"Pak Ogah" yang Ceburkan Diri ke Sungai karena Takut Satpol PP Ditemukan Mengapung

Kompas.com - 28/07/2016, 10:35 WIB
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Sudin Jakarta Barat ketika mencari  Dona Susanto (25), laki-laki yang nekat menceburkan diri ke dalam Kanal Banjir Barat (KBB) di depan Mal Season City, Jakarta Barat, pada Selasa (26/7/2016). Kompas.com/David Oliver PurbaPetugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Sudin Jakarta Barat ketika mencari Dona Susanto (25), laki-laki yang nekat menceburkan diri ke dalam Kanal Banjir Barat (KBB) di depan Mal Season City, Jakarta Barat, pada Selasa (26/7/2016).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Jenazah Dona Susanto (25), pria yang nekat menceburkan diri ke Kanal Banjir Barat (KBB) di depan Mal Seasons City, Jakarta Barat, pada Selasa (26/7/2016) lalu akhirnya ditemukan.

Kepala Seksi Operasi Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Barat, Rompis, mengatakan, jenazah Dona ditemukan Kamis pagi ini sekitar pukul 05.00 WIB. Ia menjelaskan, jenazah Dona ditemukan mengambang tak jauh dari tempat dia melompat, yaitu di depan jembatan Mal Seasons City.

Saat ditemukan, tubuhnya sudah menggembung.

"Tadi jam 05.00 ditemukan, dari informasi teman-teman di lapangan nggak jauh dari lokasi dia melompat," kata Rompis saat dihubungi Kompas.com.

Dona Susanto melompat ke Sungai Kanal Banjir Barat karena takut terjaring razia"Pak Ogah" oleh Satpol PP. Dari penuturan sejumlah warga, saat dirazia, Satpol PP sempat meneriaki dia sebagai maling sehingga mengundang perhatian warga. Sepertinya, karena takut, Dona memutuskan untuk menceburkan diri ke sungai.

Sejumlah petugas PKP dibantu para relawan mencari jenazah Dona sejak Selasa itu. Penyisiran di Kanal Banjir Barat dilakukan sejauh 10 kilometer.

Rompis mengatakan, kemungkinan jenazah Dona tersangkut di dasar sungai yang dipenuhi banyak kayu sehingga sulit ditemukan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Megapolitan
Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Megapolitan
Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Megapolitan
Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Megapolitan
57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

Megapolitan
Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Megapolitan
Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Megapolitan
Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Megapolitan
Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Megapolitan
Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

Megapolitan
Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X