Oknum TNI dan Warga Sipil Mengedarkan Dolar Palsu di Cikini

Kompas.com - 06/08/2016, 18:04 WIB
Ilustrasi dollar AS. ThinkstockIlustrasi dollar AS.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya membekuk seorang oknum TNI bersama dua warga sipil karena diduga mengedarkan uang dolar palsu di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Jumat (5/8/2016) malam.

Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Rudy Heriyanto mengatakan seorang anggota TNI atas inisial GI (34), dan dua warga masing-masing bernama Budi (42) dan Yosi (47) saat itu sedang menawarkan pecahan 100 dollar AS dengan nilai sekitar Rp 1,5 miliar.

"Berdasarkan informasi masyarakat, tersangka Budi dan Yosi akan menjual mata uang pecahan 100 dollar AS palsu sebanyak 1.200 lembar seharga Rp 5000 per 1 dollar AS," kata Rudy dalam pesan singkat, Sabtu (6/8/2016).

Anggota yang menyamar pun mengiyakan tawaran keduanya. Setelah menyepakati harga, Budi mengajak untuk bertransaksi di rumahnya di Jalan Cikini Raya.

Penawaran dilakukan sekali lagi dengan alasan kualitas lembaran uang kurang bagus sehingga disepakati menjadi Rp 3.000 per 1 dollar AS. Setelah transaksi terjadi, ketiga tersangka yang terlibat dalam transaksi pun segera dibekuk.

"Barang bukti disita mata uang kertas pecahan 100 dollar AS sebanyak 1.200 lembar senilai Rp 1.572.000.000," ujar Rudy.

Setelah menahan kedua warga sipil, polisi kemudian menyerahkan GI yang merupakan seorang anggota Skadron Kavaleri Panser Paspampers ke Polisi Militer TNI AD.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Megapolitan
Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Megapolitan
Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Megapolitan
APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

Megapolitan
Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Megapolitan
Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Megapolitan
Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Megapolitan
Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Megapolitan
Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Megapolitan
Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Megapolitan
PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

Megapolitan
Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Megapolitan
Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Megapolitan
4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X