Dinkes Kota Bekasi Belum Temukan Rumah Sakit Pengguna Vaksin Palsu

Kompas.com - 11/07/2016, 13:29 WIB
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tetty Manurung menjelaskan soal daftar rumah sakit pengguna vaksin palsu yang beredar beberapa waktu lalu di media sosial. Nursita SariSekretaris Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tetty Manurung menjelaskan soal daftar rumah sakit pengguna vaksin palsu yang beredar beberapa waktu lalu di media sosial.
Penulis Nursita Sari
|
EditorAna Shofiana Syatiri

BEKASI, KOMPAS.com - Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tetty Manurung mengatakan, pihaknya belum menemukan rumah sakit yang menggunakan vaksin palsu. Dinkes Kota Bekasi disebutnya rutin melakukan sidak ke RS setelah kasus pembuatan dan peredaran vaksin palsu mencuat beberapa waktu lalu.

"Sejauh ini kita sih belum menemukan di rumah sakit yang di Kota Bekasi. Kemarin itu kan kita sudah beberapa kali sidak sejak kasus ini muncul ke permukaan," ujar Tetty di Kantor Wali Kota Bekasi, Senin (11/7/2016).

Meski begitu, belum ditemukannya RS pengguna vaksin palsu tidak menjadi jaminan RS di Kota Bekasi aman dari peredaran vaksin palsu itu. Sebab, mereka pun punya keterbatasan waktu dan tenaga.

Menurut Tetty, Dinkes Kota Bekasi akan terus mengecek RS untuk memastikan kondisi tersebut. Pihaknya akan melihat RS-RS yang membeli vaksin bukan dari distributor resmi.

"Untuk merunut, sesudah melakukan sidak, kita akan melihat mana-mana rumah sakit yang melakukan pembelian di luar distributor resmi," ucap Tetty.

Pada Juni 2016, kasus pembuatan vaksin palsu mencuat. Upaya pengungkapan kasus vaksin palsu ini berawal dari temuan penyidik Subdirektorat Industri dan Perdagangan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri di tiga wilayah, yaitu Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.

Vaksin palsu itu diketahui sudah mulai beredar sejak 2003 silam. Dalam penggeledahan beberapa waktu lalu, penyidik mengamankan barang bukti, yakni 195 saset hepatitis B, 221 botol vaksin polio, 55 vaksin anti-snake, dan sejumlah dokumen penjualan vaksin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu pembuat vaksin tersebut merupakan pasangan suami-istri yang tinggal di Kemang Pratama Regency, Kota Bekasi.

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Orang Ditangkap karena Diduga Hendak Ikut Aksi 'Jokowi End Game'

6 Orang Ditangkap karena Diduga Hendak Ikut Aksi "Jokowi End Game"

Megapolitan
Sulit Dapat Vaksin Dosis Kedua? Bisa Daftar lewat JAKI

Sulit Dapat Vaksin Dosis Kedua? Bisa Daftar lewat JAKI

Megapolitan
Diduga Hendak Ikut Aksi 'Jokowi End Game', Sejumlah Warga Diamankan Polisi

Diduga Hendak Ikut Aksi "Jokowi End Game", Sejumlah Warga Diamankan Polisi

Megapolitan
Dua Peristiwa Pesawat Terbang Rendah dan Sebabkan Suara Bising di Langit Tangerang

Dua Peristiwa Pesawat Terbang Rendah dan Sebabkan Suara Bising di Langit Tangerang

Megapolitan
77 Perusahaan di Jakarta Ditutup karena Langgar Aturan PPKM Darurat

77 Perusahaan di Jakarta Ditutup karena Langgar Aturan PPKM Darurat

Megapolitan
Jokowi Kesulitan Cari Obat Covid-19, Bima Arya: Dinkes Mau Beli Barangnya Enggak Ada

Jokowi Kesulitan Cari Obat Covid-19, Bima Arya: Dinkes Mau Beli Barangnya Enggak Ada

Megapolitan
Vaksinasi Massal Covid-19 di JCC 24-26 Juli, Simak Cara Daftarnya

Vaksinasi Massal Covid-19 di JCC 24-26 Juli, Simak Cara Daftarnya

Megapolitan
Ada Seruan Aksi 'Jokowi End Game', Tak Ada Penyekatan Tambahan di Jakarta

Ada Seruan Aksi "Jokowi End Game", Tak Ada Penyekatan Tambahan di Jakarta

Megapolitan
Pemalakan Sopir Truk Kembali Muncul, Sebulan Setelah Instruksi Jokowi Berantas Pungli

Pemalakan Sopir Truk Kembali Muncul, Sebulan Setelah Instruksi Jokowi Berantas Pungli

Megapolitan
Saat Jokowi Kesulitan Cari Obat Covid-19 di Kota Bogor...

Saat Jokowi Kesulitan Cari Obat Covid-19 di Kota Bogor...

Megapolitan
Sulit Dapat Akses, WNA Pertanyakan Kesetaraan Memperoleh Vaksin di Jakarta

Sulit Dapat Akses, WNA Pertanyakan Kesetaraan Memperoleh Vaksin di Jakarta

Megapolitan
Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 12-17 Tahun di Depok Periode Juli

Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 12-17 Tahun di Depok Periode Juli

Megapolitan
Warga Kesulitan Cari Oksigen, Yayasan RHC Suplai 100 Tabung Gratis

Warga Kesulitan Cari Oksigen, Yayasan RHC Suplai 100 Tabung Gratis

Megapolitan
Heboh soal Pesawat Terbang Rendah Bolak-balik di Langit Tangerang, Ini Penjelasan Airnav

Heboh soal Pesawat Terbang Rendah Bolak-balik di Langit Tangerang, Ini Penjelasan Airnav

Megapolitan
Curhat WNA Kesulitan Dapatkan Vaksin Covid-19 di Jakarta

Curhat WNA Kesulitan Dapatkan Vaksin Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X