Kompas.com - 10/08/2016, 06:36 WIB
Sejumlah penumpang terpaksa duduk di karpet dekat area check in Terminal 3 New Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (9/8/2016). Pada hari pertama operasional Terminal 3 New, penumpang mengeluhkan jumlah tempat duduk yang terbatas. KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERASejumlah penumpang terpaksa duduk di karpet dekat area check in Terminal 3 New Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (9/8/2016). Pada hari pertama operasional Terminal 3 New, penumpang mengeluhkan jumlah tempat duduk yang terbatas.
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai pengoperasian Terminal 3 New Bandara Soekarno-Hatta terlalu dipaksakan. Ia memberikan penilaian itu setelah melihat langsung kondisi terminal baru tersebut.

Selasa (9/8/2016) malam, Hasto tiba di Jakarta usai menghadiri rapat kerja daerah DPD PDI-P Sulawesi Utara di Manado. Setibanya di Terminal 3 New Bandara Soekarno-Hatta, Hasto mengaku melihat banyak hal yang sebenarnya belum siap mendukung dioperasikannya Terminal 3 New itu.

"Pengelolaan bandara memerlukan standar keselamatan tertinggi dalam industri transportasi. Saya masih melihat banyak pekerjaan konstruksi yang belum selesai. Semuanya mengandung risiko terhadap keselamatan pesawat terbang dan penumpang," kata Hasto, melalui pesan tertulis, Selasa malam.

Hasto menuturkan, pejabat terkait harus memperhatikan sarana dan fasilitas pendukung operasional Terminal 3 New tersebut. Ia berharap peresmian dan operasional terminal itu tidak dipaksakan hanya untuk mencari perhatian Presiden Joko Widodo.

"Kalau melihat secara fisik, seharusnya status readiness of mechanical completion-pun belum layak, kok ini sudah dipaksakan ke readiness of operation," ucap Hasto.

Hasto mengusulkan agar Komisi V DPR RI bersama pakar transportasi melakukan inspeksi mendadak untuk melihat kondisi di terminal baru itu. Ia menyoroti aspek keamanan dan fasilitas dasar seperti tempat duduk di ruang tunggu penumpang yang masih sangat kurang.

"Ditinjau dari aspek keamanan, nampak terminal baru belum memiliki sistem keamanan yang andal. Dikombinasikan dengan pekerjaan konstruksi yang masih berjalan dan kesemrawutan transportasi menjadikan bandara baru itu sangat rawan terhadap gangguan," ungkap Hasto.

Kompas TV Ini Suasana Hari Pertama Terminal 3 Soekarno-Hatta
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ocean Park BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Ocean Park BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Megapolitan
Cara Ke Tebet Eco Park Naik KRL, Transjakarta, dan Mikrotrans

Cara Ke Tebet Eco Park Naik KRL, Transjakarta, dan Mikrotrans

Megapolitan
Branchsto BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Branchsto BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Megapolitan
Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

Megapolitan
Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

Megapolitan
Cerita Peserta UTBK di UI, Kaget Soal Berbeda dengan Materi yang Dipelajari

Cerita Peserta UTBK di UI, Kaget Soal Berbeda dengan Materi yang Dipelajari

Megapolitan
Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 29

Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 29

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Aktif Sosialisasikan PPDB 2022 agar Orangtua Calon Siswa Tak Bingung

Pemprov DKI Diminta Aktif Sosialisasikan PPDB 2022 agar Orangtua Calon Siswa Tak Bingung

Megapolitan
Terpeleset ke Selokan Larangan Tangerang Saat Bermain Air, Bocah 3,5 Tahun Meninggal

Terpeleset ke Selokan Larangan Tangerang Saat Bermain Air, Bocah 3,5 Tahun Meninggal

Megapolitan
Resah karena Diancam dan Diintimidasi oleh Ormas, Warga Kranji Lapor Polisi

Resah karena Diancam dan Diintimidasi oleh Ormas, Warga Kranji Lapor Polisi

Megapolitan
Satu Lagi Pohon Tumbang di Larangan Tangerang, Kali Ini Timpa Truk

Satu Lagi Pohon Tumbang di Larangan Tangerang, Kali Ini Timpa Truk

Megapolitan
Penumpang KA yang Baru Divaksin Dosis Satu Wajib Tunjukkan Hasil Tes Covid-19

Penumpang KA yang Baru Divaksin Dosis Satu Wajib Tunjukkan Hasil Tes Covid-19

Megapolitan
Polres Tangsel Tangkap 4 Pelaku Kekerasan terhadap Anak yang Videonya Viral

Polres Tangsel Tangkap 4 Pelaku Kekerasan terhadap Anak yang Videonya Viral

Megapolitan
Penumpang KA dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen Tak Lagi Wajib Bawa Hasil Tes Covid-19, Ini Aturan Lengkapnya...

Penumpang KA dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen Tak Lagi Wajib Bawa Hasil Tes Covid-19, Ini Aturan Lengkapnya...

Megapolitan
Bocah 11 Tahun Berkali-kali Diperkosa Paman dan Tetangga di Cengkareng

Bocah 11 Tahun Berkali-kali Diperkosa Paman dan Tetangga di Cengkareng

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.