Ahok Janjikan Gaji untuk Saritilawah Peraih Juara di MTQ Nasional

Kompas.com - 27/07/2016, 14:11 WIB
Para saritilawah asal DKI Jakarta saat berada di Balai Kota, Rabu (27/7/2016). Mereka akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional 2016 di Mataram, Nusa Tenggara Barat pada 30 Juli-6 Agustus 2016. Alsadad RudiPara saritilawah asal DKI Jakarta saat berada di Balai Kota, Rabu (27/7/2016). Mereka akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional 2016 di Mataram, Nusa Tenggara Barat pada 30 Juli-6 Agustus 2016.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjanjikan gaji untuk para saritilawah asal DKI Jakarta yang mampu meraih juara di lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional 2016 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 30 Juli-6 Agustus.

Menurut Ahok, besaran gaji untuk saritilawah asal DKI yang mampu meraih juara di MTQ Nasional adalah senilai upah minimum provinsi (UMP). Ahok mengatakan, gaji akan diberikan selama dua tahun sebagai timbal balik agar para saritilawah mau menjadi guru ngaji bagi anak-anak di DKI Jakarta.

"Kalau juara kita cukupin biaya hidupnya dua tahun supaya mereka fokus ngajar, jadi guru menukarkan ilmunya ke yang lain. Jangan pusing cari makan gimana."

"Hitung aja pakai UMP dan THR," kata dia saat melepas kontingen DKI untuk mengikuti MTQ Nasional di Balai Kota, Rabu (27/7/2016).

DKI Jakarta yang mengirim 34 saritilawah menargetkan gelar juara umum pada MTQ tahun ini. Para saritilawah akan berloma di tujuh kategori lomba.

Menurut Ahok, adanya rencana pemberian gaji untuk para saritilawah dilatarbelakangi kejadian yang pernah terjadi di kampung halamannya di Belitung Timur. Di sana, kata Ahok, banyak guru ngaji yang harus mencari penghasilan tambahan di bidang lain.

"Saya enggak pengen guru ngaji pergi nyari duit kayak pengalaman di Belitung," ujar Ahok.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dishub: Belum Ada Layanan dan Izin Operasi Taksi Udara di Tangsel

Dishub: Belum Ada Layanan dan Izin Operasi Taksi Udara di Tangsel

Megapolitan
Virus Corona Baru yang Masuk Lewat Soetta Lebih Menular dan Mematikan

Virus Corona Baru yang Masuk Lewat Soetta Lebih Menular dan Mematikan

Megapolitan
1.000 Pengemudi Transportasi Umum di Kota Tangerang Disuntik Vaksin Covid-19 Hari Ini

1.000 Pengemudi Transportasi Umum di Kota Tangerang Disuntik Vaksin Covid-19 Hari Ini

Megapolitan
Rencana KBM Tatap Muka di Tangsel, PAUD dan TK Dibuka Paling Akhir

Rencana KBM Tatap Muka di Tangsel, PAUD dan TK Dibuka Paling Akhir

Megapolitan
Untuk Pertama Kalinya, Jakarta Keluar dari Zona Merah Covid-19, Benarkah Corona Sudah Terkendali?

Untuk Pertama Kalinya, Jakarta Keluar dari Zona Merah Covid-19, Benarkah Corona Sudah Terkendali?

Megapolitan
Dishub Tegaskan Belum Ada Izin Taksi Udara di Depok

Dishub Tegaskan Belum Ada Izin Taksi Udara di Depok

Megapolitan
Masyarakat Diminta Waspada akan Varian Baru Corona, Seperti Apa Bahayanya?

Masyarakat Diminta Waspada akan Varian Baru Corona, Seperti Apa Bahayanya?

Megapolitan
Tilang Elektronik Akan Diterapkan di Bekasi

Tilang Elektronik Akan Diterapkan di Bekasi

Megapolitan
Lansia yang Divaksinasi Covid-19 di RSUD Pasar Rebo Harus Punya KTP Jakarta Timur

Lansia yang Divaksinasi Covid-19 di RSUD Pasar Rebo Harus Punya KTP Jakarta Timur

Megapolitan
UPDATE 4 Maret: Kapasitas RSD Covid-19 Wisma Atlet Terisi 74,4 Persen

UPDATE 4 Maret: Kapasitas RSD Covid-19 Wisma Atlet Terisi 74,4 Persen

Megapolitan
Di Balik Ditiadakannya Ganjil Genap Kota Bogor: Kasus Covid-19 Menurun, Hotel Rugi Miliaran Rupiah

Di Balik Ditiadakannya Ganjil Genap Kota Bogor: Kasus Covid-19 Menurun, Hotel Rugi Miliaran Rupiah

Megapolitan
Lansia Bisa Datang Langsung ke Lokasi Vaksinasi di RSUD Pasar Rebo meski Belum Dapat Notifikasi

Lansia Bisa Datang Langsung ke Lokasi Vaksinasi di RSUD Pasar Rebo meski Belum Dapat Notifikasi

Megapolitan
Pemkot Tangsel Siap Gelar KBM Tatap Muka jika Target Vaksinasi Guru Tercapai

Pemkot Tangsel Siap Gelar KBM Tatap Muka jika Target Vaksinasi Guru Tercapai

Megapolitan
Pengusaha Bioskop: Dampak Pandemi Covid-19 Paling Berat, Krisis Tahun 98 Tak Separah Ini

Pengusaha Bioskop: Dampak Pandemi Covid-19 Paling Berat, Krisis Tahun 98 Tak Separah Ini

Megapolitan
Ketika Pedagang hingga Guru Menggantung Asa pada Vaksin demi Keluar dari Pandemi Covid-19

Ketika Pedagang hingga Guru Menggantung Asa pada Vaksin demi Keluar dari Pandemi Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X