Kompas.com - 13/07/2016, 19:54 WIB
Hasil survei yang digelar Badan Litbang dan Penelitian Kompas pada 20-22 Januari 2016, sebagaimana tayang di print.kompas.com pada Selasa (26/1/2016), terkait kesiapan masyarakat membawa kantong plastik dari rumah setiap kali berbelanja. Balitbang KompasHasil survei yang digelar Badan Litbang dan Penelitian Kompas pada 20-22 Januari 2016, sebagaimana tayang di print.kompas.com pada Selasa (26/1/2016), terkait kesiapan masyarakat membawa kantong plastik dari rumah setiap kali berbelanja.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Tutum Rahanta mengatakan, saat ini seluruh plastik yang dipakai di seluruh ritel modern di tanah air masih berbayar.

Pernyataan itu disampaikan Tutum untuk menanggapi informasi yang beredar di masyarakat bahwa per 1 Juni lalu, ritel modern kembali memberikan kantong plastik secara gratis untuk para pelanggan.

Tutum menjelaskan, program plastik berbayar tahap pertama dilakukan sejak pertengahan Februari hingga akhir Mei 2016. Namun, mendekati akhir 31 Mei, Aprindo belum menerima surat pemberitahuan apapun dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk memperpanjang program plastik berbayar itu.

"Mendekati 31 Mei karena kami Aprindo belum menerima surat atau penjelasan lebih lanjut dari KLHK, jadi kami memberi informasi (kepada anggota) bahwa ini sudah akan berakhir dan akan dikembalikan kepada anggota seperti dulu," ujar Tutum saat dihubungi Kompas.com, Rabu (13/7/2016).

Dijelaskan Tutum, pihaknya menyerahkan keputusan apakah ada peritel yang ingin menerapkan plastik berbayar atau tidak. Ia pun menekankan, Aprindo tidak memiliki kekuatan hukum untuk memaksakan anggota.

Kemudian, pada 7 Juni, Aprindo mendapatkan surat dari KLHK untuk memperpanjang program itu. Bahkan, program yang tadinya hanya diikuti peritel di 23 kota, kini diharuskan diikuti oleh seluruh peritel modern yang ada di seluruh kota di tanah air. Maka dari itu, segera setelah mendapatkan surat dari KLHK, Aprindo segera memberitahu seluruh anggota Aprindo untuk memperpanjang program tersebut.

Saat ini anggota Aprindo berkisar 100 peritel modern yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pada 7 Juni kami terima surat KLHK. Surat itu berlaku untuk 1 Juni sebenarnya, jadi nyambung untuk 31 Mei. Ini tahapan kedua lagi, tahapan kedua ini bukan 23 kota lagi tapi seluruh Indonesia. Nah, jadi Aprindo segera membuat surat untuk anggota untuk melaksanakannya lagi, begitu saja. Isu yang beredar beberapa hari ini saya nggak tahu dari mana, sebenarnya itu internal Aprindo ya. Sebelum menerima surat, plastik bukannya gratis, tapi kami menyerahkan semuanya kembali kepada anggota menjelang surat dari KLHK keluar," ujar Tutum.

Sebelumnya, informasi yang menyebar di masyarakat menyebut bahwa plastik yang dipakai di ritel modern bisa kembali didapatkan secara gratis. Saat ini rata-rata peritel memberikan harga plastik seharga Rp 200 per plastik. (Baca: Apa Kabar Kebijakan Plastik Berbayar?)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ragunan dan 58 Taman di Jakarta Dibuka, Ini Syarat Wajib bagi Pengunjung

Ragunan dan 58 Taman di Jakarta Dibuka, Ini Syarat Wajib bagi Pengunjung

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Kerja Sama TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Diteken Senin Depan

Wagub DKI Sebut Kerja Sama TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Diteken Senin Depan

Megapolitan
Wagub DKI: Sudah Tidak Ditemukan Kandungan Parasetamol di Teluk Jakarta

Wagub DKI: Sudah Tidak Ditemukan Kandungan Parasetamol di Teluk Jakarta

Megapolitan
Kepala Basarnas Harap Polisi Segera Tangkap Perampok yang Bunuh Karyawannya

Kepala Basarnas Harap Polisi Segera Tangkap Perampok yang Bunuh Karyawannya

Megapolitan
Polisi Buru Penyuplai Dana dari 5 Perusahaan Pinjol yang Digerebek

Polisi Buru Penyuplai Dana dari 5 Perusahaan Pinjol yang Digerebek

Megapolitan
59 RTH Mulai Dibuka, Wagub DKI Minta Masyarakat Tetap Jaga Protokol Kesehatan

59 RTH Mulai Dibuka, Wagub DKI Minta Masyarakat Tetap Jaga Protokol Kesehatan

Megapolitan
Anak Diduga Korban Kekerasan Ibu Kandung di Duri Kepa Dapat Pendampingan Psikologis

Anak Diduga Korban Kekerasan Ibu Kandung di Duri Kepa Dapat Pendampingan Psikologis

Megapolitan
Ganjil Genap di Kawasan TMII dan Ancol, Pelanggar yang Terjaring Akan Diputar Balik

Ganjil Genap di Kawasan TMII dan Ancol, Pelanggar yang Terjaring Akan Diputar Balik

Megapolitan
Polisi: Besarnya Permintaan Konsumen Sebabkan Tingginya Kasus Narkotika

Polisi: Besarnya Permintaan Konsumen Sebabkan Tingginya Kasus Narkotika

Megapolitan
Polisi Mengaku Selalu Kecolongan Saat Ingin Tertibkan Lokalisasi Liar Gunung Antang

Polisi Mengaku Selalu Kecolongan Saat Ingin Tertibkan Lokalisasi Liar Gunung Antang

Megapolitan
Polisi Buru 4 Perampok yang Bacok Karyawati Basarnas hingga Tewas

Polisi Buru 4 Perampok yang Bacok Karyawati Basarnas hingga Tewas

Megapolitan
Toko PS Store di Condet Terbakar

Toko PS Store di Condet Terbakar

Megapolitan
Dibanting Polisi hingga Kejang, Korban Pertimbangkan Tempuh Jalur Pidana

Dibanting Polisi hingga Kejang, Korban Pertimbangkan Tempuh Jalur Pidana

Megapolitan
Antipasi Banjir, Wali Kota Jaksel Minta Lurah dan Camat Cek Kondisi Pompa Air

Antipasi Banjir, Wali Kota Jaksel Minta Lurah dan Camat Cek Kondisi Pompa Air

Megapolitan
Pekerja LRT yang Jatuh dari Ketinggian 8 Meter Belum Sadar

Pekerja LRT yang Jatuh dari Ketinggian 8 Meter Belum Sadar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.