," kata Budi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (4/7/2016).

(baca: Petugas Pelabuhan Tanjung Priok Temukan 21 Bungkus Sabu)


Budi mengatakan, potensi masuknya narkoba biasanya melalui jalur utara. Pengawasan ditingkatkan untuk penumpang dari Medan, Singapura, dan Malaysia.

"Kita secara khusus deteksi dini terhadap pergerakan penumpang yang mencurigakan dari tiga tempat tersebut. Dan satu lagi dari China," ujar Budi.

Untuk kasus narkoba, selama musim mudik belum ada temuan. Meskipun pihaknya mengakui, sebelumnya kasus penyelundupan narkoba lewat bandara terjadi, tetapi dapat digagalkan.

"Alhamdulilah sebelumnya terdapat temuan-temuan terhadap narkoba tersebut. Kita terus koordinasi dengan aparat polisi dan Bea Cukai," ujar Budi.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Fraksi PKS: Nurmansjah 12 Tahun Jadi Auditor, 10 Tahun Anggota Dewan, Pas dengan Anies

Fraksi PKS: Nurmansjah 12 Tahun Jadi Auditor, 10 Tahun Anggota Dewan, Pas dengan Anies

Megapolitan
Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Megapolitan
Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Megapolitan
Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Megapolitan
Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Megapolitan
Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

Megapolitan
Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Megapolitan
Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Megapolitan
Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Megapolitan
50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

Megapolitan
Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Megapolitan
Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Megapolitan
Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X