Sidang Perdana Gugatan Kasus Vaksin Palsu di RS Harapan Bunda Digelar di PN Jaktim

Kompas.com - 11/08/2016, 11:49 WIB
Aliansi Korban Vaksin Palsu membuka posko crisis center di lobi RS Harapan Bunda, mulai Minggu (17/7/2016). Nursita SariAliansi Korban Vaksin Palsu membuka posko crisis center di lobi RS Harapan Bunda, mulai Minggu (17/7/2016).
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Sidang perdana gugatan kasus vaksin palsu di RS Harapan Bunda akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (11/8/2016). Penggugat yakni Maruli Silaban (37) yang menggugat secara perdata terkait kasus vaksin palsu di RS Harapan Bunda.

Maruli menggugat empat pihak yakni RS Harapan Bunda, dokter berinisial M, Kementerian Kesehatan, dan BPOM. Gugatan ia ajukan ke pengadilan karena pihak RS Harapan Bunda tidak membuka data pasien vaksin secara menyeluruh.

"Ini sidang perdana. Tujuan kita menggugat karena sampai hari ini tidak ada keterbukaan dari pihak rumah sakit, kita kebingungan sebagai orangtua korban kita mau mengadu ke mana," kata Maruli, di PN Jakarta Timur, Kamis (11/8/2016).

Maruli mengaku memvaksin anaknya di RS Harapan Bunda pada 2013. Dirinya mengaku sudah berusaha meminta pihak rumah sakit untuk memberikan jawaban apakah anaknya juga mendapat vaksin palsu atau tidak.

"Mereka harus buka data vaksin. Kalau anak saya tahun 2013 enggak kena vaksin palsu, buktikan dong pengadaan (vaksinnya) dari mana," ujar Maruli.

Namun, ia tak kunjung mendapat jawaban pasti. Sehingga Maruli menyatakan pengadilan merupakan tempat yang tepat untuk menyelesaikan hal tersebut.

"Harapannya pengadilan mengabulkan gugatan kita nanti," ujar Maruli.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, RS Harapan Bunda termasuk dalam 14 rumah sakit yang diumumkan Kemenkes terkait kasus vaksin palsu. Pasca pengumuman tersebut, rumah sakit yang terletak di Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur, itu didatangi ratusan orangtua pasien yang meminta pihak rumah sakit memberi penjelasan dan memenuhi tujuh tuntutan terkait vaksin palsu.

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Olah TKP Kebakaran Cahaya Swalayan, Polisi Periksa Saksi dan Ambil Sampel

Olah TKP Kebakaran Cahaya Swalayan, Polisi Periksa Saksi dan Ambil Sampel

Megapolitan
Polisi Masih Buru Pelaku Pembegalan terhadap Ustaz di Bekasi

Polisi Masih Buru Pelaku Pembegalan terhadap Ustaz di Bekasi

Megapolitan
Perampok Sadis di Cipulir Juga Pernah Mencuri Burung

Perampok Sadis di Cipulir Juga Pernah Mencuri Burung

Megapolitan
Nama 6 Sekolah yang PTM Terbatasnya Sempat Ditutup Sementara karena Ditemukan Kasus Covid-19

Nama 6 Sekolah yang PTM Terbatasnya Sempat Ditutup Sementara karena Ditemukan Kasus Covid-19

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya di Tangsel, 56 Pemotor Ditilang karena Pakai Knalpot Bising

Operasi Patuh Jaya di Tangsel, 56 Pemotor Ditilang karena Pakai Knalpot Bising

Megapolitan
Nekat Bacok dan Rampas Handphone Perempuan, Perampok Mengaku Terbelit Hutang Judi Togel

Nekat Bacok dan Rampas Handphone Perempuan, Perampok Mengaku Terbelit Hutang Judi Togel

Megapolitan
Sasar Difabel dan Lansia, Pemkab Bekasi Gelar Vaksinasi Covid-19 dari Rumah ke Rumah

Sasar Difabel dan Lansia, Pemkab Bekasi Gelar Vaksinasi Covid-19 dari Rumah ke Rumah

Megapolitan
KLHK Kesulitan Deteksi Tempat Pembuangan Sampah Liar di Kota Tangerang

KLHK Kesulitan Deteksi Tempat Pembuangan Sampah Liar di Kota Tangerang

Megapolitan
Seusai Beraksi di Cipulir, Perampok yang Bacok Korbannya Kabur ke Madura

Seusai Beraksi di Cipulir, Perampok yang Bacok Korbannya Kabur ke Madura

Megapolitan
Warga Akan Kena Sanksi jika Masih Buang Sampah di 6 TPS Liar yang Disegel di Kota Tangerang

Warga Akan Kena Sanksi jika Masih Buang Sampah di 6 TPS Liar yang Disegel di Kota Tangerang

Megapolitan
Polisi Terapkan Crowd Free Night di Alam Sutra, Bintaro, Summarecon Bekasi

Polisi Terapkan Crowd Free Night di Alam Sutra, Bintaro, Summarecon Bekasi

Megapolitan
6 Tempat Pembuangan Sampah Ilegal di Kota Tangerang Disegel KLHK

6 Tempat Pembuangan Sampah Ilegal di Kota Tangerang Disegel KLHK

Megapolitan
Mayat Pria Ditemukan di Semak-semak di Kawasan Patoembak Depok

Mayat Pria Ditemukan di Semak-semak di Kawasan Patoembak Depok

Megapolitan
Disdik DKI Baru Temukan 1 Klaster Covid-19 di Pembelajaran Tatap Muka

Disdik DKI Baru Temukan 1 Klaster Covid-19 di Pembelajaran Tatap Muka

Megapolitan
Ada Tes CPNS di TMII, Polisi Tiadakan Sistem Ganjil Genap Akhir Pekan

Ada Tes CPNS di TMII, Polisi Tiadakan Sistem Ganjil Genap Akhir Pekan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.