Kompas.com - 10/07/2016, 19:08 WIB
Penumpang baru turun dari bus asal Sumatera di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (10/7/2016). Puncak arus balik Lebaran di Terminal Kalideres diprediksi terjadi hari ini. KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYAPenumpang baru turun dari bus asal Sumatera di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (10/7/2016). Puncak arus balik Lebaran di Terminal Kalideres diprediksi terjadi hari ini.
|
EditorWisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Kalideres, Revi Zulkarnaen memprediksi puncak arus balik mudik Lebaran di Terminal Kalideres terjadi pada esok hari, Senin (11/7/2016). Sebab, sejumlah bus tujuan Terminal Kalideres masih terjebak kemacetan di sejumlah titik.

"Saya antisipasi besok puncaknya," kata Revi saat dihubungi Kompas.com di Jakarta, Minggu (10/7/2016).

Revi tak bisa menyebut puncak arus balik mudik Lebaran terjadi hari ini, seperti diprediksi sebelumnya. Pasalnya, bus tujuan Terminak Kalideres mengalami keterlambatan jadwal kedatangan sejak dini hari tadi.

"Saya gak bisa bilang hari ini puncaknya. Karena saya lihat di Pelabuhan Bakauheni dan Merak penunpang masih numpuk," kata Revi.

Prediksi lainnya yakni puncak arus mudik pada malam hari nanti. Sejumlah persiapan untuk antisipasi pun sudah diterapkan, salah satunya menyediakan posko dan petugas di Terminal Kalideres.

Dari pukul 00.00 WIB hingga 13.00 WIB hari ini, sudah ada 137 bus dengan 2.288 penumpang bus yang tiba di Terminal Kalideres. Sementara untuk keberangkatan, tercatat sudah ada 46 bus dengan 513 penumpang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kecamatan Pulogadung Siapkan 7 Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Kecamatan Pulogadung Siapkan 7 Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Pemprov DKI: Pelanggan Pangkas Rambut Wajib Miliki Sertifikat Vaksin

Pemprov DKI: Pelanggan Pangkas Rambut Wajib Miliki Sertifikat Vaksin

Megapolitan
Daftar Terbaru Hotel untuk Isolasi Mandiri Berbayar di Jakarta

Daftar Terbaru Hotel untuk Isolasi Mandiri Berbayar di Jakarta

Megapolitan
RedDoorz Sayangkan Peristiwa yang Menimpa Hotelnya di Ampera Raya

RedDoorz Sayangkan Peristiwa yang Menimpa Hotelnya di Ampera Raya

Megapolitan
Perumahan Beverly Hills Jababeka Jadi Tempat Isolasi Pekerja Industri yang Positif Covid-19

Perumahan Beverly Hills Jababeka Jadi Tempat Isolasi Pekerja Industri yang Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 28 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19, 6 Pasien Meninggal

UPDATE 28 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19, 6 Pasien Meninggal

Megapolitan
Polisi: Tak Ditemukan Bukti Kuat Terkait Dugaan Kerumunan dan Praktik Prostitusi di RedDoorz Ampera Raya

Polisi: Tak Ditemukan Bukti Kuat Terkait Dugaan Kerumunan dan Praktik Prostitusi di RedDoorz Ampera Raya

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap di Tangsel Baru Tercapai 14 Persen dari Target 1 Juta Penduduk

Vaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap di Tangsel Baru Tercapai 14 Persen dari Target 1 Juta Penduduk

Megapolitan
UPDATE 28 Juli: Tambah 5.525 Kasus Covid-19 di Jakarta, 11.035 Pasien Sembuh

UPDATE 28 Juli: Tambah 5.525 Kasus Covid-19 di Jakarta, 11.035 Pasien Sembuh

Megapolitan
Penerima Bansos Kena Pungli, Mensos Risma: Kalau Urusan Itu Tak Selesai, Kapan Warga Sejahtera!

Penerima Bansos Kena Pungli, Mensos Risma: Kalau Urusan Itu Tak Selesai, Kapan Warga Sejahtera!

Megapolitan
Update 28 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambah 606

Update 28 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambah 606

Megapolitan
Pemkot Bogor Kejar Target Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 15.000 Orang per Hari

Pemkot Bogor Kejar Target Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 15.000 Orang per Hari

Megapolitan
Plasma Konvalesen Keruh, Sejumlah Penyintas Covid-19 di Kota Tangerang Gagal Jadi Donor

Plasma Konvalesen Keruh, Sejumlah Penyintas Covid-19 di Kota Tangerang Gagal Jadi Donor

Megapolitan
Kendaraan Dinas Terminal Pulogebang Disulap Jadi Angkutan Jenazah dan Pasien Covid-19

Kendaraan Dinas Terminal Pulogebang Disulap Jadi Angkutan Jenazah dan Pasien Covid-19

Megapolitan
Pemkot Bekasi Belum Bisa Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Siswa SMA, Ini Alasannya

Pemkot Bekasi Belum Bisa Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Siswa SMA, Ini Alasannya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X