Kompas.com - 10/07/2016, 15:44 WIB
Indrawan (10), bocah penderita polio dan gizi buruk di Bekasi, bersama neneknya, Ramah (60). Foto dikirimkan oleh salah satu relawan yang membantu merawat Indrawan, Minggu (10/6/2016). KOMPAS.com/Nursita SariIndrawan (10), bocah penderita polio dan gizi buruk di Bekasi, bersama neneknya, Ramah (60). Foto dikirimkan oleh salah satu relawan yang membantu merawat Indrawan, Minggu (10/6/2016).
Penulis Nursita Sari
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang bocah bernama Indrawan (10) asal Kampung Katimaha, Desa Karangsetia, Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, menderita polio dan gizi buruk. Penyakit itu menyerang Indrawan sejak dia berusia 2 tahun.

Indrawan hanya tinggal berdua bersama neneknya, Ramah (60). Saat ini Ramah pun dikabarkan tengah sakit.

Salah satu relawan yang membantu merawat Indrawan, Herwin Sunarman, mengatakan, Indrawan tinggal berdua bersama sang nenek sejak ibunya meninggal dan ayahnya pergi meninggalkan dia bersama neneknya.

Menurut Herwin, beberapa relawan pernah membawa Indrawan untuk diperiksa ke Rumah Sakit Annisa Cikarang.

"Kata orang (RS), Annisa ada penyumbatan tulang, terus ada gizi buruk juga karena kekurangan asupan gizi," ujar Herwin melalui sambungan telepon kepada Kompas.com, Minggu (10/7/2016).

Hingga saat ini, Indrawan belum mendapatkan penanganan medis karena tidak memiliki biaya. Galangan dana yang dikumpulkan relawan hanya cukup untuk memenuhi asupan makanan dan kebutuhan sehari-hari Indrawan dan neneknya.

"Kami pernah galang dana di Sarinah cuma ya dapat buat biaya sehari-hari, asupan suplai makanan, susu. Kami harapkan bantuan penanganan secara medis," kata dia.

Bagi yang berniat membantu pengobatan Indrawan, lanjutnya, bisa menyalurkan bantuan melalui nomor rekening BNI 0388418573 atas nama Ramah (nenek Indrawan).

Untuk menanyakan kondisi Indrawan saat ini pun, Anda dapat menghubungi Herwin di nomor 081218508538, atau mendatangi langsung rumah Indrawan di Kampung Katimaha, RT 001 RW 005, Desa Karangsetia, Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran di Taman Sari Hanguskan Ratusan Rumah, Gulkarmat DKI: Warga Terlambat Melapor

Kebakaran di Taman Sari Hanguskan Ratusan Rumah, Gulkarmat DKI: Warga Terlambat Melapor

Megapolitan
Sekda Tangerang Selatan Ditunjuk Jadi Plh Wali Kota Gantikan Airin Rachmi Diany

Sekda Tangerang Selatan Ditunjuk Jadi Plh Wali Kota Gantikan Airin Rachmi Diany

Megapolitan
Sidang Lanjutan Rizieq Shihab Hari Ini, JPU Hadirkan Saksi dari RSCM, RS Ummi, hingga Mer-C

Sidang Lanjutan Rizieq Shihab Hari Ini, JPU Hadirkan Saksi dari RSCM, RS Ummi, hingga Mer-C

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Sayembara Desain Jalur Sepeda Terproteksi, Total Hadiah Rp 52 Juta

Pemprov DKI Buka Sayembara Desain Jalur Sepeda Terproteksi, Total Hadiah Rp 52 Juta

Megapolitan
Kebakaran Taman Sari: Polisi Gelar Olah TKP dan Bantah Penyebab Musibah akibat Pertengkaran Suami Istri

Kebakaran Taman Sari: Polisi Gelar Olah TKP dan Bantah Penyebab Musibah akibat Pertengkaran Suami Istri

Megapolitan
Kasus KDRT Serpong: Suami Paksa Istri Pompa ASI, Lakukan Kekerasan hingga Larang Bertemu Anak

Kasus KDRT Serpong: Suami Paksa Istri Pompa ASI, Lakukan Kekerasan hingga Larang Bertemu Anak

Megapolitan
Kapten Fierda Panggabean dan Tragedi Merpati CN-235 di Gunung Puntang

Kapten Fierda Panggabean dan Tragedi Merpati CN-235 di Gunung Puntang

Megapolitan
2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakarta Rabu Dini Hari

2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakarta Rabu Dini Hari

Megapolitan
Menelusuri Masjid Jami Tangkuban Perahu di Setiabudi

Menelusuri Masjid Jami Tangkuban Perahu di Setiabudi

Megapolitan
Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

Megapolitan
Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19, Selasa Kemarin

Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19, Selasa Kemarin

Megapolitan
Depok Catat 10 Kematian akibat Covid-19, Jumlah Terbanyak dalam Sehari

Depok Catat 10 Kematian akibat Covid-19, Jumlah Terbanyak dalam Sehari

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Cara Ganti E-KTP yang Hilang atau Rusak bagi Warga Luar Domisili

[POPULER JABODETABEK] Cara Ganti E-KTP yang Hilang atau Rusak bagi Warga Luar Domisili

Megapolitan
[Update 20 April]: Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang Sebanyak 26, Pasien Aktif 216

[Update 20 April]: Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang Sebanyak 26, Pasien Aktif 216

Megapolitan
Warga Depok Diminta Tak Mengendurkan Protokol Kesehatan Saat Ramadhan

Warga Depok Diminta Tak Mengendurkan Protokol Kesehatan Saat Ramadhan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X