PT MRT Jakarta Bantah Lalai Awasi Kontraktor

Kompas.com - 27/07/2016, 17:19 WIB
Lahan bekas Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan, telah diratakan dan sebagian pilar-pilar untuk persiapan pembangunan depo transportasi massal cepat (MRT) telah didirikan, Selasa (19/7). Pemerintah Kota Jakarta Selatan dan Dinas Perhubungan dan Transportasi mulai bekerja kembali membebaskan lahan untuk depo MRT supaya pembangunan selesai sesuai jadwal. KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Lahan bekas Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan, telah diratakan dan sebagian pilar-pilar untuk persiapan pembangunan depo transportasi massal cepat (MRT) telah didirikan, Selasa (19/7). Pemerintah Kota Jakarta Selatan dan Dinas Perhubungan dan Transportasi mulai bekerja kembali membebaskan lahan untuk depo MRT supaya pembangunan selesai sesuai jadwal.
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta M Nasyir menyanggah tudingan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang menyebut pengerjaan infrastruktur molor karena ada kesalahan dari kontraktor. Ia juga membantah PT MRT Jakarta kurang melakukan pengawasan terhadap konstruksi yang dikerjakan delapan kontraktor.

"Proyek MRT itu sistemnya design and build. Kontraktor menyodorkan desain, membangun, dan melakukan controlling. PT MRT tugasnya kan cuma penjagaan kontrak sama manajemen proyek," ujar Nasyir, di kantornya, Rabu (27/7/2016).

Nasyir mengungkapkan memang sempat ada kesalahan saat pengadaan 57 box girder untuk konstruksi jalan layang yang membentang dari Lebak Bulus hingga Sisingamangaraja. Box girder itu tidak sesuai dengan spesifikasi sehingga PT MRT Jakarta mengembalikannya ke kontraktor.

"Kualitas proyek MRT ini yang terbaik. Coba saja dilihat di Jalan Fatmawati girder kami dibandingkan dengan girder jalan layang non tol," kata Nasyir.

Nasyir menjelaskan bahwa proses konstruksi telah melalui berbagai tahapan sebelum dipasang. Kontraktor mengadakan sendiri infrastruktur yang dibutuhkan, melakukan kontrol sebelum dikerahkan ke lokasi juga dilakukan oleh konsultan kontraktor yang bersangkutan.

Di lokasi, PT MRT juga melakukan kontrol melalui konsultan. Nasyir menyebut pengawasan di lapangan sebenarnya bukan tugas PT MRT Jakarta.

"Design build harusnya kami hanya terima di-site. Sekarang kami melakukan lebih dari itu. Bahkan pengecoran kami cek. Kalau bagus kami terima, kalau tidak sesuai kami reject. Memang tidak semua orang paham sistem design build," ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sempat mengancam akan memecat direksi PT MRT Jakarta karena kesalahan kontraktor ini.

"Makanya, saya bilang ini enggak bisa, kalau enggak ditungguin. Apa saya yang harus tungguin teknis MRT? Kalau enggak, ya saya akan ganti itu (direksi PT MRT Jakarta), masa saya yang harus urusin teknis MRT," kata dia di Balai Kota, Senin (21/3/2016).

Proyek MRT yang awalnya diperkirakan selesai tahun ini, harus mundur dan diperkirakan baru beroperasional pada akhir 2018 atau awal 2019.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ungkap Identitas Pemilik Akun Twitter @digeeembok, Polisi Hati-hati

Ungkap Identitas Pemilik Akun Twitter @digeeembok, Polisi Hati-hati

Megapolitan
Pembobol ATM di Bekasi Sudah 5 Bulan Beraksi, Berkelana Sampai Jawa Tengah

Pembobol ATM di Bekasi Sudah 5 Bulan Beraksi, Berkelana Sampai Jawa Tengah

Megapolitan
Pencurian Motor Sport di Minimarket Matraman Terekam CCTV, Pelaku Beraksi 5 Menit

Pencurian Motor Sport di Minimarket Matraman Terekam CCTV, Pelaku Beraksi 5 Menit

Megapolitan
Antisipasi Virus Corona, RSU Tangsel Bagikan Masker ke Pasien dan Pengunjung

Antisipasi Virus Corona, RSU Tangsel Bagikan Masker ke Pasien dan Pengunjung

Megapolitan
Polisi Tangkap Pembobol ATM dengan Modus Ganjal Kawat di Bekasi

Polisi Tangkap Pembobol ATM dengan Modus Ganjal Kawat di Bekasi

Megapolitan
Satu Orang Tewas dalam Peristiwa Kebakaran di Permukiman Kebayoran Lama

Satu Orang Tewas dalam Peristiwa Kebakaran di Permukiman Kebayoran Lama

Megapolitan
Polisi Dalami Unsur Pidana dalam Kasus ABK yang Terombang Ambil 12 Jam di Laut

Polisi Dalami Unsur Pidana dalam Kasus ABK yang Terombang Ambil 12 Jam di Laut

Megapolitan
Divonis 1 Tahun Penjara, Habil Marati: Itu untuk Hibur Jaksa dan Penyidik Polisi

Divonis 1 Tahun Penjara, Habil Marati: Itu untuk Hibur Jaksa dan Penyidik Polisi

Megapolitan
Kebakaran di Kebayoran Lama, Warga Panik Ketika Api yang Sempat Padam Kembali Menyala

Kebakaran di Kebayoran Lama, Warga Panik Ketika Api yang Sempat Padam Kembali Menyala

Megapolitan
Spanduk King of The King yang Mirip Sunda Empire di Kota Tangerang Ditertibkan

Spanduk King of The King yang Mirip Sunda Empire di Kota Tangerang Ditertibkan

Megapolitan
Jadi Dirut meski Berstatus Terpidana, Donny Saragih Merasa Tak Langgar Aturan Rekrutmen

Jadi Dirut meski Berstatus Terpidana, Donny Saragih Merasa Tak Langgar Aturan Rekrutmen

Megapolitan
Kronologi ABK yang Selamat Setelah Terpeleset dari Kapal dan Terombang Ambing di Laut

Kronologi ABK yang Selamat Setelah Terpeleset dari Kapal dan Terombang Ambing di Laut

Megapolitan
Donny Saragih Batal Jadi Dirut Transjakarta karena Peras Bos Terdahulu

Donny Saragih Batal Jadi Dirut Transjakarta karena Peras Bos Terdahulu

Megapolitan
Terbukti Danai Senjata Api Illegal, Habil Marati Divonis Satu Tahun Penjara

Terbukti Danai Senjata Api Illegal, Habil Marati Divonis Satu Tahun Penjara

Megapolitan
Warga yang Mengalami Gejala Virus Corona Diimbau Segera ke Rumah Sakit Terdekat

Warga yang Mengalami Gejala Virus Corona Diimbau Segera ke Rumah Sakit Terdekat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X