Ahok Beberkan Obrolannya dengan Megawati soal Wakil Gubernur

Kompas.com - 11/08/2016, 15:49 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat melakukan wawancara dengan wartawan, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (4/8/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat melakukan wawancara dengan wartawan, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (4/8/2016).
Penulis Jessi Carina
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menceritakan obrolannya dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri terkait calon wakil gubernur pada Pilkada DKI 2017.

Basuki atau Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (11/8/2016), mengatakan, Megawati sudah tahu bahwa dia tidak mau menjadi kader PDI-P. Jika Ahok didukung PDI-P pada Pilkada DKI tahun depan, calon wakil gubernurnya pasti dari PDI-P.

"Makanya wakilnya mesti PDI-P dong. Nah, kalau harus PDI-P gampang, Bu. Pak Heru saja suruh masuk (PDI-P), he-he-he," kata Ahok menirukan ucapannya kepada Megawati.

Heru yang dimaksud Ahok adalah Heru Budi Hartono, Kepala BPKAD DKI Jakarta, yang digadang Ahok menjadi calon wakil gubernurnya saat ia hendak maju lewat jalur independen.

Ahok mengatakan hal itu sambil tertawa, seakan apa yang dia ceritakan hanya sekadar gurauan buat Mega.

"Heru saja suruh masuk PDI-P, sama kan? Cuma yang jadi susah jawab kan gini, emang Djarot ada salah apa?" ujar Ahok.

Ahok telah memutuskan untuk maju lewat partai politik pada Pilkada DKI mendatang. Sudah ada tiga partai politik yang mendukungnya, yaitu Nasdem, Hanura, dan Golkar. Terkait calon wakilnya, Ahok mengatakan, ketiga partai pendukungnya itu menyerahkan sepenuhnya kepada dia. Dia pun belum bisa memastikan siapa yang nantinya akan menjadi calon wakil gubernurnya.

"Tiga partai mah oke-oke saja, terserah saya," kata Ahok.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

SMAN 2 Depok Siap Gelar PTM 100 Persen Pekan Depan, tapi Masih Tunggu Perwal

SMAN 2 Depok Siap Gelar PTM 100 Persen Pekan Depan, tapi Masih Tunggu Perwal

Megapolitan
Jakpro Sebut Kampung Susun Bayam Akan Ditempati Pekerja JIS, Bagaimana Nasib Warga Terdampak?

Jakpro Sebut Kampung Susun Bayam Akan Ditempati Pekerja JIS, Bagaimana Nasib Warga Terdampak?

Megapolitan
Dua Motor 'Adu Banteng' di Jalan Raya Pulogebang, Kedua Pengendara Tewas di Tempat

Dua Motor "Adu Banteng" di Jalan Raya Pulogebang, Kedua Pengendara Tewas di Tempat

Megapolitan
Selebgram Medina Zein Berencana Ajukan Praperadilan Terkait Status Tersangka Pencemaran Nama Baik

Selebgram Medina Zein Berencana Ajukan Praperadilan Terkait Status Tersangka Pencemaran Nama Baik

Megapolitan
Epidemiolog: Kasus Covid-19 di Sekolah Cerminan Merebaknya Penularan di Masyarakat

Epidemiolog: Kasus Covid-19 di Sekolah Cerminan Merebaknya Penularan di Masyarakat

Megapolitan
Tiga Kapal Nelayan di Muara Angke Hangus Terbakar

Tiga Kapal Nelayan di Muara Angke Hangus Terbakar

Megapolitan
UPDATE Lonjakan Kasus Aktif Covid-19: Saat Natal Masih 337, Kini Ada 3.816 Kasus

UPDATE Lonjakan Kasus Aktif Covid-19: Saat Natal Masih 337, Kini Ada 3.816 Kasus

Megapolitan
Unggahan Viral, Bocah Penyandang Autisme di Bekasi Jadi Korban Kekerasan Seksual, Pelaku Ditangkap

Unggahan Viral, Bocah Penyandang Autisme di Bekasi Jadi Korban Kekerasan Seksual, Pelaku Ditangkap

Megapolitan
Tembok Bentuk Protes Warga Terkait Masalah Banjir di Pondok Bambu Kini Dibongkar

Tembok Bentuk Protes Warga Terkait Masalah Banjir di Pondok Bambu Kini Dibongkar

Megapolitan
Wajah Baru Jakarta dan New Urban Agenda

Wajah Baru Jakarta dan New Urban Agenda

Megapolitan
Tahanan Narkoba Polres Jaksel Meninggal dengan Luka Lebam, Kompolnas: Usut Tuntas jika Ada Penganiayaan

Tahanan Narkoba Polres Jaksel Meninggal dengan Luka Lebam, Kompolnas: Usut Tuntas jika Ada Penganiayaan

Megapolitan
Sederet Fakta Pengeroyokan Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara, Diduga Dikeroyok 6 Orang dan Ditusuk

Sederet Fakta Pengeroyokan Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara, Diduga Dikeroyok 6 Orang dan Ditusuk

Megapolitan
Update Klaster Covid-19 Krukut: Warga Terpapar Jadi 89 Orang, Sebagian Tunggu Panggilan Wisma Atlet

Update Klaster Covid-19 Krukut: Warga Terpapar Jadi 89 Orang, Sebagian Tunggu Panggilan Wisma Atlet

Megapolitan
Kata Gubernur Anies soal Aksi Panggung Nidji di JIS Tanpa Giring Ganesha

Kata Gubernur Anies soal Aksi Panggung Nidji di JIS Tanpa Giring Ganesha

Megapolitan
Gempa Besar Guncang Jakarta, Ancaman Megathrust Selat Sunda Jadi Nyata

Gempa Besar Guncang Jakarta, Ancaman Megathrust Selat Sunda Jadi Nyata

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.