Dengan Berpenampilan Necis, Penyelundup Narkoba Ini Berupaya Kelabui Petugas Bandara

Kompas.com - 11/07/2016, 13:48 WIB
Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes John Turman Panjaitan (kiri) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono saat menunjukan barang bukti narkotika yang dikemas dalam kapsul di Mapolda Metro Jaya, Senin (11/7/2016). Akhdi Martin PratamaDirektur Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes John Turman Panjaitan (kiri) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono saat menunjukan barang bukti narkotika yang dikemas dalam kapsul di Mapolda Metro Jaya, Senin (11/7/2016).
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com — Warga negara Afrika Selatan, DH (47), menyelundupkan narkoba jenis sabu dari Afrika Selatan ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Agar tidak dicurigai petugas bandara, ia berpenampilan rapi layaknya seorang pengusaha.

"Saat masuk ke bandara itu, DH ini pakaiannya necis, menggunakan jas. Hal ini agar tidak dicurigai oleh petugas bea cukai," ujar Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes John Turman Panjaitan di Mapolda Metro Jaya, Senin (11/7/2016).

(Baca juga: Polisi Tangkap WN Afsel yang Sembunyikan Sabu dalam Perut)

John menambahkan, pelaku sengaja memanfaatkan momen arus balik Lebaran agar aksinya tidak terendus petugas.

Sebab, saat arus balik, kondisi Bandara Soekarno-Hatta sedang ramai penumpang. "Kalau lagi arus balik seperti ini bandara kan ramai sehingga gerak-gerik pelaku ini tidak diketahui petugas," ucap dia. 

John menyampaikan, biasanya proses pemeriksaan di bandara-bandara selain menggunakan x-ray juga menggunakan metode body profiling.

Namun, karena kondisi bandara sedang ramai, menurut dia, gerak-gerik DH luput dari pengamatan petugas.

"Body profiling itu membaca gerak-gerik tubuh seseorang atau membaca body language. Karena seperti kemarin itu bandara sedang ramai, agak susah mendeteksinya," kata John.

(Baca juga: Begini Cara DH Sembunyikan Sabu di Dalam Perutnya)

DH ditangkap di sebuah hotel kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, pada Senin (11/7/2016) pukul 08.30 WIB.

Ia diduga sudah tiga kali menyelundupkan sabu ke Indonesia. Akibat ulahnya, DH terancam dijerat Pasal 111, 113, dan 114 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Politisi PDI-P Kritik Pemprov DKI soal Kebijakan Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 yang Berubah-ubah

Politisi PDI-P Kritik Pemprov DKI soal Kebijakan Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 yang Berubah-ubah

Megapolitan
Seorang Pria yang Bawa Sabu Ditangkap saat Operasi Yustisi

Seorang Pria yang Bawa Sabu Ditangkap saat Operasi Yustisi

Megapolitan
PHRI Ajak Pengusaha agar Bersedia Hotelnya Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

PHRI Ajak Pengusaha agar Bersedia Hotelnya Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Wali Kota Depok dan Wakilnya Cuti Kampanye 71 Hari, Pemprov Jabar Tunjuk Pejabat Sementara

Wali Kota Depok dan Wakilnya Cuti Kampanye 71 Hari, Pemprov Jabar Tunjuk Pejabat Sementara

Megapolitan
Keluh Kesah Mereka yang Tak Bisa Kerja dari Rumah Selama PSBB...

Keluh Kesah Mereka yang Tak Bisa Kerja dari Rumah Selama PSBB...

Megapolitan
Rekam Jejak Terpidana Mati Cai Changpan, Kabur 2 Kali dari Sel Tahanan

Rekam Jejak Terpidana Mati Cai Changpan, Kabur 2 Kali dari Sel Tahanan

Megapolitan
Lihat Pelanggaran Protokol Kesehatan, Lapor ke Hotline Polisi 0822-1666-6911

Lihat Pelanggaran Protokol Kesehatan, Lapor ke Hotline Polisi 0822-1666-6911

Megapolitan
PHRI: Protokol di Hotel untuk Isolasi Pasien OTG Akan Ketat seperti Wisma Atlet

PHRI: Protokol di Hotel untuk Isolasi Pasien OTG Akan Ketat seperti Wisma Atlet

Megapolitan
Selama Pengetatan PSBB, 211 Restoran di Jakarta Ditutup Sementara

Selama Pengetatan PSBB, 211 Restoran di Jakarta Ditutup Sementara

Megapolitan
Ruko di Kebayoran Baru Terbakar, 2 Mobil Pemadam Dikerahkan

Ruko di Kebayoran Baru Terbakar, 2 Mobil Pemadam Dikerahkan

Megapolitan
Jadi Calon Wakil Wali Kota Tangsel, Kekayaan Rahayu Saraswati Senilai Rp 23,7 Miliar

Jadi Calon Wakil Wali Kota Tangsel, Kekayaan Rahayu Saraswati Senilai Rp 23,7 Miliar

Megapolitan
3.000 Pasangan Bercerai di Jakut Setiap Tahunnya

3.000 Pasangan Bercerai di Jakut Setiap Tahunnya

Megapolitan
Wagub DKI: Aparat Pengawas PSBB 20.000 Tak Sebanding dengan 11 Juta Warga Jakarta

Wagub DKI: Aparat Pengawas PSBB 20.000 Tak Sebanding dengan 11 Juta Warga Jakarta

Megapolitan
Tersangka Pelecehan dan Pemerasan di Bandara Soetta Ditangkap Saat Bersama Istri

Tersangka Pelecehan dan Pemerasan di Bandara Soetta Ditangkap Saat Bersama Istri

Megapolitan
PHRI Jakarta: 4.116 Kamar Hotel di Jakarta Siap Tampung Pasien OTG

PHRI Jakarta: 4.116 Kamar Hotel di Jakarta Siap Tampung Pasien OTG

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X