Kompas.com - 15/08/2016, 18:24 WIB
Warga Bukit Duri, Jakarta Selatan yang direlokasi saat tiba di Rusun Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur menumpang truk Satpol PP dan Dinas Kebersihan DKI. Minggu (14/8/2016) Kompas.com/Robertus BelarminusWarga Bukit Duri, Jakarta Selatan yang direlokasi saat tiba di Rusun Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur menumpang truk Satpol PP dan Dinas Kebersihan DKI. Minggu (14/8/2016)
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Senin (15/8/2016) sore, aktivitas warga Bukit Duri yang pindah ke Rusun Rawa Bebek menjadi perbincangan warga yang tengah berkumpul di tenda mi ayam milik Sri, di depan gerbang rusun tersebut.

Devi yang bekerja melayani pembeli mi ayam, menunjukkan kepada Sri dan kawan-kawannya, sebuah foto unit blok Merpati Rusun Rawa Bebek yang baru saja ditempati warga Bukit Duri.

"Tuh gede banget ya, dapur sama ruang jemurnya sendiri," kata Devi berdecak kagum.

Sementara itu, Sri langsung menanggapi cerita yang diungkapkan Devi. Belum lama ini ia menghadap Kepala Rusun menanyakan kenapa bukan warga Pasar Ikan yang lebih dulu masuk ke rusun baru Rawa Bebek.

"Saya udah protes waktu itu, kenapa enggak kami dulu yang masuk sana, kan kami juga di sini sementara doang," kata Sri.

Sri menjelaskan bahwa sejak pertama direlokasi, ia dan tetangga-tetangganya dari Kampung Akuarium menempati unit rusun di blok A dan F, yang diperuntukkan bagi warga yang belum berkeluarga.

Unit rusun bagi warga Pasar Ikan dan Kali Krukut memiliki luas 4 x 6 meter dengan tipe studio. Ruang tamu, dapur, hingga ruang tidur bercampur jadi satu.

Kondisi ini berbeda dengan unit yang diterima warga Bukit Duri di blok Merpati. Luas unit di blok Merpati 6 x 6 meter dengan dua kamar, plus dapur dan ruang jemur.

"Mestinya kami duluan," kata Sri.

Adapun Kepala Pelayanan Unit Pengelola Rusun Rawa Bebek Ade Setyartini menuturkan bahwa warga Pasar Ikan memang hanya sementara menempati unit yang diperuntukkan bagi warga yang belum berkeluarga.

Setelah rusun bagi mereka rampung, kata Ade, barulah sebanyak 104 keluarga warga Pasar Ikan dipindahkan ke blok baru. Blok baru itu terletak di antara blok bagi warga Pasar Ikan dan blok bagi warga Bukit Duri. Bangunan itu kini sudah berdiri dan sedang dalam tahap penyelesaian.

"Rusun bujang itu memang rencananya buat yang bujang, sekarang baru ditempati 48 petugas PPSU yang bujang, nanti Desember gedung baru rampung, warga Pasar Ikan pindah," ujarnya.

Kompas TV Warga Bukit Duri Tolak Normalisasi Ciliwung
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemilik Ruko di Cilandak Nekat Bongkar Trotoar untuk Akses Jalan Kendaraan

Pemilik Ruko di Cilandak Nekat Bongkar Trotoar untuk Akses Jalan Kendaraan

Megapolitan
Saling Sindir Giring dan Anies, Bermula dari Formula E hingga Sindiran Suara Sumbang...

Saling Sindir Giring dan Anies, Bermula dari Formula E hingga Sindiran Suara Sumbang...

Megapolitan
Anggota TNI AD Meninggal Ditusuk: Polisi Tetapkan 1 Tersangka, Puspom TNI Turun Tangan

Anggota TNI AD Meninggal Ditusuk: Polisi Tetapkan 1 Tersangka, Puspom TNI Turun Tangan

Megapolitan
Kala Wisma Atlet Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19

Kala Wisma Atlet Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19

Megapolitan
Polisi Ungkap Modus Pelaku Sodomi Anak Penyandang Autis di Bekasi

Polisi Ungkap Modus Pelaku Sodomi Anak Penyandang Autis di Bekasi

Megapolitan
Diperpanjang, PPKM DKI Jakarta Masih Level 2

Diperpanjang, PPKM DKI Jakarta Masih Level 2

Megapolitan
Letupan Emosi Munarman Saat Ketahui Penyebab Dirinya Dipenjara, Cecar Saksi hingga Bentak Jaksa

Letupan Emosi Munarman Saat Ketahui Penyebab Dirinya Dipenjara, Cecar Saksi hingga Bentak Jaksa

Megapolitan
Hari Ini, Yusuf Mansur Akan Ikuti Sidang Perdata di PN Tangerang

Hari Ini, Yusuf Mansur Akan Ikuti Sidang Perdata di PN Tangerang

Megapolitan
Giring Ganesha: Jangan Dengarkan Suara Sumbang, Oktober Bakal Ada yang Tumbang

Giring Ganesha: Jangan Dengarkan Suara Sumbang, Oktober Bakal Ada yang Tumbang

Megapolitan
Ditegur agar Pakai Helm, Seorang Pengendara Motor Malah Acungkan Jari Tengah ke Polisi

Ditegur agar Pakai Helm, Seorang Pengendara Motor Malah Acungkan Jari Tengah ke Polisi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Sederet Fakta Pengeroyokan Anggota TNI di Jakarta Utara | Alarm Bahaya dari Jakarta yang Jadi Medan Perang Hadapi Omicron

[POPULER JABODETABEK] Sederet Fakta Pengeroyokan Anggota TNI di Jakarta Utara | Alarm Bahaya dari Jakarta yang Jadi Medan Perang Hadapi Omicron

Megapolitan
UPDATE 17 Januari: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 173 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 17 Januari: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 173 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Pagi hingga Sore

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Pagi hingga Sore

Megapolitan
Pemberangkatan Umrah Dihentikan Sementara, Penyedia Jasa Travel Ikuti Arahan Pemerintah

Pemberangkatan Umrah Dihentikan Sementara, Penyedia Jasa Travel Ikuti Arahan Pemerintah

Megapolitan
Epidemiolog Sebut Bom Waktu Omicron Terjadi saat Pelacakan Kasus di Jakarta Lemah

Epidemiolog Sebut Bom Waktu Omicron Terjadi saat Pelacakan Kasus di Jakarta Lemah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.