Sopir Truk Sampah DKI Sebut Akan Ada TPST Baru di Gunung Putri

Kompas.com - 19/07/2016, 21:53 WIB
Suasana di dalam Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (19/7/2016). Meski Dinas Kebersihan DKI Jakarta memutus kontrak dengan pihak pengelola, kegiatan di TPST Bantargebang masih berjalan seperti biasa. KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERASuasana di dalam Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (19/7/2016). Meski Dinas Kebersihan DKI Jakarta memutus kontrak dengan pihak pengelola, kegiatan di TPST Bantargebang masih berjalan seperti biasa.
|
EditorFidel Ali

BEKASI, KOMPAS.com - Beberapa sopir truk sampah mengaku dapat informasi tentang TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) baru yang akan dipakai setelah TPST Bantargebang di Kota Bekasi, Jawa Barat. TPST baru ini juga disebut memiliki luas yang hampir mirip dengan TPST Bantargebang.

"Katanya mau ada TPST baru di Gunung Putri, Bogor. Tapi enggak tahu kapan mau dipakainya," kata Muhammad (47), salah satu sopir, kepada Kompas.com, Selasa (19/7/2016).

Dari obrolan para sopir, tempat untuk TPST baru di Gunung Putri itu sudah siap digunakan. Tetapi, masyarakat di sekitar tempat tersebut disebut masih menolak bila di sana dijadikan tempat penampungan sampah-sampah warga DKI Jakarta.

"Jalannya juga jauh dari keramaian, belum tahu aman apa enggaknya," tutur Muhammad.

Terkait dengan rencana pengambilalihan pengelolaan TPST Bantargebang oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta, tidak terlalu dihiraukan oleh para sopir. Menurut mereka, pekerjaan sopir dan kernet truk sampah tidak akan banyak berubah meski pengelolaannya tidak lagi dilakukan oleh PT Godang Tua Jaya dan Navigat Organic Energy Indonesia (NOEI).

Secara terpisah, Kompas.com telah menghubungi Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Ali Maulana Hakim untuk konfirmasi tentang TPST baru di Gunung Putri, tetapi belum direspons. (Baca: TPST Bantargebang Akan Dijadikan Tempat Produksi "Conblock")



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tio Pakusadewo Divonis Satu Tahun Penjara Terkait Ganja

Tio Pakusadewo Divonis Satu Tahun Penjara Terkait Ganja

Megapolitan
Jakarta Keluar dari Daftar Kota Termacet, Apa Indikator Penilaiannya?

Jakarta Keluar dari Daftar Kota Termacet, Apa Indikator Penilaiannya?

Megapolitan
Sudah Telepon 60 RS di Jabodetabek, Ibu dan Bayi Positif Covid-19 Tak Kunjung Dapat RS

Sudah Telepon 60 RS di Jabodetabek, Ibu dan Bayi Positif Covid-19 Tak Kunjung Dapat RS

Megapolitan
Kapal Tim Penyelam yang Cari Sriwijaya Air SJ 182 Saling Berbenturan, Ini Penyebabnya

Kapal Tim Penyelam yang Cari Sriwijaya Air SJ 182 Saling Berbenturan, Ini Penyebabnya

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Lowongan Jakarta Smart City 2021, Ini Cara Mendaftar dan Tahapan Perekrutan

Pemprov DKI Buka Lowongan Jakarta Smart City 2021, Ini Cara Mendaftar dan Tahapan Perekrutan

Megapolitan
Identifikasi Korban Dilakukan sampai Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Selesai

Identifikasi Korban Dilakukan sampai Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Selesai

Megapolitan
Warga di Depok Dinilai Patuh Pakai Masker di Jalan Raya, Giliran di Permukiman Malah Dilepas

Warga di Depok Dinilai Patuh Pakai Masker di Jalan Raya, Giliran di Permukiman Malah Dilepas

Megapolitan
Kota Bekasi Disebut Paling Taat Protokol Kesehatan di Jabar, Ini Respons Wali Kota

Kota Bekasi Disebut Paling Taat Protokol Kesehatan di Jabar, Ini Respons Wali Kota

Megapolitan
Warga Depok Disebut Paling Tak Patuh Jaga Jarak, Data Ridwan Kamil Dipertanyakan

Warga Depok Disebut Paling Tak Patuh Jaga Jarak, Data Ridwan Kamil Dipertanyakan

Megapolitan
Penduduk di Luar DKI Bisa Melamar Tenaga Ahli Jakarta Smart City, Ini Syaratnya

Penduduk di Luar DKI Bisa Melamar Tenaga Ahli Jakarta Smart City, Ini Syaratnya

Megapolitan
Berkas yang Perlu Dipersiapkan Untuk Melamar Kerja di Jakarta Smart City

Berkas yang Perlu Dipersiapkan Untuk Melamar Kerja di Jakarta Smart City

Megapolitan
Bekasi Jadi Zona Merah Covid-19 Lagi, Ini Kata Wali Kota

Bekasi Jadi Zona Merah Covid-19 Lagi, Ini Kata Wali Kota

Megapolitan
Terkendala Cuaca Buruk, Penyelam Belum Bisa Lanjutkan Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Terkendala Cuaca Buruk, Penyelam Belum Bisa Lanjutkan Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
Proyek Terowongan Silaturahmi, Jalan Sekitar Istiqlal dan Katedral Dialihkan 20 Januari-31 Maret 2021

Proyek Terowongan Silaturahmi, Jalan Sekitar Istiqlal dan Katedral Dialihkan 20 Januari-31 Maret 2021

Megapolitan
Tim DVI Ungkap Kendala Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182

Tim DVI Ungkap Kendala Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X