Kompas.com - 10/08/2016, 10:14 WIB
Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Bambang Sugiono, Kabiro Hukum Pemprov DKI Yayan Yuhana, Walikota Jakarta Barat Anas Effendi, Kasatpol PP DKI Jupan Royter, dan Biro Hukum Pemprov DKI meninjau lahan Cengkareng Barat, Jakarta Barat, Selasa (19/7/2016). Nursita SariAsisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Bambang Sugiono, Kabiro Hukum Pemprov DKI Yayan Yuhana, Walikota Jakarta Barat Anas Effendi, Kasatpol PP DKI Jupan Royter, dan Biro Hukum Pemprov DKI meninjau lahan Cengkareng Barat, Jakarta Barat, Selasa (19/7/2016).
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Kisruh kepemilikan lahan di Cengkareng Barat, Jakarta Barat, berlanjut ke meja hijau. Sengketa lahan yang melibatkan Pemprov DKI Jakarta dan seorang warga, Toeti Noezlar Soekarno, akhirnya harus masuk persidangan setelah kedua pihak tidak menemui kata sepakat dalam mediasi.

Sidang perdana sengketa lahan antara Pemprov DKI dan Toeti akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (10/8/2016).

Kasubag Sengketa Hukum Biro Hukum Pemprov DKI Johan mengatakan untuk sidang kali ini pihaknya akan mendengarkan agenda terkait laporan hasil mediasi yang telah dilakukan beberapa waktu lalu.

Johan tidak menyebut apa saja persiapan yang akan dilakukan Pemprov DKI menghadapi persidangan, tapi Johan meyakinkan kalau pihaknya akan menghadiri sidang hari ini.

"(Hari ini) laporan hasil mediasi, kami akan hadir," ujar Johan, kepada Kompas.com, Rabu (10/8/2016).

Sidang mediasi antara Pemprov DKI dan Toeti Soekarno dimulai akhir Mei lalu. Dalam gugatannya, Toeti menilai bahwa Pemprov DKI tidak memiliki dasar untuk pencatatan lahan di Cengkareng Barat.

Pada Senin (25/7/2016), mediasi yang dilakukan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, telah diputuskan mediasi dihentikan karena kedua pihak tidak mencapai kesepakatan terkait permintaan yang disampaikan Toeti.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam gugatannya, Toeti meminta agar Pemprov DKI menghapus lahan Cengkareng Barat dari Kartu Inventaris Barang (KIB) Pemprov DKI.

Adapun lahan di Cengkareng Barat direncanakan oleh Pemprov untuk dibangun rusun. Akibat kisruh itu, Pemprov telah menghentikan rencana pembangunan rusun tersebut.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tes Acak di 4 Stasiun KRL Pagi Ini, 5 Orang Reaktif Covid-19

Tes Acak di 4 Stasiun KRL Pagi Ini, 5 Orang Reaktif Covid-19

Megapolitan
Rabu Besok, 6.000 Warga Usia 18 Tahun ke Atas Bakal Divaksinasi di Puspemkot Tangerang

Rabu Besok, 6.000 Warga Usia 18 Tahun ke Atas Bakal Divaksinasi di Puspemkot Tangerang

Megapolitan
Ini Syarat dan Cara Mendonorkan Plasma Konvalesen bagi Pasien Covid-19 Bergejala Berat hingga Kritis

Ini Syarat dan Cara Mendonorkan Plasma Konvalesen bagi Pasien Covid-19 Bergejala Berat hingga Kritis

Megapolitan
Kapolres Jakpus Koreksi Dinkes DKI soal Zona Merah di Rawasari

Kapolres Jakpus Koreksi Dinkes DKI soal Zona Merah di Rawasari

Megapolitan
Didatangi Orangtua Siswa yang Keluhkan Situs PPDB Eror, SMAN 1 Tangerang: Kami Minta Sabar

Didatangi Orangtua Siswa yang Keluhkan Situs PPDB Eror, SMAN 1 Tangerang: Kami Minta Sabar

Megapolitan
Kasudinkes: Penambahan Kasus Covid-19 di Jaktim di Atas 1.000 dalam 5 Hari Terakhir

Kasudinkes: Penambahan Kasus Covid-19 di Jaktim di Atas 1.000 dalam 5 Hari Terakhir

Megapolitan
Jenazah Korban Covid-19 di Sunter Tergeletak di Depan Rumah, Warga Tak Berani Pindahkan

Jenazah Korban Covid-19 di Sunter Tergeletak di Depan Rumah, Warga Tak Berani Pindahkan

Megapolitan
8.000 Orang Bakal Ikut Vaksinasi Massal di Stadion Patriot, Wali Kota Bekasi Targetkan Selesai 3 Jam

8.000 Orang Bakal Ikut Vaksinasi Massal di Stadion Patriot, Wali Kota Bekasi Targetkan Selesai 3 Jam

Megapolitan
Ketua Komisi A Sebut Pemprov DKI Ogah Perketat PSBB karena Pendapatan Rendah

Ketua Komisi A Sebut Pemprov DKI Ogah Perketat PSBB karena Pendapatan Rendah

Megapolitan
Balita yang Ditemukan Tewas di Kanal Banjir Barat Terseret Arus Selokan di Tanjung Barat

Balita yang Ditemukan Tewas di Kanal Banjir Barat Terseret Arus Selokan di Tanjung Barat

Megapolitan
Tabrak Truk di Tol JORR Jatiwarna, Sopir Mobil Tewas

Tabrak Truk di Tol JORR Jatiwarna, Sopir Mobil Tewas

Megapolitan
Vaksin Covid-19 di Terminal Poris Plawad, Targetnya Sopir Bus hingga Pedagang

Vaksin Covid-19 di Terminal Poris Plawad, Targetnya Sopir Bus hingga Pedagang

Megapolitan
Kasus Pemuda Ditembak di Taman Sari, Pelaku Marah karena Ditegur Saat Minum Miras

Kasus Pemuda Ditembak di Taman Sari, Pelaku Marah karena Ditegur Saat Minum Miras

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Depok Batal Digelar jika 5 Juli Kasus Covid-19 Tetap Melonjak

Sekolah Tatap Muka di Depok Batal Digelar jika 5 Juli Kasus Covid-19 Tetap Melonjak

Megapolitan
Ini Syarat yang Harus Disiapkan Pasien Covid-19 untuk Isolasi di Rusun Nagrak

Ini Syarat yang Harus Disiapkan Pasien Covid-19 untuk Isolasi di Rusun Nagrak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X