Kompas.com - 10/08/2016, 20:45 WIB
Petugas PPSU sedang bekerja membersihkan taman di samping Wali Kota Jakarta Timur, di Cakung, Jakarta Timur. Pemprov DKI memutuskan petugas PPSU termasuk yang tidak boleh mengambil cuti Lebaran karena tenaganya yang dibutuhkan. Kamis (30/6/2016) Kompas.com/Robertus BelarminusPetugas PPSU sedang bekerja membersihkan taman di samping Wali Kota Jakarta Timur, di Cakung, Jakarta Timur. Pemprov DKI memutuskan petugas PPSU termasuk yang tidak boleh mengambil cuti Lebaran karena tenaganya yang dibutuhkan. Kamis (30/6/2016)
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Syarif merasa khawatir dengan keberadaan pekerja Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) alias pasukan oranye.

Pasalnya, lanjut dia, PPSU kerap mencopot atribut atau alat peraga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta.

"Misalnya ada bendera atribut nempel di gang sempit, ya dikejar itu sama PPSU. Dulu enggak ada PPSU, orang pasang (atribut) di gang sempit, itu nyaman-nyaman aja," kata Syarif, di kantor KPU DKI Jakarta, Jalan Salemba Raya Nomor 15, Jakarta Pusat, Rabu (10/8/2016).

Saat ini, lanjut dia, masyarakat, partai politik khususnya kesulitan untuk memasang atribut. Sebab ada perintah untuk pembersihan atribut demi estetika sebuah kota. Dia menyebut harus ada kearifan dalam menertibkan atribut kampanye tersebut.

"Oke, saya setuju (keberadaan PPSU), tapi kan ada kebutuhan ruang bersosialisasi," kata Syarif.

Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta ini menyebut pencabutan atribut kampanye justru akan menimbulkan gesekan antar pendukung. Sehingga, lanjut dia, diperlukan sikap arif dan bijaksana dalam menertibkan atribut.

Dia meminta seluruh pemangku kebijakan terkait duduk bersama membahas penertiban atribut jelang Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Kalau keputusannya (atribut) dibiarin ya Alhamdulillah, kalau (atribut) ditertibin ya ditertibkan dengan wajar. Masak baru pasang (atribut) sudah dicopot lagi? Dulu itu ada kearifan orang, 'ya sudahlah (atribut dibiarkan terpasang) toleransi, asal enggak mengganggu'," kata Syarif. (Baca: Dua Petugas PPSU Dikeroyok Saat Tertibkan Spanduk di Cengkareng)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Tewasnya Tahanan Polres Tangsel, Komnas HAM Masih Perlu Dokumen Pelengkap

Soal Tewasnya Tahanan Polres Tangsel, Komnas HAM Masih Perlu Dokumen Pelengkap

Megapolitan
Kronologi Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Awalnya Diiming-imingi Pekerjaan

Kronologi Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Awalnya Diiming-imingi Pekerjaan

Megapolitan
[Update 19 April]: Bertambah 973, Covid-19 di Jakarta Tembus 400.048 Kasus

[Update 19 April]: Bertambah 973, Covid-19 di Jakarta Tembus 400.048 Kasus

Megapolitan
Penjaga Sedang Shalat Tarawih, Motor Milik Penghuni Rumah Kos di Setiabudi Digasak Maling

Penjaga Sedang Shalat Tarawih, Motor Milik Penghuni Rumah Kos di Setiabudi Digasak Maling

Megapolitan
Rizieq Shihab Tanya ke Saksi: Massa Megamendung Sambut Saya dengan Benci atau Cinta?

Rizieq Shihab Tanya ke Saksi: Massa Megamendung Sambut Saya dengan Benci atau Cinta?

Megapolitan
Tinjau Korban Kebakaran di Taman Sari, Anies Sebut 130 Rumah Ludes Terbakar

Tinjau Korban Kebakaran di Taman Sari, Anies Sebut 130 Rumah Ludes Terbakar

Megapolitan
Sandiaga Uno: Mudik Enggak Boleh, Wisata Diperbolehkan dengan Protokol Kesehatan

Sandiaga Uno: Mudik Enggak Boleh, Wisata Diperbolehkan dengan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Salip Truk di Daan Mogot, Pengendara Motor Tabrak Trotoar lalu Jatuh dan Tewas Tertabrak

Salip Truk di Daan Mogot, Pengendara Motor Tabrak Trotoar lalu Jatuh dan Tewas Tertabrak

Megapolitan
Soal SIKM, Pemprov DKI Tunggu Aturan Lebih Lanjut dari Kemenhub

Soal SIKM, Pemprov DKI Tunggu Aturan Lebih Lanjut dari Kemenhub

Megapolitan
Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Sehari Disuruh Layani 5 Pria

Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Sehari Disuruh Layani 5 Pria

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Tangerang Raya, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Tangerang Raya, 20 April 2021

Megapolitan
Seorang Ibu Diusir Suami dan Dilarang Bertemu Anaknya, Sudah Lapor Polisi hingga Surati Jokowi

Seorang Ibu Diusir Suami dan Dilarang Bertemu Anaknya, Sudah Lapor Polisi hingga Surati Jokowi

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 20 April 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X