Prasetio Siap Dikonfirmasi soal Dugaan Aliran Dana Pengembang ke Anggota DPRD

Kompas.com - 14/07/2016, 15:08 WIB
Ketua DPRD DKI Jakarta sekaligus Sekretaris DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Prasetio Edi Marsudi, saat ditemui di ruang kerjanya di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (20/6/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaKetua DPRD DKI Jakarta sekaligus Sekretaris DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Prasetio Edi Marsudi, saat ditemui di ruang kerjanya di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (20/6/2016).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyatakan siap menjadi saksi dalam sidang Ariesman Widjaja, mantan Direktur Utama PT Agung Podomoro Land, yang menjadi terdakwa kasus dugaan suap pembahasan raperda terkait reklamasi.

Prasetio mengaku siap dikonfirmasi soal dugaan aliran dana pengembang proyek reklamasi dalam sidang tersebut.

"Sebagai warga negara Republik Indonesia yang baik, pasti hadirlah," kata Pras di Gedung DPRD DKI, Kamis (14/7/2016).

(Baca juga: Dalam Dakwaan Ariesman, Jaksa Ungkap Peran Aktif M Taufik dalam Rangkaian Kasus Raperda Reklamasi)

Politikus PDI Perjuangan ini mengaku siap bersaksi dalam persidangan seperti saat ia berkali-kali diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ketika kasus tersebut dalam tahap penyidikan.

Karena menyatakan siap hadir pada persidangan, ia enggan menjawab pertanyaan wartawan mengenai dugaan adanya peran Pras sebagai perantara suap dari pengembang reklamasi kepada anggota DPRD.

"Sudahlah, gua enggak comment saja, gua diam sajalah. Lihat fakta hukum saja," ujar dia.

Dalam sidang lanjutan Ariesman dan asistennya, Trinanda Prihantoro, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/7/2016), terungkap dugaan bahwa Pras menerima suap dari perusahaan pengembang properti.

Dugaan itu terungkap melalui rekaman pembicaraan antara Manajer Perizinan Agung Sedayu Group, Saiful Zuhri alias Pupung, dan salah seorang tersangka yang juga anggota DPRD DKI Jakarta, Mohamad Sanusi.

(Baca juga: Ketua DPRD DKI soal Disebut Jadi Perantara Suap: Itu Bukan Suara Gua...)

Diduga, uang dari pengembang dibagi-bagikan kepada anggota DPRD yang lain.

Suap tersebut diduga diberikan agar anggota DPRD DKI dapat membantu mempercepat pembahasan Rancangan Perda tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta (RTRKSP).

"Sanusi yang menjadi lawan bicara dalam rekaman itu pasti akan kami panggil untuk memberi keterangan. Prasetyo dan anggota DPRD juga pasti kami panggil untuk mengonfirmasi," ujar jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri, di Pengadilan Tipikor, Rabu malam.

Menurut Fikri, isi rekaman pembicaraan tersebut merupakan hal lain yang dapat dikembangkan menjadi perkara tersendiri.

Kompas TV Sanusi Buat Konsep Surat Memo untuk Gubernur
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap 3 Pelaku Pengeroyokan Anggota TNI AD di Jakarta Utara

Polisi Tangkap 3 Pelaku Pengeroyokan Anggota TNI AD di Jakarta Utara

Megapolitan
Pemkot Minta Palyja Petakan Masalah Krisis Air di Jakarta Utara

Pemkot Minta Palyja Petakan Masalah Krisis Air di Jakarta Utara

Megapolitan
Warga Bangun Tembok hingga Tutup Jalan di Pondok Bambu, Sekcam: Masyarakat Kecewa

Warga Bangun Tembok hingga Tutup Jalan di Pondok Bambu, Sekcam: Masyarakat Kecewa

Megapolitan
PTM 100 Persen Masuk Minggu ke-3, Disdik Kota Tangerang Klaim Masih Aman

PTM 100 Persen Masuk Minggu ke-3, Disdik Kota Tangerang Klaim Masih Aman

Megapolitan
Diajak Nongkrong, Siswi SMP di Bogor Dicabuli 3 Pemuda secara Bergiliran

Diajak Nongkrong, Siswi SMP di Bogor Dicabuli 3 Pemuda secara Bergiliran

Megapolitan
Kasus Rentenir Tewas Dibacok, Bermula Pelaku Belum Bisa Bayar Utang Rp 350.000 dan Korban Emosi

Kasus Rentenir Tewas Dibacok, Bermula Pelaku Belum Bisa Bayar Utang Rp 350.000 dan Korban Emosi

Megapolitan
Kesal Ucapannya Dipotong Jaksa, Munarman: Saya Ini Terancam Hukuman Mati

Kesal Ucapannya Dipotong Jaksa, Munarman: Saya Ini Terancam Hukuman Mati

Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Penjual Narkotika ke Fico Fachriza

Polisi Kantongi Identitas Penjual Narkotika ke Fico Fachriza

Megapolitan
Panti Pijat yang Fasilitasi Prostitusi di Depok Bakal Ditutup

Panti Pijat yang Fasilitasi Prostitusi di Depok Bakal Ditutup

Megapolitan
Monyet Masuk ke Perumahan Mewah di Ancol, Seorang ART Dicakar hingga Berdarah

Monyet Masuk ke Perumahan Mewah di Ancol, Seorang ART Dicakar hingga Berdarah

Megapolitan
Sempat Tutup karena Kasus Covid-19, 3 Sekolah Ini Kembali Gelar PTM 100 Persen

Sempat Tutup karena Kasus Covid-19, 3 Sekolah Ini Kembali Gelar PTM 100 Persen

Megapolitan
Munarman Pertanyakan Maklumat FPI yang Buat Dirinya Dituduh Teroris dan Dipenjara

Munarman Pertanyakan Maklumat FPI yang Buat Dirinya Dituduh Teroris dan Dipenjara

Megapolitan
Jalan di Bawah Stasiun MRT Blok A Berlubang, Warga Sebut Sering Terjadi Kecelakaan

Jalan di Bawah Stasiun MRT Blok A Berlubang, Warga Sebut Sering Terjadi Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Pengeroyokan Anggota TNI AD di Jakarta Utara

Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Pengeroyokan Anggota TNI AD di Jakarta Utara

Megapolitan
UPDATE 17 Januari: Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Bertambah Jadi 2.535 orang

UPDATE 17 Januari: Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Bertambah Jadi 2.535 orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.