Beberapa Penghuni Apartemen Parama Mulai Pindah

Kompas.com - 16/08/2016, 11:06 WIB
Apartemen Parama di Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan. Nibras Nada NailufarApartemen Parama di Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua hari setelah terbakarnya unit Apartemen Parama, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (16/8/2016), sejumlah penghuni terlihat meninggalkan apartemen dengan membawa barang-barangnya. Hanya sebagian kecil penghuni yang terlihat masih lalu lalang di area apartemen.

Salah seorang sekuriti mengatakan bahwa sejak kebakaran pada Minggu (14/8/2016), penghuni sudah mulai keluar.

"Sudah enggak tinggal di sini lagi, sementara mengontrak di tempat lain," ujarnya kepada wartawan yang menunggu di luar, Senin.

Apartemen saat ini dijaga ketat oleh pihak sekuriti. Tamu tidak diperkenankan masuk karena area akan disterilkan untuk olah TKP dari pihak kepolisian.

Pihak pengelola, menurut sekuriti itu, tidak ada di tempat. Ia diperkirakan baru tiba siang hari. Pihak pengelola juga telah diperiksa oleh pihak kepolisian.

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Purwanta mengatakan, sejak kemarin pemeriksaan dilimpahkan dari Polsek Cilandak ke Polres Metro Jakarta Selatan.

"Iya diperiksa terus, nanti saya cek lagi," katanya saat dihubungi.

Kebakaran di Apartemen Parama terjadi pada Minggu kemarin, mulai pukul 16.30 WIB. Suku Dinas Penanggulangan Bencana dan Penyelamatan Jakarta Selatan dibantu dari Jakarta Timur kemudian menerjunkan 38 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.

Api padam pada pukul 18.50 WIB. Api diduga berasal dari lantai 3 apartemen. Api diduga muncul akibat korsleting di lantai tersebut. Sebanyak 75 penghuni sempat terjebak di dalam apartemen saat kebakaran terjadi.

Kendati demikian, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Pihak pemadam kebakaran sempat kesulitan mengevakuasi warga. Sebab, lift dan listrik apartemen mati saat kebakaran terjadi. Sehingga evakuasi dilakukan melalui tangga darurat.

Apartemen ini tidak memiliki sertifikat layak fungsi (SLF) namun tetap beroperasi dan dihuni. Segel bangunan juga telah dipasang di lobby yang berada di samping apartemen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPU Kota Depok Kebanjiran Calon PPK Jelang Pilkada 2020

KPU Kota Depok Kebanjiran Calon PPK Jelang Pilkada 2020

Megapolitan
7 Begal Remaja di Depok Anggota Geng Motor, Mengaku Akan Balas Dendam Tawuran

7 Begal Remaja di Depok Anggota Geng Motor, Mengaku Akan Balas Dendam Tawuran

Megapolitan
Banjir Kembali Kepung Jakarta, Anies Kerahkan Tim Gabungan

Banjir Kembali Kepung Jakarta, Anies Kerahkan Tim Gabungan

Megapolitan
Siswa SMP dan SMK Jadi Tersangka Pembegalan di Depok

Siswa SMP dan SMK Jadi Tersangka Pembegalan di Depok

Megapolitan
Sejumlah Arus Lalin Dialihkan akibat Banjir Periuk Kota Tangerang

Sejumlah Arus Lalin Dialihkan akibat Banjir Periuk Kota Tangerang

Megapolitan
Wanita yang Tewas Tertabrak KRL Dekat Stasiun Cawang Teridentifikasi

Wanita yang Tewas Tertabrak KRL Dekat Stasiun Cawang Teridentifikasi

Megapolitan
Batan hingga Gegana Periksa Rumah di Batan Indah, Garis Peringatan Dipasang

Batan hingga Gegana Periksa Rumah di Batan Indah, Garis Peringatan Dipasang

Megapolitan
[VIDEO] Hari Kedua Jalan Cakung-Cilincing Terendam Banjir

[VIDEO] Hari Kedua Jalan Cakung-Cilincing Terendam Banjir

Megapolitan
Diguyur Hujan Sejak Pagi, Sejumlah Titik di Bogor Alami Tanah Longsor

Diguyur Hujan Sejak Pagi, Sejumlah Titik di Bogor Alami Tanah Longsor

Megapolitan
Jalan Cakung Cilincing Raya Masih Tenggelam, Hanya Truk yang Bisa Melintas

Jalan Cakung Cilincing Raya Masih Tenggelam, Hanya Truk yang Bisa Melintas

Megapolitan
Laptop, Komputer hingga Buku di Perpustakaan SMAN 10 Bekasi Rusak akibat Banjir

Laptop, Komputer hingga Buku di Perpustakaan SMAN 10 Bekasi Rusak akibat Banjir

Megapolitan
Ribuan Warga Terdampak Banjir di Periuk Tangerang

Ribuan Warga Terdampak Banjir di Periuk Tangerang

Megapolitan
7 Alat Medis di RSCM Terendam Banjir, Salah Satunya Alat Canggih Tomoterapi

7 Alat Medis di RSCM Terendam Banjir, Salah Satunya Alat Canggih Tomoterapi

Megapolitan
Kakek di Depok Diduga Cabuli 5 Bocah SD di Masjid

Kakek di Depok Diduga Cabuli 5 Bocah SD di Masjid

Megapolitan
Selain Bapeten, Pihak RSCM dan Kemenkes Turut Periksa Mesin di Ruang Radiologi yang Terendam Air

Selain Bapeten, Pihak RSCM dan Kemenkes Turut Periksa Mesin di Ruang Radiologi yang Terendam Air

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X