419 Napi di Rutan Cipinang Dapat Remisi Idul Fitri, 10 Orang Bebas

Kompas.com - 06/07/2016, 09:32 WIB
Sekitar 2.000 tahanan mengikuti ibadah shalat Idul Fitri di Rutan Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (6/7/2016). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINSekitar 2.000 tahanan mengikuti ibadah shalat Idul Fitri di Rutan Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (6/7/2016).
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 419 narapidana di Rumah Tahanan Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, mendapat remisi Hari Raya Idul Fitri 1437 H, Rabu (6/7/2016).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 orang diantaranya akan dibebaskan.

"Dari jumlah tahanan 3.369 orang yang dapat remisi 419 orang, 10 di antaranya bebas hari ini," ujar Kepala Rutan Cipinang, Asep Sutandar, saat ditemui di Rutan Cipinang, Rabu.

(baca: Berdoa Saat Shalat Id, Para Tahanan Rutan Cipinang Menangis)

Sebanyak 409 narapidana mendapatkan remisi I, berupa pemotongan masa tahanan. Remisi terdiri dari pemotongan masa tahanan 15 hari, 1 bulan, 1 bulan 15 hari, dan 2 bulan.

Menurut Asep, narapidana yang mendapat remisi merupakan napi yang telah memenuhi persyaratan administratif maupun substantif. Untuk remisi Lebaran tahun ini, kasus terbanyak yang mendapat remisi adalah narapidana kasus narkotika.

"Kasus yang banyak mendapat remisi adalah kasus narkotika yang memang vonisnya di bawah 5 tahun," kata Asep.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sewa GrabWheels Dini Hari, Dua Pengguna Skuter Listrik Tewas Ditabrak Mobil

Sewa GrabWheels Dini Hari, Dua Pengguna Skuter Listrik Tewas Ditabrak Mobil

Megapolitan
Video Senonoh Diputar di Dalam Bus, Transjakarta Minta Maaf

Video Senonoh Diputar di Dalam Bus, Transjakarta Minta Maaf

Megapolitan
Sepekan Lalu Berjalan Pincang, Nunung Kini Siap Jalani Sidang Tuntutan

Sepekan Lalu Berjalan Pincang, Nunung Kini Siap Jalani Sidang Tuntutan

Megapolitan
Baju Bekas di Pasar Baru Tetap Eksis di Tengah Menjamurnya Online Shop

Baju Bekas di Pasar Baru Tetap Eksis di Tengah Menjamurnya Online Shop

Megapolitan
Polisi Gelar Rekonstruksi Perencanaan Bom Molotov oleh Dosen IPB

Polisi Gelar Rekonstruksi Perencanaan Bom Molotov oleh Dosen IPB

Megapolitan
DPRD DKI Hapus Anggaran untuk Rehabilitasi Rumah Dinas Lurah

DPRD DKI Hapus Anggaran untuk Rehabilitasi Rumah Dinas Lurah

Megapolitan
Bantah Tebang Pilih, Kuasa Hukum Kemenag Klaim Akan Ratakan Seluruh Bangunan di Lahan Proyek UIII

Bantah Tebang Pilih, Kuasa Hukum Kemenag Klaim Akan Ratakan Seluruh Bangunan di Lahan Proyek UIII

Megapolitan
JPO Akan Dipasang Alat yang Menonaktifkan Skuter Listrik Secara Otomatis

JPO Akan Dipasang Alat yang Menonaktifkan Skuter Listrik Secara Otomatis

Megapolitan
Rumah Aparat Lolos Penertiban Lahan untuk UIII, Warga Minta Keadilan

Rumah Aparat Lolos Penertiban Lahan untuk UIII, Warga Minta Keadilan

Megapolitan
Pemkot Tangsel Tolak Prioritaskan Pegawai Honorer dalam Pendaftaran CPNS

Pemkot Tangsel Tolak Prioritaskan Pegawai Honorer dalam Pendaftaran CPNS

Megapolitan
Penertiban Kampung Bulak, Warga: Bongkar Juga RS Sentra Medika!

Penertiban Kampung Bulak, Warga: Bongkar Juga RS Sentra Medika!

Megapolitan
Polemik Penebangan Pohon Angsana di Trotoar, Dianggap Rusak Drainase dan Diganti Tabebuya

Polemik Penebangan Pohon Angsana di Trotoar, Dianggap Rusak Drainase dan Diganti Tabebuya

Megapolitan
Pembuatan SKCK untuk CPNS di Polres Jakbar Naik Tiga Kali Lipat

Pembuatan SKCK untuk CPNS di Polres Jakbar Naik Tiga Kali Lipat

Megapolitan
220 Pelamar di Kota Bogor Sudah Mendaftar CPNS pada Hari Pertama

220 Pelamar di Kota Bogor Sudah Mendaftar CPNS pada Hari Pertama

Megapolitan
Diduga Mengantuk, Pengendara Motor Kecelakaan Tunggal di Klender

Diduga Mengantuk, Pengendara Motor Kecelakaan Tunggal di Klender

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X