Ribuan Truk Sampah dan Alat Berat Milik Pemprov DKI Beroperasi di TPST Bantargebang

Kompas.com - 21/07/2016, 20:56 WIB
Kamis (21/7/2016), 1.000 truk sampah dan 15 alat berat milik Dinas Kebersihan Pemprov DKi Beroperasi di  TPST Bantargebang, Bekasi Kompas.com/David Oliver PurbaKamis (21/7/2016), 1.000 truk sampah dan 15 alat berat milik Dinas Kebersihan Pemprov DKi Beroperasi di TPST Bantargebang, Bekasi
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah alat berat milik Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta mulai dikerahkan untuk mengangkut sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.

Pengawas Timbangan Dinas Kebersihan Pemprov DKI Zeplin Fernando mengatakan, ada 15 alat berat jenis eskavator yang telah diturunkan sejak Dinas Kebersihan DKI Jakarta resmi mengirimkan surat pemutusan kontrak.

Pemutusan itu dilakukan kepada dua pengelola Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, yakni PT Godang Tua Jaya (GTJ) dan Navigat Organic Energy Indonesia (NOEI) pada Selasa (19/7/2016) lalu.

Alat berat itu, kata Zeplin telah beroperasi normal sejak Rabu lalu.

"Tidak ada perbedaan jam kerja, Bantergebang tetap buka 24 jam," ujar Zeplin saat ditemui Kompas.com di Bantargebang, Bekasi, Kamis (21/7/2016).

Dari pantauan Kompas.com, tampak sejumlah truk sampah milik Dinas Kebersihan Pemprov DKI keluar masuk Bantargebang.

Sejumlah ekskavator juga terlihat bekerja mengeruk berton-ton timbunan sampah. Zeplin menyebut, rencananya Pemprov DKI akan menambah kembali alat berat tersebut menjadi 50 unit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jumlah itu merupakan jumlah standar yang biasa beroperasi di Bantargebang. Namun dirinya belum tahu kapan tambahan alat berat akan didatangkan.

Selain alat berat, Pemprov juga mengerahkan 1.000 unit truk berukuran besar dan sedang untuk mengangkut sampah-sampah di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Dalam sehari, sampah yang diantar ke Bantargebang mencapai 7.00 ton. Luas area pembuangan Bantargebang seluas 108 hektar.

Dinas Kebersihan DKI Jakarta telah melayangkan SP-3 kepada pengelola TPST Bantargebang pada 21 Juni 2016. Tenggat waktu SP 3 hanya hingga 6 Juli 2016 lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Tegur Kontraktor yang Bangun Sumur Resapan di Jalan Lebak Bulus III

Pemprov DKI Tegur Kontraktor yang Bangun Sumur Resapan di Jalan Lebak Bulus III

Megapolitan
Selidiki Penyebab KRL Anjlok di Ciputat, KAI Cek Semua Sarana Prasarana

Selidiki Penyebab KRL Anjlok di Ciputat, KAI Cek Semua Sarana Prasarana

Megapolitan
Dinas SDA DKI: Pembangunan Sumur Resapan Telah Dievaluasi agar Berfungsi Optimal

Dinas SDA DKI: Pembangunan Sumur Resapan Telah Dievaluasi agar Berfungsi Optimal

Megapolitan
Wakil Camat Mampang: Sumur Resapan Telah Teruji Kurangi Genangan atau Banjir

Wakil Camat Mampang: Sumur Resapan Telah Teruji Kurangi Genangan atau Banjir

Megapolitan
16.035 Sumur Resapan Sudah Dibangun di Jakarta, Targetnya 1.150.242

16.035 Sumur Resapan Sudah Dibangun di Jakarta, Targetnya 1.150.242

Megapolitan
Perintah Anies: Sumur Resapan Harus Berfungsi Optimal dan Jangan Membahayakan!

Perintah Anies: Sumur Resapan Harus Berfungsi Optimal dan Jangan Membahayakan!

Megapolitan
KRL Anjlok di Ciputat, Penumpang Sebut Keberangkatan Kereta dari Stasiun Tanah Abang Telat 1 Jam

KRL Anjlok di Ciputat, Penumpang Sebut Keberangkatan Kereta dari Stasiun Tanah Abang Telat 1 Jam

Megapolitan
Anies Instruksikan Anak Buah Evaluasi Pembangunan Sumur Resapan

Anies Instruksikan Anak Buah Evaluasi Pembangunan Sumur Resapan

Megapolitan
DPRD DKI Ancam Coret Anggaran Proyek Sumur Resapan 2 Tahun Berturut-turut

DPRD DKI Ancam Coret Anggaran Proyek Sumur Resapan 2 Tahun Berturut-turut

Megapolitan
Sumur Resapan Ambles, Diaspal, lalu Dilubangi, Komisi D DPRD DKI Curiga Perencanaannya Salah

Sumur Resapan Ambles, Diaspal, lalu Dilubangi, Komisi D DPRD DKI Curiga Perencanaannya Salah

Megapolitan
KRL Anjlok Dievakuasi, Pengendara Sudah Dapat Lewati Pelintasan Sebidang di Ciputat

KRL Anjlok Dievakuasi, Pengendara Sudah Dapat Lewati Pelintasan Sebidang di Ciputat

Megapolitan
Kadishub Depok Akui Banyak Pengemudi Mobil Belum Tahu Penerapan Ganjil Genap di Margonda

Kadishub Depok Akui Banyak Pengemudi Mobil Belum Tahu Penerapan Ganjil Genap di Margonda

Megapolitan
4 dari 10 Gerbong KRL yang Anjlok di Pelintasan Ciputat Ditarik Kereta Penolong

4 dari 10 Gerbong KRL yang Anjlok di Pelintasan Ciputat Ditarik Kereta Penolong

Megapolitan
Ada 29 Sumur Resapan Ditutup Aspal di Lebak Bulus, Semuanya Akan Dilubangi

Ada 29 Sumur Resapan Ditutup Aspal di Lebak Bulus, Semuanya Akan Dilubangi

Megapolitan
KRL Anjlok di Pelintasan Ciputat, KAI: Itu Kereta Cadangan, Tak Layani Penumpang

KRL Anjlok di Pelintasan Ciputat, KAI: Itu Kereta Cadangan, Tak Layani Penumpang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.