Setelah Mirna Kejang-kejang, Manajer Olivier Minta Barista Buat Es Kopi Vietnam Serupa

Kompas.com - 27/07/2016, 15:39 WIB
Majelis hakim mengajak saksi dan Jessica Kumala Wongso memperagakan kondisi di meja nomor 54 kafe Olivier saat sidang lanjutan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (27/7/2016) pagi. KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERAMajelis hakim mengajak saksi dan Jessica Kumala Wongso memperagakan kondisi di meja nomor 54 kafe Olivier saat sidang lanjutan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (27/7/2016) pagi.
Penulis Nursita Sari
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Manajer kafe Olivier, Devi, meminta barista bernama Rangga Dwi Saputra membuat es kopi vietnam lagi seusai Wayan Mirna Salihin kejang-kejang setelah meminum kopi sejenis. Pembuatan kopi itu dilakukan untuk mengetahui apakah ada bahan-bahan es kopi vietnam itu yang menyebabkan Mirna kejang-kejang.

"Saya investigasi sendiri, saya coba buat sendiri. Saya coba bikin satu lagi dari bahan yang sama. Itu setelah Mirna dibawa keluar, itu saya minta Rangga buat lagi," kata Devi saat memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (27/7/2016), dalam kasus kematian Mirna dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso.

Dalam sidang itu, Devi membandingkan es kopi yang baru dibuat dengan es kopi yang sempat diminum Mirna.

"Tapi tidak seperti itu (es kopi yang diminum Mirna)," kata dia.

Devi mengaku langsung mengecek semua waktu kedaluwarsa bahan-bahan yang digunakan untuk membuat es kopi vietnam. Menurut dia, semua bahan tersebut tidak bermasalah.

"Saya cek expired date-nya, semuanya tidak ada masalah," ucap Devi.

Ia menjelaskan bahwa es kopi vietnam yang diminum Mirna tidak sesuai dengan standar es kopi vietnam yang disajikan di kafe Olivier.

"Yang standar itu rasanya kayak kopi susu biasanya. Kalo kemarin yang saya coba itu pas kejadian, enggak bisa ketelen, bukan seperti minuman," tutur dia.

Devi juga menyebutkan bahwa es kopi vietnam yang diminum Mirna berwarna agak kekuningan dan baunya menyengat. Warna tersebut berbeda dengan warna es kopi vietnam yang disajikan di kafe Olivier.

"Seharusnya kalau sudah dicampur warnanya jadi cokelat, enggak terlalu gelap," kata Devi.

Devi mengaku sempat menyicipi es kopi vietnam yang diminum Mirna dari sedotan dan rasanya pedas. Bahkan dia mengaku sampai mual dan muntah-muntah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapolda Metro: Kerawanan Pilkada Depok dan Tangsel Sama

Kapolda Metro: Kerawanan Pilkada Depok dan Tangsel Sama

Megapolitan
Terus Melonjak, 1.360 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Terus Melonjak, 1.360 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Untuk Pelaku UMKM, Ini Stimulus Pemprov DKI Jakarta yang Perlu Kalian Tahu

Untuk Pelaku UMKM, Ini Stimulus Pemprov DKI Jakarta yang Perlu Kalian Tahu

Megapolitan
2.407 Warga Depok Masih Positif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

2.407 Warga Depok Masih Positif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

Megapolitan
Daftar 18 Artis yang Terjerat Narkoba dan Psikotropika Sepanjang 2020

Daftar 18 Artis yang Terjerat Narkoba dan Psikotropika Sepanjang 2020

Megapolitan
Meski di Tengah Pandmi, KPU Tangsel Targetkan Pemilih Mencapai 77 Persen

Meski di Tengah Pandmi, KPU Tangsel Targetkan Pemilih Mencapai 77 Persen

Megapolitan
Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

Megapolitan
Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

Megapolitan
Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Kenaikan Anggaran karena Tambahan Kegiatan

Ketua DPRD DKI: Kenaikan Anggaran karena Tambahan Kegiatan

Megapolitan
Ditangkap Terkait Sabu, Mantan Artis Cilik IBS Masih Syok

Ditangkap Terkait Sabu, Mantan Artis Cilik IBS Masih Syok

Megapolitan
Polisi: Mantan Artis Cilik Iyut Bing Slamet Beli Sabu dari Seseorang di Johar Baru

Polisi: Mantan Artis Cilik Iyut Bing Slamet Beli Sabu dari Seseorang di Johar Baru

Megapolitan
Ditangkap Terkait Narkoba, Mantan Artis Cilik IBS Gunakan Sabu Sejak 2004

Ditangkap Terkait Narkoba, Mantan Artis Cilik IBS Gunakan Sabu Sejak 2004

Megapolitan
Jangan Panik, Warga Diingatkan Segera Selamatkan Dokumen dan Cabut Aliran Listrik Saat Banjir

Jangan Panik, Warga Diingatkan Segera Selamatkan Dokumen dan Cabut Aliran Listrik Saat Banjir

Megapolitan
5 Gereja yang Berperan dalam Penyebaran Kristen di Batavia

5 Gereja yang Berperan dalam Penyebaran Kristen di Batavia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X